Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Senin, 09 Februari 2026 - 11:53 WIB
loading...
Guru Tewas Diserang...
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang mengakibatkan satu guru meninggal dunia. Foto/tangkapan layar. 
A A A
JAKARTA - Aksi biadab kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM Kodap XVI Yahukimo. Dalam aksinya, mereka membantai seorang guru bernama Frengki di lingkungan Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

"Pembunuhan brutal terhadap guru sebagai tenaga pendidik yang dilakukan di ruang sekolah saat aktivitas belajar mengajar berlangsung merupakan kejahatan kemanusiaan dan tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa", kata Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, Senin (9/2/2026).

Menurut dia, guru dibunuh secara sadis di sekolah. Ini bukan sekadar gangguan keamanan belaka tapi sudah menyentuh pada persoalan kemanusiaan. "Kebrutalan KKB ini dengan membunuh seorang guru merupakan kejahatan kemanusiaan,” urai Noor.

Baca juga: 18 Kolonel AD Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Promosi Jabatan di Februari 2026, Ini Namanya

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.30 WIT. Korban Frengki (55) dikejar tiga pelaku bersenjata setelah terdengar bunyi tembakan dari arah belakang sekolah.

"Jika kita lihat dari video kejadian yang beredar luas, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke ruang guru, namun para pelaku memaksa masuk dan melakukan pemarangan hingga korban meninggal dunia di tempat," jelasnya.

Lihat video: Satgas Damai Cartenz Evakuasi Korban Penganiayaan di Yahukimo, Diduga Ulah Simpatisan KKB


Para pelaku bukan hanya membunuh guru saja. Setelah memastikan korban tewas, para pelaku melakukan perusakan terhadap kendaraan milik kepala sekolah serta memecahkan kaca ruang kelas Sekolah Yakpesmi Yahukimo dengan lemparan batu.

"Aksi biadab ini terjadi saat proses belajar mengajar masih berlangsung, sehingga guru-guru harus mengamankan para siswa dan memulangkan mereka lebih awal,” tegasnya.

Noor Azhari menilai tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang disengaja dengan menjadikan sekolah dan tenaga pendidik sebagai sasaran teror demi menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata.

“Sekolah merupakan ruang sipil yang seharusnya dilindungi. Ketika guru dibunuh di ruang kelas, itu menandakan teror terhadap masa depan anak-anak Papua,” ujarnya.

Dia mendesak Komnas HAM dan Kementerian Hak Asasi Manusia untuk segera turun langsung ke Yahukimo guna melakukan penyelidikan independen dan menyeluruh. “Kasus ini harus diusut sebagai pelanggaran HAM serius dan kejahatan kemanusiaan, bukan sekadar kejahatan biasa,” tegasnya.

Dia juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap tenaga pendidik dan masyarakat sipil di wilayah rawan konflik Papua agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

“Jika guru terus menjadi korban dan sekolah dijadikan medan teror, maka yang hancur bukan hanya nyawa manusia, tetapi masa depan generasi Papua dan kewibawaan negara,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Wadanyon HSSBI KKB Kodap...
Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
PKM di Meruya, UMB Dorong...
PKM di Meruya, UMB Dorong Kompetensi Guru SMK
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
MPSI: Pengungsian Moskona...
MPSI: Pengungsian Moskona Teluk Bintuni Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat Pascaserangan Kelompok Separatis
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Rekomendasi
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved