Singgung Kemacetan Jakarta Pagi dan Sore, Pramono Dorong Warga Beralih ke Transum
Selasa, 27 Januari 2026 - 19:36 WIB
loading...
Kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Jakarta, Senin (5/1/2026). Foto/Yudistiro Pranoto
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong warga untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum (transum). Hal ini menurut Pramono mampu menekan angka kemacetan di ibu kota.
Kemacetan di Jakarta, khususnya pada pagi dan sore hari terjadi karena tingginya mobilitas warga dari daerah penyangga ke Ibu Kota. Ia menyebut setiap hari kerja empat juta orang masuk ke Jakarta.
"Karena memang kemacetan selalu terjadi Pada pagi hari atau sore hari ketika sekitar 4 juta orang masuk ke Jakarta dan kemudian kembali kediamannya masing-masing," tuturnya.
![Singgung Kemacetan Jakarta Pagi dan Sore, Pramono Dorong Warga Beralih ke Transum]()
Baca juga: Normalisasi Kali Ciliwung: Pemprov DKI Jakarta Urus Pembebasan Lahan, Pemerintah Pusat Bikin Tanggul
Untuk mendukung agar warga meninggalkan kendaraan pribadi, Pramono menegaskan konektivitas TransJakarta telah mencapai 92 persen. Pemprov DKI Jakarta bahkan akan membuka rute baru Transjabodetabek dari Blok M ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Jadi persoalan kemacetan di Jakarta kenapa kemudian transportasi umumnya, konektivitasnya kami perluas menjadi TransJabodetabek Termasuk kami sudah mengajukan untuk membuka dari Blok M ke Airport ke Soetta," ujarnya.
Selain itu, Pramono juga melanjutkan program gratis naik transportasi umum bagi 15 golongan pada tahun anggaran 2026. "15 golongan kita gratiskan. Tentunya sebagai pemerintah di Jakarta Kami berharap orang Semakin banyak memanfaatkan itu," ucap dia.
Kemacetan di Jakarta, khususnya pada pagi dan sore hari terjadi karena tingginya mobilitas warga dari daerah penyangga ke Ibu Kota. Ia menyebut setiap hari kerja empat juta orang masuk ke Jakarta.
"Karena memang kemacetan selalu terjadi Pada pagi hari atau sore hari ketika sekitar 4 juta orang masuk ke Jakarta dan kemudian kembali kediamannya masing-masing," tuturnya.

Baca juga: Normalisasi Kali Ciliwung: Pemprov DKI Jakarta Urus Pembebasan Lahan, Pemerintah Pusat Bikin Tanggul
Untuk mendukung agar warga meninggalkan kendaraan pribadi, Pramono menegaskan konektivitas TransJakarta telah mencapai 92 persen. Pemprov DKI Jakarta bahkan akan membuka rute baru Transjabodetabek dari Blok M ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Jadi persoalan kemacetan di Jakarta kenapa kemudian transportasi umumnya, konektivitasnya kami perluas menjadi TransJabodetabek Termasuk kami sudah mengajukan untuk membuka dari Blok M ke Airport ke Soetta," ujarnya.
Selain itu, Pramono juga melanjutkan program gratis naik transportasi umum bagi 15 golongan pada tahun anggaran 2026. "15 golongan kita gratiskan. Tentunya sebagai pemerintah di Jakarta Kami berharap orang Semakin banyak memanfaatkan itu," ucap dia.
(rca)
Lihat Juga :