JICT Komitmen Jaga Kelancaran Logistik Nasional di 2026
Selasa, 06 Januari 2026 - 19:50 WIB
loading...
Jakarta International Container Terminal (JICT) berkomitmen menjaga arus logistik nasional pada 2026, dan memperkuat operasional dan keselamatan kerja. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jakarta International Container Terminal (JICT) berkomitmen menjaga kelancaran arus logistik nasional pada 2026. Termasuk memperkuat keandalan operasional dan keselamatan kerja. Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama JICT Budi Cahyono saat menutup 2025 dan membuka 2026 dengan kegiatan bertajuk "The Last Container Lifted in 2025 dan The First Container Loaded in 2026".
Kegiatan penutupan tahun ditandai dengan pengangkatan kontainer terakhir pada malam 31 Desember 2025. Beberapa menit kemudian, tepat memasuki 1 Januari 2026, JICT kembali mengoperasikan fasilitasnya dengan pemuatan kontainer pertama pada 2026.
Baca juga: Retret Kabinet di Hambalang, Prabowo Singgung Gejolak Dunia
Budi mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan komitmen perusahaan terhadap layanan kepelabuhanan yang berkelanjutan.
“Pergantian tahun di terminal petikemas bukan berarti berhenti beroperasi. Justru ini menjadi penegasan JICT siap bekerja sejak detik pertama tahun baru, menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan rantai logistik tetap berjalan,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Menurut dia, setiap pergerakan kontainer merupakan hasil kolaborasi seluruh insan terminal JICT mulai dari operator lapangan, perencana operasi, hingga tim pendukung. Konsistensi inilah yang menjadi fondasi utama JICT dalam menghadirkan layanan yang andal dan berdaya saing global.
Baca juga: KSOP Priok Bersama JICT Perkuat Kinerja Pelayanan Pelabuhan
“Ke depan, tantangan industri logistik akan semakin kompleks. Karena itu, kami berkomitmen terus memperkuat keandalan operasional dan keselamatan kerja, sejalan dengan kebutuhan pelanggan serta standar internasional. Untuk itu di tahun 2026 JICT akan mendatangkan berbagai peralatan baru seperti e-QC, e-RTGC, dan e-Terminal Truck,” kata Budi.
Rangkaian Last Container dan First Container ini juga menjadi penanda transisi kinerja dari satu tahun ke tahun berikutnya, sekaligus pengingat bahwa aktivitas JICT beroperasi tanpa jeda.
"Dengan kesiapan sumber daya manusia, peralatan dan sistem, JICT optimistis dapat melangkah lebih jauh pada 2026, menjaga perannya sebagai gerbang perekonomian Indonesia," ujar Budi.
Kegiatan penutupan tahun ditandai dengan pengangkatan kontainer terakhir pada malam 31 Desember 2025. Beberapa menit kemudian, tepat memasuki 1 Januari 2026, JICT kembali mengoperasikan fasilitasnya dengan pemuatan kontainer pertama pada 2026.
Baca juga: Retret Kabinet di Hambalang, Prabowo Singgung Gejolak Dunia
Budi mengatakan tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan komitmen perusahaan terhadap layanan kepelabuhanan yang berkelanjutan.
“Pergantian tahun di terminal petikemas bukan berarti berhenti beroperasi. Justru ini menjadi penegasan JICT siap bekerja sejak detik pertama tahun baru, menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan rantai logistik tetap berjalan,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Menurut dia, setiap pergerakan kontainer merupakan hasil kolaborasi seluruh insan terminal JICT mulai dari operator lapangan, perencana operasi, hingga tim pendukung. Konsistensi inilah yang menjadi fondasi utama JICT dalam menghadirkan layanan yang andal dan berdaya saing global.
Baca juga: KSOP Priok Bersama JICT Perkuat Kinerja Pelayanan Pelabuhan
“Ke depan, tantangan industri logistik akan semakin kompleks. Karena itu, kami berkomitmen terus memperkuat keandalan operasional dan keselamatan kerja, sejalan dengan kebutuhan pelanggan serta standar internasional. Untuk itu di tahun 2026 JICT akan mendatangkan berbagai peralatan baru seperti e-QC, e-RTGC, dan e-Terminal Truck,” kata Budi.
Rangkaian Last Container dan First Container ini juga menjadi penanda transisi kinerja dari satu tahun ke tahun berikutnya, sekaligus pengingat bahwa aktivitas JICT beroperasi tanpa jeda.
"Dengan kesiapan sumber daya manusia, peralatan dan sistem, JICT optimistis dapat melangkah lebih jauh pada 2026, menjaga perannya sebagai gerbang perekonomian Indonesia," ujar Budi.
(shf)
Lihat Juga :