Viral Bule Ngamuk Mendengar Tadarusan, MUI Minta Semua Pihak Menahan Diri

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:52 WIB
loading...
Viral Bule Ngamuk Mendengar...
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Viral video yang memperlihatkan seorang bule atau warga negara asing (WNA) perempuan mengamuk di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat . Insiden tersebut terjadi pada malam pertama Ramadan saat warga setempat menggelar tadarusan.

Dalam rekaman yang beredar, bule itu tampak berteriak di depan salah satu musala ketika warga tengah mengaji menggunakan pengeras suara. Aksinya memicu perhatian publik dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan sikap saling menghormati, terlebih di bulan suci Ramadan .

Baca Juga: Keutamaan Tadarus Al-Qur'an Berjamaah di Malam Ramadan

"Semua pihak harus menahan diri (imsak) terutama orang yang sedang puasa. Dampaknya juga kepada lingkungan sebaiknya menahan diri jangan emosi atau mengamuk, karena bisa disampaikan dengan cara arif dan bijaksana," kata Amirsyah dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana Ramadan agar tetap kondusif dan penuh kedamaian. Menurutnya, masyarakat yang menjalankan tadarus juga perlu memperhatikan kekhusyukan serta ketertiban agar tercipta rasa aman dan suasana persahabatan. "Suara yang indah, merdu dan syahdu perlu untuk syiar di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan serta berkah dari Allah SWT," ujarnya.

Buya Amirsyah turut mengingatkan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di daerah tujuan wisata yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. Ia berharap para WNA yang sedang berlibur dapat memahami adat dan kearifan lokal setempat. "Jadi saling toleransi (tasamuh). Jadi orang asing sebagai tamu harus memahami adat atau kearifan lokal," pungkasnya.

Respons PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut merespons hal tersebut. Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur menyampaikan bahwa tadarus dengan pengeras suara pada dasarnya merupakan sarana syiar Islam yang baik. Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap memperhatikan adab dan etika, terutama terkait kenyamanan masyarakat sekitar.

"Tidak boleh menimbulkan gangguan (mudarat) bagi masyarakat di sekitar masjid. Terutama saat larut malam, pengeras suara luar sebaiknya digunakan terbatas, setelah jam 22.00 dianjurkan menggunakan speaker dalam masjid saja agar tidak mengganggu aktivitas tidur masyarakat,” kata Gus Fahrur dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Gus Fahrur menegaskan bahwa prinsip utama dalam menjalankan ibadah adalah tidak merugikan orang lain. Ia menekankan bahwa meskipun bertadarus merupakan amalan yang sangat mulia, pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan situasi dan kondisi lingkungan sekitar.



"Membaca Al-Qur'an (tadarus) adalah ibadah yang sangat mulia. Namun jika dilakukan dengan cara yang mengganggu ketenangan masyarakat, hukumnya bisa berubah menjadi makruh atau bahkan haram," tuturnya.

Ia pun mengimbau agar seluruh pihak bijak menyikapi persoalan tersebut dan menjaga keharmonisan sosial, khususnya di kawasan yang juga menjadi destinasi wisata internasional. "Hendaknya diperhatikan kondisi dan situasi sekitar, agar suasana tetap terjaga kondusif dan harmonis," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Ingatkan Penguburan...
MUI Ingatkan Penguburan Hidup-hidup Ikan Sapu-sapu Tak Sesuai Prinsip Islam
Prihatin Kasus Kekerasan...
Prihatin Kasus Kekerasan Seksual di FH UI, MUI: Tidak Dibenarkan Norma Agama, Moral, dan Hukum
Suara 1.000 Bedug Siap...
Suara 1.000 Bedug Siap Menggema di Bundaran HI saat Malam Takbiran
Jurus Dharma Jaya Tekan...
Jurus Dharma Jaya Tekan Harga Ayam Hidup: Gandeng Penyewa RPH Pulogadung
Jalan Sudirman-Thamrin...
Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Sejak Pukul 18.00 WIB saat Car Free Night Malam Takbiran
Gelar Bazar Sembako...
Gelar Bazar Sembako Murah, Sandiaga Uno: Menginspirasi untuk Beramal Baik
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved