Pemprov DKI Gelar Acara Tahlilan Almarhum Sekda Saefullah secara Virtual
Rabu, 16 September 2020 - 23:48 WIB
loading...
A
A
A
"Saat itu cuma bilang kalau nggak enak badan. Kita komunikasi terus, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, tiap hari kita komunikasi. Dari Dinkes saya mendapat perkembangan yang sebenarnya. Kalau dari Pak Sekda dia selalu menceritakan alhamdulillah baik," ujar Anies.
Anies mendapat kabar dari Kadis Kesehatan Widyastuti yang menyampaikan kabar bahwa Saefullah harus mendapatkan perawatan di ICU RSPAD Gatot Subroto. "Pukul 01.00 WIB dini hari beliau kirim WA menyampaikan bahwa Pak Gub saya dipindah ke RSPAD. Besoknya saat ditanya dijawab alhamdulillah enakan pak stabil. Padahal jelas kondisi beliau menurun," ungkap Anies.
Anies tak lagi mendapat kabar dari Saefullah setelah mendapat perawatan intensif di ICU RSPAD Gatot Subroto lantaran tak bisa menggunakan alat komunikasi selama ICU. "Inilah perjalanan orang yang amat tangguh bagi semua. Bagi keluarga ini adalah kehilangan yang amat besar. Bagi kita di Pemprov DKI juga kehilangan yang sangat besar," sambungnya.
"Tapi saya percaya Pak Sekda diwafatkan sebagai seorang sahid yang wafat saat terkena wabah. Dan yang terpenting bulan-bulan terakhir masa hidupnya dikerjakan untuk menyelesaikan wabah dan nyawa warga Jakarta. Memastikan keselamatan warga Jakarta. Insya Allah hari terakhirnya itu dicatat sebagai amal saleh," pungkasnya.
Anies mendapat kabar dari Kadis Kesehatan Widyastuti yang menyampaikan kabar bahwa Saefullah harus mendapatkan perawatan di ICU RSPAD Gatot Subroto. "Pukul 01.00 WIB dini hari beliau kirim WA menyampaikan bahwa Pak Gub saya dipindah ke RSPAD. Besoknya saat ditanya dijawab alhamdulillah enakan pak stabil. Padahal jelas kondisi beliau menurun," ungkap Anies.
Anies tak lagi mendapat kabar dari Saefullah setelah mendapat perawatan intensif di ICU RSPAD Gatot Subroto lantaran tak bisa menggunakan alat komunikasi selama ICU. "Inilah perjalanan orang yang amat tangguh bagi semua. Bagi keluarga ini adalah kehilangan yang amat besar. Bagi kita di Pemprov DKI juga kehilangan yang sangat besar," sambungnya.
"Tapi saya percaya Pak Sekda diwafatkan sebagai seorang sahid yang wafat saat terkena wabah. Dan yang terpenting bulan-bulan terakhir masa hidupnya dikerjakan untuk menyelesaikan wabah dan nyawa warga Jakarta. Memastikan keselamatan warga Jakarta. Insya Allah hari terakhirnya itu dicatat sebagai amal saleh," pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :