Fakta Mengejutkan Motif Pelaku Nekat Ledakan Bom Rakitan di SMAN 72 Jakarta, Sering Jadi Bahan Ejekan
Kamis, 05 Februari 2026 - 22:16 WIB
loading...
Polisi mengungkap fakta mengejutkan soal motif atau latar belakang pelaku nekat meledakan bom rakitan di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polisi mengungkap fakta mengejutkan soal motif atau latar belakang pelaku yang merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) nekat meledakan bom rakitan di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan keterangan dari ABH tersebut.
Anak itu di depan penyidik menjelaskan bahwa aksinya nekat dilakukan lantaran sakit hati terhadap teman-temannya.
Baca juga: Ledakan SMAN 72 Jakarta Diduga Berasal dari Bom Rakitan, Pelaku Siswa Korban Bullying
"Berdasarkan keterangan anak tersebut, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan," kata Budi kepada awak media, Kamis (5/2/2026).
Masih berdasarkan penuturan pelaku, diketahui sejak SMP mengaku kerap menjadi bahan ejekan, termasuk dipanggil dengan sebutan yang merendahkan. Hal itu karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan, dan hal serupa berlanjut saat SMA.
"Perlakuan tersebut membuat anak merasa marah dan tertekan karena serangan yang menyasar penampilan serta kondisi pribadinya," ujar Budi.
Baca juga: 7 Peledak Dibawa Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, 4 Meledak dan 3 Disita Polisi
Dengan rasa sakit hati dan amarah tersebut, kata Budi, ABH itu nekat melancarkan aksi ledakan di lingkungan sekolahnya.
"Atas dasar itu, Anak mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah," ucap Budi.
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025, lalu. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda.
Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Anak itu di depan penyidik menjelaskan bahwa aksinya nekat dilakukan lantaran sakit hati terhadap teman-temannya.
Baca juga: Ledakan SMAN 72 Jakarta Diduga Berasal dari Bom Rakitan, Pelaku Siswa Korban Bullying
"Berdasarkan keterangan anak tersebut, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan," kata Budi kepada awak media, Kamis (5/2/2026).
Masih berdasarkan penuturan pelaku, diketahui sejak SMP mengaku kerap menjadi bahan ejekan, termasuk dipanggil dengan sebutan yang merendahkan. Hal itu karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan, dan hal serupa berlanjut saat SMA.
"Perlakuan tersebut membuat anak merasa marah dan tertekan karena serangan yang menyasar penampilan serta kondisi pribadinya," ujar Budi.
Baca juga: 7 Peledak Dibawa Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta, 4 Meledak dan 3 Disita Polisi
Dengan rasa sakit hati dan amarah tersebut, kata Budi, ABH itu nekat melancarkan aksi ledakan di lingkungan sekolahnya.
"Atas dasar itu, Anak mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah," ucap Budi.
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025, lalu. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda.
Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
(shf)
Lihat Juga :