Andalkan Normalisasi Tekan Risiko Banjir, Pramono: Daya Tampung Sungai Jakarta Cuma 150 Mm
Senin, 26 Januari 2026 - 17:24 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov Jakarta akan melakukan normalisasi tiga sungai utama sebagai upaya jangka menengah pengendalian banjir Ibu Kota. Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi tiga sungai utama sebagai upaya jangka menengah pengendalian banjir Ibu Kota. Tiga sungai tersebut yakni Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, normalisasi Kali Ciliwung akan dikerjakan bersama pemerintah pusat. Normalisasi kali ini akan dikerjakan pada tahun ini.
Baca juga: Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi 3 Sungai
"Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dan Kementerian PU untuk membuat tanggul dan sebagainya. Sedangkan untuk Krukut dan Cakung Lama kita mulai setahun ini," ujarnya, Senin (26/1/2026).
Sambil menunggu pengerjaan normalisasi, Pramono memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan pengerukan kali secara terus menerus. Sebanyak 200 unit alat berat dikerahkan guna mengangkat sedimen.
Meski dilakukan pengerukan secara terus menerus, kapasitas daya tampung kali di Jakarta tetap saja terbatas. Kemampuan sungai di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
Jika curah hujan di Jakarta melebihi 150 milimeter, maka kali dan sungai tidak lagi mampu menampung debit air. Karena itu, normalisasi sungai menjadi jalan terakhir untuk menambah daya tampung air demi menekan risiko banjir.
"Persoalannya karena catchment-nya tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya nggak ada tambahan sedimen itu cuma mampu di Jakarta menampung curah hujan 150 milimeter per hari," katanya.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, normalisasi Kali Ciliwung akan dikerjakan bersama pemerintah pusat. Normalisasi kali ini akan dikerjakan pada tahun ini.
Baca juga: Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi 3 Sungai
"Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dan Kementerian PU untuk membuat tanggul dan sebagainya. Sedangkan untuk Krukut dan Cakung Lama kita mulai setahun ini," ujarnya, Senin (26/1/2026).
Sambil menunggu pengerjaan normalisasi, Pramono memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan pengerukan kali secara terus menerus. Sebanyak 200 unit alat berat dikerahkan guna mengangkat sedimen.
Meski dilakukan pengerukan secara terus menerus, kapasitas daya tampung kali di Jakarta tetap saja terbatas. Kemampuan sungai di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
Jika curah hujan di Jakarta melebihi 150 milimeter, maka kali dan sungai tidak lagi mampu menampung debit air. Karena itu, normalisasi sungai menjadi jalan terakhir untuk menambah daya tampung air demi menekan risiko banjir.
"Persoalannya karena catchment-nya tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya nggak ada tambahan sedimen itu cuma mampu di Jakarta menampung curah hujan 150 milimeter per hari," katanya.
(jon)
Lihat Juga :