Janji Kampanye Naikkan Insentif RT/RW dan Pemasangan CCTV Belum Terealisasi, Ini Alasan Pramono
Jum'at, 20 Februari 2026 - 23:54 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui masih ada janji kampanye yang belum terealisasi dalam satu tahun kepemimpinannya. Janji kampanye tersebut berkaitan dengan insentif RT/RW dan pemasangan CCTV .
"Yang belum (terealisasi) adalah yang saya janjikan pada waktu itu adalah insentif untuk RT/RW. Yang kedua, yang berkaitan dengan CCTV," ungkap Pramono di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Program menaikkan insentif RT/RW ini, kata Pramono, mandek lantaran dana bagi hasil (DBH) dipotong sebesar Rp15 triliun. Ia menyebut hal ini membuat ruang fiskal dari APBD DKI Jakarta menjadi sempit.
Baca Juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR
Namun, Pramono akan tetap berusaha untuk menuntaskan janji kampanyenya. Dia menambahkan bahwa program ini akan dikaji untuk bisa direalisasikan. "Saya tetap untuk menindaklanjuti itu dalam waktunya segera," kata Pramono.
Pramono juga mengakui belum bisa memenuhi janji kampanye soal pemasangan CCTV di seluruh RT/RW. "Program itu akan kami lanjutkan, mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi," tandasnya.
Diketahui, janji pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap RT dan RW menjadi salah satu program kampanye Pramono Anung pada Pilkada 2024. Program ini ditujukan untuk memperkuat keamanan lingkungan berbasis komunitas serta membantu pencegahan dan pengungkapan tindak kriminal di tingkat permukiman.
Selain itu, Pramono juga menjanjikan kenaikan insentif bagi pengurus RT dan RW sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Peningkatan insentif tersebut diharapkan mampu mendorong kinerja serta kesejahteraan pengurus lingkungan di Jakarta.
"Yang belum (terealisasi) adalah yang saya janjikan pada waktu itu adalah insentif untuk RT/RW. Yang kedua, yang berkaitan dengan CCTV," ungkap Pramono di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Program menaikkan insentif RT/RW ini, kata Pramono, mandek lantaran dana bagi hasil (DBH) dipotong sebesar Rp15 triliun. Ia menyebut hal ini membuat ruang fiskal dari APBD DKI Jakarta menjadi sempit.
Baca Juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR
Namun, Pramono akan tetap berusaha untuk menuntaskan janji kampanyenya. Dia menambahkan bahwa program ini akan dikaji untuk bisa direalisasikan. "Saya tetap untuk menindaklanjuti itu dalam waktunya segera," kata Pramono.
Pramono juga mengakui belum bisa memenuhi janji kampanye soal pemasangan CCTV di seluruh RT/RW. "Program itu akan kami lanjutkan, mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi," tandasnya.
Diketahui, janji pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap RT dan RW menjadi salah satu program kampanye Pramono Anung pada Pilkada 2024. Program ini ditujukan untuk memperkuat keamanan lingkungan berbasis komunitas serta membantu pencegahan dan pengungkapan tindak kriminal di tingkat permukiman.
Selain itu, Pramono juga menjanjikan kenaikan insentif bagi pengurus RT dan RW sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Peningkatan insentif tersebut diharapkan mampu mendorong kinerja serta kesejahteraan pengurus lingkungan di Jakarta.
(zik)
Lihat Juga :