Pergeseran Tanah Rusak 11 Rumah di Babakan Madang Bogor
Minggu, 01 Februari 2026 - 14:03 WIB
loading...
Petugas BPBD Kabupaten Bogor melakukan pendataan rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Foto: BPBD Kabupaten Bogor
A
A
A
BOGOR - Sebanyak 11 rumah rusak akibat pergeseran tanah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (30/1/2026) pukul 01.00 WIB. Peristiwa itu akibat hujan dengan durasi cukup lama disertai kondisi kontur tanah yang labil.
Kejadian ini dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kejadian ini menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berdampak pada 57 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, ditemukan 11 rumah mengalami retakan di beberapa titik dan dikhawatirkan kondisinya akan semakin parah apabila hujan kembali turun. Petugas berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk terus memantau perkembangan situasi dan kondisi cuaca, serta mengimbau warga agar melakukan evakuasi mandiri apabila diperlukan.
Baca juga: Profil Kiki Widyasari, Mantan Aktris Sinetron dan Istri Kepala BNPT yang Kini Pimpin OJK
“BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” ujarnya.
Dia menuturkan, kesiapsiagaan diperlukan dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah maupun hidrometeorologi kering. Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau untuk secara berkala memantau ketinggian muka air.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, serta memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi,” pungkasnya.
Kejadian ini dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kejadian ini menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berdampak pada 57 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, ditemukan 11 rumah mengalami retakan di beberapa titik dan dikhawatirkan kondisinya akan semakin parah apabila hujan kembali turun. Petugas berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk terus memantau perkembangan situasi dan kondisi cuaca, serta mengimbau warga agar melakukan evakuasi mandiri apabila diperlukan.
Baca juga: Profil Kiki Widyasari, Mantan Aktris Sinetron dan Istri Kepala BNPT yang Kini Pimpin OJK
“BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” ujarnya.
Dia menuturkan, kesiapsiagaan diperlukan dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah maupun hidrometeorologi kering. Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau untuk secara berkala memantau ketinggian muka air.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, serta memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :