Majukan Usaha Ultra Mikro, PNM Berikan Pelatihan hingga Pembiayaan
Kamis, 29 Januari 2026 - 19:33 WIB
loading...
Bantu pelaku usaha ultra mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berikan pelatihan, pendampingan, hingga pembiayaan. Foto/istimewa
A
A
A
BEKASI - Bantu pelaku usaha ultra mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berikan pelatihan, pendampingan, hingga pembiayaan. Hal itu dilakukan mengingat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Namun demikian, masalah utama pengusaha ultra mikro bukan hanya keterbatasan modal, melainkan juga keterbatasan kapasitas. Banyak pelaku usaha memiliki akses pasar yang terbatas, pencatatan keuangan yang minim, literasi usaha yang rendah, serta rentan terhadap guncangan eksternal mulai dari fluktuasi harga hingga bencana alam.
“Pembiayaan memang penting sebagai bahan bakar awal. Namun tanpa pemberdayaan, modal finansial berisiko menjadi beban. Kredit yang tidak dibarengi peningkatan kapasitas akan sulit mendorong produktivitas, apalagi pertumbuhan usaha,” ujar Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional, UMKM Masih Kerap Hadapi Keterbatasan
Pemberdayaan dalam konteks ini, kata dia, mencakup pendampingan usaha, penguatan literasi keuangan, pembentukan disiplin kelompok, hingga penanaman kepercayaan diri sebagai pelaku ekonomi.
“Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan survivability usaha ultra mikro bukan hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki peluang naik kelas,” katanya.
Dalam praktiknya, pendekatan terintegrasi antara pembiayaan dan pemberdayaan masih relatif terbatas dilakukan secara konsisten. Melalui pembiayaan ultra mikro yang disertai pendampingan rutin dan berbasis kelompok, PNM menempatkan para ibu-ibu pengusaha yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) bukan semata sebagai debitur, melainkan sebagai mitra dalam pembangunan ekonomi.
Lihat video: Menteri UMKM Sidak Pasar Senen, Pedagang Thrifting Teriak Mohon "Jangan Ditutup!"
“Pendekatan tersebut menjadi fondasi utama PNM dalam mendampingi usaha ultra mikro. PNM meyakini pembiayaan harus berjalan seiring dengan pemberdayaan. Kami tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga hadir mendampingi, membangun kapasitas, dan menumbuhkan kepercayaan diri nasabah agar usaha mereka bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ekosistem pemberdayaan dan pembiayaan yang dibangun oleh PNM menciptakan multiplier effect yang lebih kuat. Peningkatan kapasitas individu akan berdampak pada produktivitas usaha, stabilitas pendapatan rumah tangga, hingga ketahanan ekonomi komunitas lokal.
“Keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran dana, tetapi dari sejauh mana mereka mampu mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan usahanya hingga memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitarnya,” tambah Dodot.
Bagi PNM pembiayaan bukan tujuan akhir namun pemberdayaanlah yang akan menentukan apakah pengusaha ultra mikro mampu benar-benar tumbuh dan naik kelas.
Namun demikian, masalah utama pengusaha ultra mikro bukan hanya keterbatasan modal, melainkan juga keterbatasan kapasitas. Banyak pelaku usaha memiliki akses pasar yang terbatas, pencatatan keuangan yang minim, literasi usaha yang rendah, serta rentan terhadap guncangan eksternal mulai dari fluktuasi harga hingga bencana alam.
“Pembiayaan memang penting sebagai bahan bakar awal. Namun tanpa pemberdayaan, modal finansial berisiko menjadi beban. Kredit yang tidak dibarengi peningkatan kapasitas akan sulit mendorong produktivitas, apalagi pertumbuhan usaha,” ujar Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional, UMKM Masih Kerap Hadapi Keterbatasan
Pemberdayaan dalam konteks ini, kata dia, mencakup pendampingan usaha, penguatan literasi keuangan, pembentukan disiplin kelompok, hingga penanaman kepercayaan diri sebagai pelaku ekonomi.
“Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan survivability usaha ultra mikro bukan hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki peluang naik kelas,” katanya.
Dalam praktiknya, pendekatan terintegrasi antara pembiayaan dan pemberdayaan masih relatif terbatas dilakukan secara konsisten. Melalui pembiayaan ultra mikro yang disertai pendampingan rutin dan berbasis kelompok, PNM menempatkan para ibu-ibu pengusaha yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) bukan semata sebagai debitur, melainkan sebagai mitra dalam pembangunan ekonomi.
Lihat video: Menteri UMKM Sidak Pasar Senen, Pedagang Thrifting Teriak Mohon "Jangan Ditutup!"
“Pendekatan tersebut menjadi fondasi utama PNM dalam mendampingi usaha ultra mikro. PNM meyakini pembiayaan harus berjalan seiring dengan pemberdayaan. Kami tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga hadir mendampingi, membangun kapasitas, dan menumbuhkan kepercayaan diri nasabah agar usaha mereka bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ekosistem pemberdayaan dan pembiayaan yang dibangun oleh PNM menciptakan multiplier effect yang lebih kuat. Peningkatan kapasitas individu akan berdampak pada produktivitas usaha, stabilitas pendapatan rumah tangga, hingga ketahanan ekonomi komunitas lokal.
“Keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran dana, tetapi dari sejauh mana mereka mampu mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan usahanya hingga memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitarnya,” tambah Dodot.
Bagi PNM pembiayaan bukan tujuan akhir namun pemberdayaanlah yang akan menentukan apakah pengusaha ultra mikro mampu benar-benar tumbuh dan naik kelas.
(cip)
Lihat Juga :