BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Jakarta-Jabar hingga 24 Januari 2026
Senin, 19 Januari 2026 - 09:43 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta hingga Jawa Barat akan terus berlanjut guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta hingga Jawa Barat akan terus berlanjut guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BNPB menjadwalkan OMC diperpanjang hingga Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi proaktif untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Aam, sapaan Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 umumnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi pada 20–21 Januari 2026 di Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat.
Baca Juga: Genangan Surut, KRL Bisa Lintasi Stasiun Tanjung Priok dan Kampung Bandan
"Hujan sedang hingga lebat juga mungkin terjadi secara bervariasi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Menindaklanjuti rekomendasi BMKG, BNPB akan kembali melaksanakan OMC pada 20–24 Januari 2026," ujar Aam dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1/2026).
![BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Jakarta-Jabar hingga 24 Januari 2026]()
Operasi Modifikasi Cuaca. Foto/Dok BNPB
Saat ini, kata Aam, pesawat Grand Caravan PK-JVH menjalani preventive inspection pada 18–19 Januari 2026 dan akan kembali dioperasikan sesuai jadwal untuk mendukung kegiatan OMC.
Aam pun membeberkan bahwa BNPB sebelumnya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 12–17 Januari 2026 di Posko Halim Perdanakusuma. Selama periode tersebut, dilakukan 20 sorti penerbangan menggunakan 15.000 kg Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kg Kalsium Oksida (CaO).
"BPBD DKI Jakarta juga melaksanakan OMC menggunakan pesawat Casa TNI AU sejak 16 hingga 22 Januari 2026, dengan penerbangan operasional hingga pukul 17.00 WIB setiap hari, sebagai bagian dari sinergi lintas instansi."
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi proaktif untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Aam, sapaan Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 umumnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi pada 20–21 Januari 2026 di Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat.
Baca Juga: Genangan Surut, KRL Bisa Lintasi Stasiun Tanjung Priok dan Kampung Bandan
"Hujan sedang hingga lebat juga mungkin terjadi secara bervariasi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Menindaklanjuti rekomendasi BMKG, BNPB akan kembali melaksanakan OMC pada 20–24 Januari 2026," ujar Aam dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1/2026).

Operasi Modifikasi Cuaca. Foto/Dok BNPB
Saat ini, kata Aam, pesawat Grand Caravan PK-JVH menjalani preventive inspection pada 18–19 Januari 2026 dan akan kembali dioperasikan sesuai jadwal untuk mendukung kegiatan OMC.
Aam pun membeberkan bahwa BNPB sebelumnya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 12–17 Januari 2026 di Posko Halim Perdanakusuma. Selama periode tersebut, dilakukan 20 sorti penerbangan menggunakan 15.000 kg Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kg Kalsium Oksida (CaO).
"BPBD DKI Jakarta juga melaksanakan OMC menggunakan pesawat Casa TNI AU sejak 16 hingga 22 Januari 2026, dengan penerbangan operasional hingga pukul 17.00 WIB setiap hari, sebagai bagian dari sinergi lintas instansi."
(zik)
Lihat Juga :