JICT Raih Penghargaan Zero Fatality 2025: Keselamatan Fondasi Produktivitas
Jum'at, 13 Februari 2026 - 08:28 WIB
loading...
Direktur Utama JICT Ade Hartono menerima penghargaan Zero Fatality 2025. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Zero kecelakaan kerja fatal sepanjang 2025, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) raih penghargaan Zero Fatality 2025. Penghargaan tersebut diraih dalam ajang Safety Forum 2026 yang digelar PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada 10–11 Februari 2026.
Direktur Utama JICT Ade Hartono, menegaskan keselamatan kerja adalah fondasi produktivitas jangka panjang. Menurut Ade, bagi industri kepelabuhanan, keselamatan bukan semata isu kepatuhan, melainkan variabel ekonomi. Sehingga zero fatality menjadi indikator penting kualitas tata kelola operasional.
“Di bisnis terminal peti kemas, downtime akibat insiden keselamatan berdampak langsung pada throughput, service level, dan kepercayaan pelanggan. Zero fatality bukan sekadar capaian K3, tetapi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis dan daya saing,” ujar Ade di Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).
Baca juga: JICT Raih Penghargaan Anugerah Jakarta Utara 2025 dari Pemkot Jakut
Sebagai operator terminal peti kemas internasional dengan intensitas pergerakan alat berat, kapal, dan kontainer yang tinggi, JICT menghadapi profil risiko operasional yang kompleks. Penerapan sistem manajemen keselamatan yang disiplin menjadi bagian dari manajemen risiko korporasi.
“Kami memandang keselamatan sebagai risk control yang terintegrasi dalam sistem bisnis. Setiap investigasi insiden menghasilkan perbaikan proses. Setiap pembelajaran memperkuat reliability operasi. Ini adalah investasi, bukan biaya,” ujar Ade.
Safety Forum 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi Seluruh Insan Pelindo Group untuk Pencapaian Zero Fatality”menjadi momentum konsolidasi standar keselamatan di seluruh entitas Pelindo Group.
Lihat video: Purbaya Lakukan Perombakan Besar, Sejumlah Kepala Kantor Wilayah Pelabuhan & Kepabeanan Diganti
Forum tersebut membahas lesson learned kejadian 2025, pedoman pelaksanaan Contractor Safety Management System (CSMS), pembangunan ekosistem K3 terintegrasi, serta optimalisasi hasil investigasi untuk mendorong maturitas sistem keselamatan.
Selain penghargaan Zero Fatality 2025 kepada entitas, forum tersebut juga memberikan apresiasi Best Investigator 2025 kepada individu di JICT dengan kontribusi signifikan dalam investigasi insiden dan tindak lanjut perbaikannya. Pendekatan berbasis investigasi ini memperlihatkan pergeseran paradigma dari reaktif menjadi preventif.
“Keunggulan operasional tidak hanya diukur dari kecepatan bongkar muat, tetapi juga dari seberapa aman dan terkendalinya proses tersebut. Zero fatality adalah indikator bahwa sistem bekerja,” ujar Ade.
Dengan capaian tersebut, JICT memperkuat posisinya sebagai salah satu benchmark penerapan keselamatan kerja di sektor kepelabuhanan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kinerja bisnis dan keselamatan bukan dua kepentingan yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Direktur Utama JICT Ade Hartono, menegaskan keselamatan kerja adalah fondasi produktivitas jangka panjang. Menurut Ade, bagi industri kepelabuhanan, keselamatan bukan semata isu kepatuhan, melainkan variabel ekonomi. Sehingga zero fatality menjadi indikator penting kualitas tata kelola operasional.
“Di bisnis terminal peti kemas, downtime akibat insiden keselamatan berdampak langsung pada throughput, service level, dan kepercayaan pelanggan. Zero fatality bukan sekadar capaian K3, tetapi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis dan daya saing,” ujar Ade di Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).
Baca juga: JICT Raih Penghargaan Anugerah Jakarta Utara 2025 dari Pemkot Jakut
Sebagai operator terminal peti kemas internasional dengan intensitas pergerakan alat berat, kapal, dan kontainer yang tinggi, JICT menghadapi profil risiko operasional yang kompleks. Penerapan sistem manajemen keselamatan yang disiplin menjadi bagian dari manajemen risiko korporasi.
“Kami memandang keselamatan sebagai risk control yang terintegrasi dalam sistem bisnis. Setiap investigasi insiden menghasilkan perbaikan proses. Setiap pembelajaran memperkuat reliability operasi. Ini adalah investasi, bukan biaya,” ujar Ade.
Safety Forum 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi Seluruh Insan Pelindo Group untuk Pencapaian Zero Fatality”menjadi momentum konsolidasi standar keselamatan di seluruh entitas Pelindo Group.
Lihat video: Purbaya Lakukan Perombakan Besar, Sejumlah Kepala Kantor Wilayah Pelabuhan & Kepabeanan Diganti
Forum tersebut membahas lesson learned kejadian 2025, pedoman pelaksanaan Contractor Safety Management System (CSMS), pembangunan ekosistem K3 terintegrasi, serta optimalisasi hasil investigasi untuk mendorong maturitas sistem keselamatan.
Selain penghargaan Zero Fatality 2025 kepada entitas, forum tersebut juga memberikan apresiasi Best Investigator 2025 kepada individu di JICT dengan kontribusi signifikan dalam investigasi insiden dan tindak lanjut perbaikannya. Pendekatan berbasis investigasi ini memperlihatkan pergeseran paradigma dari reaktif menjadi preventif.
“Keunggulan operasional tidak hanya diukur dari kecepatan bongkar muat, tetapi juga dari seberapa aman dan terkendalinya proses tersebut. Zero fatality adalah indikator bahwa sistem bekerja,” ujar Ade.
Dengan capaian tersebut, JICT memperkuat posisinya sebagai salah satu benchmark penerapan keselamatan kerja di sektor kepelabuhanan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kinerja bisnis dan keselamatan bukan dua kepentingan yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan.
(cip)
Lihat Juga :