Video Mapping Budaya Tionghoa Sambut Perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta
Senin, 16 Februari 2026 - 21:59 WIB
loading...
Menyambut Imlek 2026 digelar Jakarta Light Festival (JLF) Chinese New Year Edition di Kota Tua Jakarta mulai Senin (16/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026). Foto/Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jakarta Light Festival (JLF) Chinese New Year Edition dalam rangka menyambut Imlek 2026. Salah satunya digelar di Kawasan Kota Tua Jakarta mulai Senin (16/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026).
![Video Mapping Budaya Tionghoa Sambut Perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta]()
Masyarakat bisa menikmati beragam pertunjukan visual dan seni budaya secara gratis di kawasan ini. Kepala UPK Kota Tua Jakarta, Denny Aputra menjelaskan festival ini adalah bentuk apresiasi kepada warga sekaligus upaya merawat keberagaman budaya yang hidup di Jakarta.
Baca juga: 15 Ucapan Imlek 2026 Penuh Keberuntungan di Tahun Kuda Api
“Hari ini adalah bentuk dari apresiasi kami pada masyarakat. Kita harus bersama-sama menjaga budaya yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Kota Tua Jakarta, Senin (16/2/2026) malam.
Dalam gelaran ini, pengunjung dapat menyaksikan video mapping dengan narasi perjalanan shio dari masa ke masa, peragaan barongsai, hingga penampilan seni bernuansa Tionghoa. Menurut Denny, konsep visual yang dipilih ini dapat dinikmati lintas generasi, sekaligus memberi pengalaman baru bagi masyarakat yang datang ke kawasan bersejarah tersebut.
Antusiasme warga juga cukup tinggi sejak sore hari sejak pukul 16.00 WIB. Dari data yang diperoleh, Denny menjelaskan terdapat sekitar 23.000 pengunjung tercatat hadir hingga malam pada Senin (16/2/2026).
Baca juga: 4 Shio Paling Beruntung di Tahun Kuda Api
Jumlah ini diprediksi terus bertambah hingga acara berakhir. “Kami yakin sampai jam sembilan malam nanti bisa menyentuh 30.000 orang,” katanya.
Denny berharap perayaan bertema Imlek di Kota Tua ini dapat menjadi pondasi agenda budaya di masa mendatang. Mengingat ini adalah pertama kalinya acara budaya ini digelar, Denny juga berharap tahun-tahun berikutnya acara serupa bisa terus digelar.
“Ini kami harapkan bisa menjadi awal untuk tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan visi Jakarta menuju kota global,” sebutnya.
Sebagai informasi, perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta menampilkan video mapping sebagai daya tarik utama. Selain itu acara Jakarta Light Festival Chineese New Year Edition ini juga dimeriahkan sejumlah hiburan lainnya.
Selain di Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar acara peringatan Imlek di sejumlah titik. Di antaranya di Monas yang juga menunjukkan video mapping dan air mancur menari pada 16-17 Februari 2026.
Kemudian, ada Festival Imlek Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Festival Pecinan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Harmoni Jakarta di Blok M Hub hingga Festival Klenteng Jakarta.
.jpg)
Masyarakat bisa menikmati beragam pertunjukan visual dan seni budaya secara gratis di kawasan ini. Kepala UPK Kota Tua Jakarta, Denny Aputra menjelaskan festival ini adalah bentuk apresiasi kepada warga sekaligus upaya merawat keberagaman budaya yang hidup di Jakarta.
Baca juga: 15 Ucapan Imlek 2026 Penuh Keberuntungan di Tahun Kuda Api
“Hari ini adalah bentuk dari apresiasi kami pada masyarakat. Kita harus bersama-sama menjaga budaya yang sudah ada,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Kota Tua Jakarta, Senin (16/2/2026) malam.
Dalam gelaran ini, pengunjung dapat menyaksikan video mapping dengan narasi perjalanan shio dari masa ke masa, peragaan barongsai, hingga penampilan seni bernuansa Tionghoa. Menurut Denny, konsep visual yang dipilih ini dapat dinikmati lintas generasi, sekaligus memberi pengalaman baru bagi masyarakat yang datang ke kawasan bersejarah tersebut.
Antusiasme warga juga cukup tinggi sejak sore hari sejak pukul 16.00 WIB. Dari data yang diperoleh, Denny menjelaskan terdapat sekitar 23.000 pengunjung tercatat hadir hingga malam pada Senin (16/2/2026).
Baca juga: 4 Shio Paling Beruntung di Tahun Kuda Api
Jumlah ini diprediksi terus bertambah hingga acara berakhir. “Kami yakin sampai jam sembilan malam nanti bisa menyentuh 30.000 orang,” katanya.
Denny berharap perayaan bertema Imlek di Kota Tua ini dapat menjadi pondasi agenda budaya di masa mendatang. Mengingat ini adalah pertama kalinya acara budaya ini digelar, Denny juga berharap tahun-tahun berikutnya acara serupa bisa terus digelar.
“Ini kami harapkan bisa menjadi awal untuk tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan visi Jakarta menuju kota global,” sebutnya.
Sebagai informasi, perayaan Imlek di Kota Tua Jakarta menampilkan video mapping sebagai daya tarik utama. Selain itu acara Jakarta Light Festival Chineese New Year Edition ini juga dimeriahkan sejumlah hiburan lainnya.
Selain di Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar acara peringatan Imlek di sejumlah titik. Di antaranya di Monas yang juga menunjukkan video mapping dan air mancur menari pada 16-17 Februari 2026.
Kemudian, ada Festival Imlek Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Festival Pecinan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Harmoni Jakarta di Blok M Hub hingga Festival Klenteng Jakarta.
(shf)
Lihat Juga :