Mendagri: 25 Desa Hilang Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut
Kamis, 08 Januari 2026 - 17:05 WIB
loading...
Mendagri menyebut sebanyak 25 desa di Aceh dan Sumut hilang pascaditerjang banjir dan tanah longsor. Foto/SindoNews
A
A
A
ACEH - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) menyebut sebanyak 25 desa di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) hilang pascaditerjang banjir dan tanah longsor. Adapun, delapan desa hilang di Sumut sisanya berada di Aceh.
"Di Sumut masih tetap sama 8, jadi ada 25 kira-kira jumlah desa yang hilang per hari ini. Tapi kita akan cross check lagi nantinya," ujar dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).
Tito juga mengoreksi data yang sebelumnya disampaikan ada 22 desa yang hilang usai diterjang bencana. Tito menyebut kalau kini terdapat 25 desa hilang bedasarkan hasil rapat bersama BNPB dan kepala daerah.
Baca juga: Mendagri Kirim 1.138 Praja IPDN Bantu Pemulihan di Aceh
Dalam rapat tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan di wilayahnya tidak ada desa yang hilang. Meski sebelumnya ada satu daerah yang terisolasi karena akses jalur datanya putus tertutup longsor.
"Tapi berkat kerja keras semua pihak, terutama dari TNI ya membangun jembatan, didukung yang lain, Polri, kemudian pemerintah daerah, dari Danantara, Menteri PU, semua bergerak, sehingga akhirnya satu desa itu sekarang sudah terbuka," ucapnya.
Baca juga: Warga Terdampak Bencana Sumatera Bakal Tempati Hunian dalam 2 Minggu
Pada rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh pun menyampaikan perkembangan terbaru jika saat ini ada 17 desa yang lenyap. Berdasarkan data sebelumnya hanya terdapat 13 desa yang hilang.
"Aceh menyampaikan juga ada gampong yang lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17. Ini akan kita cross check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya," katanya.
"Di Sumut masih tetap sama 8, jadi ada 25 kira-kira jumlah desa yang hilang per hari ini. Tapi kita akan cross check lagi nantinya," ujar dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).
Tito juga mengoreksi data yang sebelumnya disampaikan ada 22 desa yang hilang usai diterjang bencana. Tito menyebut kalau kini terdapat 25 desa hilang bedasarkan hasil rapat bersama BNPB dan kepala daerah.
Baca juga: Mendagri Kirim 1.138 Praja IPDN Bantu Pemulihan di Aceh
Dalam rapat tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan di wilayahnya tidak ada desa yang hilang. Meski sebelumnya ada satu daerah yang terisolasi karena akses jalur datanya putus tertutup longsor.
"Tapi berkat kerja keras semua pihak, terutama dari TNI ya membangun jembatan, didukung yang lain, Polri, kemudian pemerintah daerah, dari Danantara, Menteri PU, semua bergerak, sehingga akhirnya satu desa itu sekarang sudah terbuka," ucapnya.
Baca juga: Warga Terdampak Bencana Sumatera Bakal Tempati Hunian dalam 2 Minggu
Pada rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh pun menyampaikan perkembangan terbaru jika saat ini ada 17 desa yang lenyap. Berdasarkan data sebelumnya hanya terdapat 13 desa yang hilang.
"Aceh menyampaikan juga ada gampong yang lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17. Ini akan kita cross check lagi apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya," katanya.
(cip)
Lihat Juga :