PP Persis Apresiasi Kebijakan Prabowo Terkait Revitalisasi Sekolah dan Pendirian USB
Senin, 26 Januari 2026 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Persis sebagai bagian negara, ikut berkontribusi menyukseskan cita-cita negara. Dalam hal ini adalah menciptakan masyarakat yang cerdas dan mencerdaskan anak bangsa.
"Ini merupakan Kolaborasi berbangsa dan negara untuk menciptakan masyarakat cerdas dan tafaqquh fiddin. Selain itu, membangun peradaban yang mensejahterakan dan mencerdaskan ummat," katanya.
Wamendikdasmen Atip mengatakan pendirian Unit Sekolah Baru serta revitalisasi satuan pendidikan yang belum layak merupakan bentuk nyata penerjemahan Instruksi Presiden Nomor 7 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Lihat video: Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar dan Rektor, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional
“Pembangunan dan revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan bangsa. Ini adalah investasi strategis untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Menurut Atip, instruksi Presiden tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi infrastruktur pendidikan nasional yang masih membutuhkan pembenahan dan modernisasi.
"Ini merupakan Kolaborasi berbangsa dan negara untuk menciptakan masyarakat cerdas dan tafaqquh fiddin. Selain itu, membangun peradaban yang mensejahterakan dan mencerdaskan ummat," katanya.
Wamendikdasmen Atip mengatakan pendirian Unit Sekolah Baru serta revitalisasi satuan pendidikan yang belum layak merupakan bentuk nyata penerjemahan Instruksi Presiden Nomor 7 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Lihat video: Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar dan Rektor, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional
“Pembangunan dan revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan bangsa. Ini adalah investasi strategis untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Menurut Atip, instruksi Presiden tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi infrastruktur pendidikan nasional yang masih membutuhkan pembenahan dan modernisasi.
Lihat Juga :