Komika Pandji Pragiwaksono Kembali Dilaporkan ke Polisi Terkait Konten Mens Rea
Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06 WIB
loading...
Majelis Pesantren Salafiah (MPS) Banten melaporkan komika Pandji Pragiwarksono kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komika Pandji Pragiwarksono kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pandji dilaporkan oleh Majelis Pesantren Salafiah (MPS) Banten yang menilai materi dari konten tersebut mengandung unsur penghinaan terhadap peribadatan agama Islam.
Laporan itu teregister dalam nomor laporan L.P/B/567/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Pandji dilaporkan dengan Pasal 300 UU 1/2023 dan atau Pasal 301 KUHP tentang dugaan tindak pidana penistaan agama.
“Tujuannya, karena kita sebagai Muslim, melaporkan untuk klarifikasi komedian Panji Pragiwaksono yang di GBK itu ya. Karena ada penggunaan diksi orang yang salatnya tidak pernah bolong alias rajin, kita sudah paham kaitannya dengan soal kepemimpinan,” kata perwakilan Majelis Pesantren Salafiah Banten, Kiai Haji KH Matin Syarkowi, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Polisi Jadwalkan Pemanggilan Pandji Pragiwaksono setelah Minta Pendapat Ahli
“Dia mengatakan dalam narasi itu bahwa orang yang tidak pernah bolong salatnya alias rajin, apakah otomatis, kira-kira begitu ya, menjadi orang baik? Jawab dia, enggak. Tapi bisa disebut orang rajin,” sambung dia.
Menurut dia, dalam keyakinan umat Islam, seseorang yang rajin salat dan tidak pernah meninggalkannya diyakini sebagai orang baik, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.
“Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, Salat itu ada salat fardu ada salat sunah. Orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik,” ujar dia.
Dia menilai persoalan muncul ketika Pandji mengaitkan analogi tersebut dengan perumpamaan siswa yang tidak pernah bolos sekolah namun disebut “goblok”.
Lihat video: Kasus Mens Rea Pandji: Dari Materi Komedi Jadi Urusan Hukum
“Lalu di mana salahnya? Pandji kemudian menyambung narasi itu dengan memperumpamakan kalau kita yakini sebagai analogi dengan siswa yang tidak pernah bolos, ujung-ujungnya kata dia, ‘seperti saya, goblok’. Sehingga ini bisa atau dapat dimaknai orang yang rajin salat, belum tentu baik, dan bisa jadi goblok,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti analogi lain yang digunakan Pandji terkait profesi pilot, yang menurutnya tidak relevan dan mengada-ada.
“Dipertegas dengan perumpamaan yang ‘menurut keyakinan saya,’ dia mengada-ada. Apa mengada-adanya? Memperumpamakan dengan syarat sebagai pilot Garuda. Yang syaratnya itu adalah salatnya tidak bolong-bolong. Lalu menunjukkan kegoblokan itu ketika turbulensi mengalami gangguan, lalu seolah-olah si pilot yang rajin salat itu mengajak justru salat safar,” imbuhnya.
“Karena tidak ada di dunia ini, saya yakin tidak ada, seorang pilot yang mengajak penumpangnya untuk salat safar ketika ada masalah di pesawat,” lanjutnya.
Atas dasar tersebut, laporan yang diajukan berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap peribadatan agama Islam. Matin menegaskan, materi tersebut dinilai telah keluar dari konteks hiburan.
“Penghinaan terhadap peribadatan agama Islam. Karena ada diksi ‘yang saya yakini’ seperti itu. Kan berdasarkan keyakinan saya juga. Diksinya itu ‘orang yang rajin salat’. Rajin itu berarti tidak pernah bolong-bolong, artinya dia kan saban hari salat,” ucapnya.
Dia menambahkan, pihak pelapor juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti berupa flash disk. “Ada. Sudah kita serahkan ke situ. Apa, flash disk dan lain-lain kita ada,” jelasnya.
Laporan itu teregister dalam nomor laporan L.P/B/567/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Pandji dilaporkan dengan Pasal 300 UU 1/2023 dan atau Pasal 301 KUHP tentang dugaan tindak pidana penistaan agama.
“Tujuannya, karena kita sebagai Muslim, melaporkan untuk klarifikasi komedian Panji Pragiwaksono yang di GBK itu ya. Karena ada penggunaan diksi orang yang salatnya tidak pernah bolong alias rajin, kita sudah paham kaitannya dengan soal kepemimpinan,” kata perwakilan Majelis Pesantren Salafiah Banten, Kiai Haji KH Matin Syarkowi, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Polisi Jadwalkan Pemanggilan Pandji Pragiwaksono setelah Minta Pendapat Ahli
“Dia mengatakan dalam narasi itu bahwa orang yang tidak pernah bolong salatnya alias rajin, apakah otomatis, kira-kira begitu ya, menjadi orang baik? Jawab dia, enggak. Tapi bisa disebut orang rajin,” sambung dia.
Menurut dia, dalam keyakinan umat Islam, seseorang yang rajin salat dan tidak pernah meninggalkannya diyakini sebagai orang baik, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.
“Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, Salat itu ada salat fardu ada salat sunah. Orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik,” ujar dia.
Dia menilai persoalan muncul ketika Pandji mengaitkan analogi tersebut dengan perumpamaan siswa yang tidak pernah bolos sekolah namun disebut “goblok”.
Lihat video: Kasus Mens Rea Pandji: Dari Materi Komedi Jadi Urusan Hukum
“Lalu di mana salahnya? Pandji kemudian menyambung narasi itu dengan memperumpamakan kalau kita yakini sebagai analogi dengan siswa yang tidak pernah bolos, ujung-ujungnya kata dia, ‘seperti saya, goblok’. Sehingga ini bisa atau dapat dimaknai orang yang rajin salat, belum tentu baik, dan bisa jadi goblok,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti analogi lain yang digunakan Pandji terkait profesi pilot, yang menurutnya tidak relevan dan mengada-ada.
“Dipertegas dengan perumpamaan yang ‘menurut keyakinan saya,’ dia mengada-ada. Apa mengada-adanya? Memperumpamakan dengan syarat sebagai pilot Garuda. Yang syaratnya itu adalah salatnya tidak bolong-bolong. Lalu menunjukkan kegoblokan itu ketika turbulensi mengalami gangguan, lalu seolah-olah si pilot yang rajin salat itu mengajak justru salat safar,” imbuhnya.
“Karena tidak ada di dunia ini, saya yakin tidak ada, seorang pilot yang mengajak penumpangnya untuk salat safar ketika ada masalah di pesawat,” lanjutnya.
Atas dasar tersebut, laporan yang diajukan berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap peribadatan agama Islam. Matin menegaskan, materi tersebut dinilai telah keluar dari konteks hiburan.
“Penghinaan terhadap peribadatan agama Islam. Karena ada diksi ‘yang saya yakini’ seperti itu. Kan berdasarkan keyakinan saya juga. Diksinya itu ‘orang yang rajin salat’. Rajin itu berarti tidak pernah bolong-bolong, artinya dia kan saban hari salat,” ucapnya.
Dia menambahkan, pihak pelapor juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti berupa flash disk. “Ada. Sudah kita serahkan ke situ. Apa, flash disk dan lain-lain kita ada,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :