Dampak Pembatasan Truk Sumbu 3 saat Nataru, Kehidupan Sopir Kian Terjepit

Senin, 19 Januari 2026 - 16:30 WIB
loading...
Dampak Pembatasan Truk...
Pembatasan perlintasan kendaraan logistik yang diberlakukan pemerintah saat hari besar keagamaan dinilai memberi tekanan langsung terhadap kehidupan sopir truk. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pembatasan perlintasan kendaraan logistik yang rutin diberlakukan pemerintah saat hari besar keagamaan nasional seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta lebaran dinilai tidak hanya menghambat distribusi barang. Tetapi juga memberi tekanan langsung terhadap kehidupan sopir truk.

Kebijakan itu membuat waktu tempuh perjalanan membengkak, ongkos operasional meningkat, dan pendapatan sopir tergerus drastis.

Baca juga: Aptrindo Sesalkan Larangan Truk Sumbu Tiga saat Nataru Diperpanjang Jadi 17 Hari

Seperti Muhammad Irfan misalnya yang mengaku dirugikan akibat kebijakan tersebut. Sopir berusia 30 tahun ini mengungkapkan bahwa kebijakan pembatasan perlintasan saat hari besar memangkas lebih dari 50 persen pendapatannya.



"Dalam kondisi normal bisa Rp2 juta, tapi kalau terkena pembatasan perlintasan itu Rp1 juta sudah bersyukur," kata Muhammad Irfan dalam keterangannya, Senin (19/1/2026)

Sopir truk asal Jakarta yang sedang melayani rute Jakarta–Tanjung Enim, Sumatera Selatan itu menegaskan bahwa penghasilannya turun tajam akibat pembatasan kendaraan. Dia mengungkapkan, durasi perjalanan membuat biaya hidup di jalan membengkak.

Baca juga: Anggota DPR: Larangan Truk Sumbu Tiga saat Nataru Jadi 17 Hari Kebijakan Tidak Tepat

Mulai dari ongkos makan, penginapan darurat di rest area atau tempat lainnya, hingga biaya parkir tak resmi kerap menggerus penghasilan. Bahkan, sambung dia, praktik pungutan liar masih menjadi risiko yang harus dihadapi sopir.

"Kalau lagi ada pembatasan, ongkos kami habis buat nginep, makan, parkir. Kadang ada preman, kita harus nempelin duit. Untuk pungli saja bisa habis sejuta lebih," katanya.

Irfan yang telah menjadi sopir truk selama 13 tahun itu menuturkan, pembatasan memaksanya mencari jalur alternatif karena tidak bisa masuk jalan tol. Hal tersebut menambah jarak tempuh dan risiko di jalan.

Menurutnya, pelarangan tersebut kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Dia mengungkapkan bahwa apabila truk masuk tol di luar jam yang diperbolehkan maka sopir harus membayar oknum aparat sekitar Rp1 juta untuk mendapatkan pengawalan hingga keluar pintu tol.

"Kalau mau nekat lewat, ya harus bayar besar ke petugas. Pernah sampai sejuta, nanti dikawal sampai exit tol. Kalau nggak, ya ditilang," katanya.

Tekanan serupa juga dirasakan Chandra Kusuma Wardana, sopir truk yang kerap melayani rute Jakarta–Semarang. Dia menilai pembatasan perlintasan sangat merugikan sopir karena mayoritas dari mereka bekerja dengan sistem borongan tanpa gaji pokok.

"Pendapatan kami itu murni dari jalan. Kalau truk nggak jalan, ya kami rugi. Uang jalan habis, dari perusahaan juga nggak ada kompensasi apa-apa," kata Chandra.

Dia menjelaskan, dalam kondisi normal, perjalanan pulang-pergi Jakarta–Semarang-Jakarta bisa menghasilkan sekitar Rp1,5 juta dalam waktu enam sampai delapan hari. Namun saat pembatasan diberlakukan, pendapatan itu bisa terpangkas lebih dari separuh.

"Dengan pembatasan ini, PP paling dapat Rp900 ribu. Itu nggak cukup buat keluarga. Makin lama sampai, makin rugi. Capeknya nambah, uangnya makin sedikit," katanya.

Chandra menambahkan, kemacetan parah di jalur Pantura saat pembatasan membuat sopir kerap terjebak berjam-jam bahkan berhari-hari di jalan. Dia melanjutkan, jika truk dihentikan dan diarahkan ke rest area, biaya hidup justru semakin mahal.

"Kami berhenti di tol, makan mahal, waktu habis. Tahun kemarin kami benar-benar macet parah, truk disuruh minggir semua," katanya.

Para sopir berharap pemerintah tidak lagi memandang pembatasan logistik semata sebagai pengaturan lalu lintas, melainkan juga melihat dampaknya terhadap pekerja di sektor angkutan barang. Menurutnya, tanpa skema pengaturan yang lebih manusiawi dan kompensasi yang jelas, kebijakan tahunan tersebut dinilai hanya akan memperpanjang tekanan ekonomi terhadap sopir dan keluarganya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, Menhub Ingatkan Truk Sumbu Tiga Masih Dibatasi hingga 29 Maret 2026
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Dinilai Menyusahkan Keluarga Buruh Angkut
Aktivitas Gudang di...
Aktivitas Gudang di Ancol Terhenti Dampak Truk Sumbu 3 Dilarang Beroperasi
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Lebaran Berdampak pada Penghasilan Sopir hingga Pedagang
Buruh Angkut Minta Pemerintah...
Buruh Angkut Minta Pemerintah Kaji Ulang Larangan Truk Sumbu 3 selama Momen Lebaran
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Truk Dilarang Beroperasi...
Truk Dilarang Beroperasi selama 17 Hari saat Lebaran, DPR: Bebani Industri dan Sopir
Aptrindo Sesalkan Larangan...
Aptrindo Sesalkan Larangan Truk Sumbu Tiga saat Nataru Diperpanjang Jadi 17 Hari
Mengukur Dampak Besar...
Mengukur Dampak Besar Pembatasan Kendaraan Logistik Saat Nataru
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
3 Ruas Tol Fungsional...
3 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved