Pendampingan LBH Perindo Bikin Pengurus Musala Miftahul Jannah Berani Laporkan Kasus Pencurian Kotak Amal
Jum'at, 13 Februari 2026 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A

"Jadi kotak amal itu ada di depan musala kita, jadi kuncinya sama dia dibobol. Dia ambil langsung ambil aja gitu. Kita juga baru tahu setelah salat Asar, kita tahu ngelihat ada kunci gembok kita ada di bawah," ucap Ismail.
Ia memperkirakan, jumlah uang di dalam kotak amal mencapai Rp2,5 juta. Uang tersebut biasanya digunakan untuk operasional musala. "Ya itu sekitar mungkin per bulan itu sekitar Rp2.500.000-an, kurang lebih. Karena kan kotak amal kita belum hitung juga. Itu buat operasional kayak bayar listrik, bayar air. Kan kita suka ada pengajian itu buat bayar transport ustaznya juga, buat kebersihan juga itu," ucapnya.
Ismail mengapresiasi pendampingan dari LBH Perindo yang membuat pengurus berani menempuh jalur hukum. Sebab, para pengurus awalnya enggan melaporkannya.
"Jadi ada pendampingan kita jadi yakin, kita jadi beranilah. Ngayomin kita. Tadi kita sebenarnya sudah nggak mau itu juga kan sudah biarin, tapi karena ada pendampingan dari LBH Perindo jadi kita berani jugalah kita ke sana untuk menempuh laporan."
Amriadi Pasaribu mengungkapkan alasan mengapa LBH Perindo memberikan pendampingan kepada pengurus musala. "Kami dari LBH Perindo prihatin kepada masyarakat di mana pengurus musala ini pertama-tama mereka sebenarnya ketakutan untuk membuat laporan. Artinya, mereka ada ketakutan nanti kalau melapor itu akan mengeluarkan uang," ucapnya.
Lihat Juga :