Lumbung Pangan Baznas Sulbar Panen Raya, Bukti Zakat Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Jum'at, 23 Januari 2026 - 18:56 WIB
loading...
Baznas RI menggelar panen raya Program Lumbung Pangan di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Foto/istimewa
A
A
A
SULBAR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar panen raya Program Lumbung Pangan di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kemarin. Hal ini menjadi bukti pemanfaatan zakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani mustahik.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari Lumbung Pangan Polewali Mandar yang menjadi titik ke-12 dari total 16 lokasi Program Lumbung Pangan Padi yang dikembangkan Baznas di berbagai daerah.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan panen raya tersebut. Menurut Imdadun, capaian ini menjadi indikator bahwa program pemberdayaan zakat mampu memberikan hasil yang nyata bagi para penerima manfaat.
Baca juga: Wali Kota Jakpus dan Baznas Resmikan Program Bedah Rumah Korban Kebakaran RW 01 Bungur
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan panen raya. Ini menunjukkan bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Imdadun menjelaskan, Lumbung Pangan Polewali Mandar melibatkan 66 Kepala Keluarga (KK) petani dari kalangan mustahik binaan Baznas dengan luas lahan panen mencapai 60 hektare. Dari sisi hasil, program ini menunjukkan peningkatan signifikan.
Potensi panen mencapai Rp42.000.000 per hektare, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp29.000.000 hingga Rp31.000.000 per hektare. "Peningkatan tersebut didukung pendampingan intensif untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan petani," ujarnya.
Imdadun menegaskan, Program Lumbung Pangan tidak semata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam menyalurkan zakat melalui skema pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi umat.
Lihat video: Kumpulkan Bantuan untuk Palestina Rp452 M, Kepala Baznas: Berkat Pidato Presiden
“Harapannya, program ini benar-benar berbuah, menjadi sarana pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, sekaligus alat pemerataan ekonomi. Inilah mandat undang-undang kepada Baznas,” ujar Imdadun.
Imdadun juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang turut mendampingi pelaksanaan program. Menurut Imdadun, keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
"Perlu diingat, Baznas merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat," ucapnya.
Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud mengapresiasi pelaksanaan Program Lumbung Pangan yang dinilainya selaras dengan arah pembangunan daerah serta kebijakan nasional di sektor ketahanan pangan. “Program ini sangat bermanfaat bagi petani, khususnya di Kecamatan Luyo,” katanya.
Samsul menuturkan, sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian Polewali Mandar. Karena itu, kolaborasi dengan Baznas dinilai sebagai bentuk sinergi yang efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. “Pengelolaan zakat yang profesional terbukti mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Samsul Mahmud berharap, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Baznas dapat terus diperluas, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga pada bidang perkebunan dan peternakan yang turut menopang perekonomian daerah.
Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Barat Ahmad menyampaikan, terima kasih kepada Baznas RI, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ahmad berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk memperluas manfaat Program Lumbung Pangan. “Baznas memiliki misi untuk mensejahterakan umat. Program Lumbung Pangan menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari Lumbung Pangan Polewali Mandar yang menjadi titik ke-12 dari total 16 lokasi Program Lumbung Pangan Padi yang dikembangkan Baznas di berbagai daerah.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan panen raya tersebut. Menurut Imdadun, capaian ini menjadi indikator bahwa program pemberdayaan zakat mampu memberikan hasil yang nyata bagi para penerima manfaat.
Baca juga: Wali Kota Jakpus dan Baznas Resmikan Program Bedah Rumah Korban Kebakaran RW 01 Bungur
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan panen raya. Ini menunjukkan bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Imdadun menjelaskan, Lumbung Pangan Polewali Mandar melibatkan 66 Kepala Keluarga (KK) petani dari kalangan mustahik binaan Baznas dengan luas lahan panen mencapai 60 hektare. Dari sisi hasil, program ini menunjukkan peningkatan signifikan.
Potensi panen mencapai Rp42.000.000 per hektare, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp29.000.000 hingga Rp31.000.000 per hektare. "Peningkatan tersebut didukung pendampingan intensif untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan petani," ujarnya.
Imdadun menegaskan, Program Lumbung Pangan tidak semata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam menyalurkan zakat melalui skema pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi umat.
Lihat video: Kumpulkan Bantuan untuk Palestina Rp452 M, Kepala Baznas: Berkat Pidato Presiden
“Harapannya, program ini benar-benar berbuah, menjadi sarana pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, sekaligus alat pemerataan ekonomi. Inilah mandat undang-undang kepada Baznas,” ujar Imdadun.
Imdadun juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang turut mendampingi pelaksanaan program. Menurut Imdadun, keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
"Perlu diingat, Baznas merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat," ucapnya.
Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud mengapresiasi pelaksanaan Program Lumbung Pangan yang dinilainya selaras dengan arah pembangunan daerah serta kebijakan nasional di sektor ketahanan pangan. “Program ini sangat bermanfaat bagi petani, khususnya di Kecamatan Luyo,” katanya.
Samsul menuturkan, sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian Polewali Mandar. Karena itu, kolaborasi dengan Baznas dinilai sebagai bentuk sinergi yang efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. “Pengelolaan zakat yang profesional terbukti mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Samsul Mahmud berharap, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Baznas dapat terus diperluas, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga pada bidang perkebunan dan peternakan yang turut menopang perekonomian daerah.
Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Barat Ahmad menyampaikan, terima kasih kepada Baznas RI, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ahmad berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk memperluas manfaat Program Lumbung Pangan. “Baznas memiliki misi untuk mensejahterakan umat. Program Lumbung Pangan menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :