Gelar Sertifikasi Nasional, Pemkot Tangsel Cetak SDM Konstruksi Berkualitas
Jum'at, 13 Februari 2026 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Atas capaian tersebut, Kota Tangerang Selatan kembali memperoleh kuota sertifikasi gratis sebanyak 150 peserta pada 2026. Sebelumnya, kuota sebanyak 300 peserta diberikan pada 2024 dan 200 peserta pada 2025.
Secara keseluruhan, selama periode 2022 hingga 2025, Dinas SDABMBK telah memfasilitasi sertifikasi bagi 564 tenaga kerja konstruksi dari berbagai bidang keahlian. Benyamin menekankan program sertifikasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
“Melalui program ini, kami ingin memastikan tenaga kerja konstruksi di Tangerang Selatan bekerja sesuai standar nasional. Dengan tenaga kerja yang kompeten, maka kualitas pembangunan akan semakin terjamin dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan langsung oleh asesor dari BJKW III Jakarta dan tim penguji dari HAKI guna memastikan proses penilaian berjalan sesuai standar nasional. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, termasuk peserta dari Barisan Karya Madani (BKM) Tangsel, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tangsel, Universitas Terbuka, serta HAKI.
Dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi setiap tahun, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya semakin kokoh secara fisik, tetapi juga didukung sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing
Secara keseluruhan, selama periode 2022 hingga 2025, Dinas SDABMBK telah memfasilitasi sertifikasi bagi 564 tenaga kerja konstruksi dari berbagai bidang keahlian. Benyamin menekankan program sertifikasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
“Melalui program ini, kami ingin memastikan tenaga kerja konstruksi di Tangerang Selatan bekerja sesuai standar nasional. Dengan tenaga kerja yang kompeten, maka kualitas pembangunan akan semakin terjamin dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan langsung oleh asesor dari BJKW III Jakarta dan tim penguji dari HAKI guna memastikan proses penilaian berjalan sesuai standar nasional. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, termasuk peserta dari Barisan Karya Madani (BKM) Tangsel, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tangsel, Universitas Terbuka, serta HAKI.
Dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi setiap tahun, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya semakin kokoh secara fisik, tetapi juga didukung sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing
(cip)
Lihat Juga :