Kolaborasi Lintas Sektor Terus Berjalan, Jumlah Huntara Korban Bencana Meningkat Signifikan

Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:52 WIB
loading...
Kolaborasi Lintas Sektor...
Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat oleh pemerintah sebagai langkah transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dipercepat oleh pemerintah sebagai langkah transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan. Akselerasi ini ditopang kolaborasi lintas sektor seperti Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta pemerintah daerah yang terdampak bencana,

TNI/Polri beserta Danantara juga ikut terlibat dalam pembangunan Huntara bersama dengan lembaga non-pemerintah seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat. Dalam proses pembangunan, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mitra swasta juga terlibat dalam percepatan ketersediaan Huntara.

Ketersediaan lahan secara cepat dengan memanfaatkan tanah desa dan lahan milik korporasi ikut menjadi motor percepatan pembangunan Huntara. Data BNPB per 28 Januari 2026 menunjukkan pembangunan Huntara berlangsung paralel di 20 kabupaten/kota yang terdampak bencana, dengan capaian 4.281 unit sudah rampung dari rencana keseluruhan 17.231 unit.

Baca juga: Roy Suryo, Rismon, dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik-Fitnah ke MK



Di Aceh, pembangunan Huntara di 12 Kabupaten/Kota yang telah selesai dibangun mencapai 3.248 unit dengan lokasi terbanyak di Aceh Tamiang mencapai 1.000 unit Huntara. Di Sumatera Utara, Huntara yang telah selesai dibangun di 3 Kabupaten/Kota mencapai 557 unit dari rencana 962 unit Huntara yang akan dibangun.

Sementara di Sumatera Barat, sebanyak 476 unit Huntara telah selesai dibangun di 5 Kabupaten/Kota dari total 618 Huntara yang akan dibangun. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menegaskan Huntara menjadi kunci untuk mengurangi beban pengungsian, tetapi percepatannya sangat ditentukan oleh ketepatan pendataan kategori kerusakan rumah warga.

“Karena Huntara memang ditunggu, salah satu solusi untuk mengurangi pengungsi. Pengungsi ini ada yang [rumahnya] rusak ringan, rusak sedang, rusak berat,” ujar Tito kepada pers saat peresmian Huntara di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2026).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan warga yang sudah menempati Huntara tetap mendapatkan dukungan kebutuhan dasar selama masa pemulihan berjalan. “Masyarakat yang sudah menempati Huntara akan tetap terpenuhi hak logistiknya,” katanya kepada pers pada peresmian Huntara di Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2026).

Selain mempercepat Huntara, pemerintah juga menjalankan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk warga yang tidak masuk Huntara (misalnya memilih tinggal bersama keluarga/menyewa rumah sementara) agar tetap terbantu selama masa transisi menuju hunian tetap. DTH diberikan sebesar Rp600 ribu selama 3 bulan atau Rp1,8 juta untuk tiap kepala keluarga (KK). Penyaluran DTH dilakukan secara bertahap melalui sistem perbankan untuk menjamin akuntabilitas.

Total, sudah 5.932 kepala keluarga yang menerima DTH dari 18.320 unit usulan DTH. Penerima DTH terbanyak terdapat di Provinsi Aceh dengan 2.559 KK, kemudian 1.688 KK di Sumatera Utara, dan 1.685 KK di Sumatera Barat.

Usulan pemberian DTH bisa bertambah mengingat sejumlah daerah masih melakukan verifikasi dan validasi (verval), seperti di Kabupaten Aceh Singkil.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
Rekomendasi
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Infografis
Suhu Global Terus Meningkat,...
Suhu Global Terus Meningkat, Bumi Mendekati Titik Kritis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved