2 Pria Dianiaya Oknum TNI di Depok, Polisi Sebut Pemicunya Diduga Ada Transaksi Narkoba
Senin, 05 Januari 2026 - 08:31 WIB
loading...
Polisi menyebu penganiayaan terhadap dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) oleh oknum TNI dan warga di Tapos, Depok dipicu dugaan adanya transaksi narkoba. Foto/Ist
A
A
A
DEPOK - Polisi menyebut penganiayaan terhadap dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) oleh oknum anggota TNI dan warga di Gang Swadaya Emas, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok dipicu dugaan adanya transaksi narkoba. Salah seorang korban penganiayaan, WAT meninggal dunia, dan seorang lainnya dirawat di rumah sakit.
“Motifnya karena diduga kedua korban melakukan penempelan atau sedang melakukan transaksi narkoba,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Pelaku Penganiayaan Dua Pria di Depok Oknum TNI AL, Polisi: Diamankan POM AL
Meski begitu, dia menambahkan, pihaknya belum memastikan kecurigaan itu benar atau tidak. Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Kalau terbukti narkoba atau tidak kami belum menerima infonya,” ujar dia.
Sebelumnya, oknum anggota TNI AL, Serda M melakukan penganiayaan terhadap dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) di Gang Swadaya Emas, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Diketahui, korban WAT meninggal dunia akibat insiden itu.
Kadispen TNI AL, Laksma Tunggul mengungkapkan kronologi awal Serda M melakukan penganiayaan terhadap WAT dan DN.
Baca juga: Kronologi Oknum TNI AL Aniaya 2 Pria hingga 1 Orang Tewas di Depok
Dia menjelaskan, sebelum kejadian, Serda M mencurigai kedua korban yang saat itu diduga akan melakukan transaksi ilegal.
“Peristiwa bermula saat Serda M bersama warga mencurigai bahwa dua orang yang datang ke wilayah tempat tinggalnya diduga akan melaksanakan transaksi ilegal,” kata Tunggul kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Setelahnya, kata dia, Serda M bersama warga melakukan tindakan penganiayaan yang menyebabkan luka parah terhadap korban. Bahkan, korban berinisial WAT tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Serda M bersama warga melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada kedua korban yang berakibat satu orang meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara Brimob, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat,” ujar dia.
Tunggul pun menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi ini. Dia juga menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Dia memastikan bahwa saat ini Serda M tengah menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer Kodaeral III
“Saat ini, Serda M sedang menjalani proses pemeriksaan intensif atas perbuatannya secara hukum militer. TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan menegaskan bahwa Proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional serta akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.
“Motifnya karena diduga kedua korban melakukan penempelan atau sedang melakukan transaksi narkoba,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Pelaku Penganiayaan Dua Pria di Depok Oknum TNI AL, Polisi: Diamankan POM AL
Meski begitu, dia menambahkan, pihaknya belum memastikan kecurigaan itu benar atau tidak. Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Kalau terbukti narkoba atau tidak kami belum menerima infonya,” ujar dia.
Sebelumnya, oknum anggota TNI AL, Serda M melakukan penganiayaan terhadap dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) di Gang Swadaya Emas, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Diketahui, korban WAT meninggal dunia akibat insiden itu.
Kadispen TNI AL, Laksma Tunggul mengungkapkan kronologi awal Serda M melakukan penganiayaan terhadap WAT dan DN.
Baca juga: Kronologi Oknum TNI AL Aniaya 2 Pria hingga 1 Orang Tewas di Depok
Dia menjelaskan, sebelum kejadian, Serda M mencurigai kedua korban yang saat itu diduga akan melakukan transaksi ilegal.
“Peristiwa bermula saat Serda M bersama warga mencurigai bahwa dua orang yang datang ke wilayah tempat tinggalnya diduga akan melaksanakan transaksi ilegal,” kata Tunggul kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Setelahnya, kata dia, Serda M bersama warga melakukan tindakan penganiayaan yang menyebabkan luka parah terhadap korban. Bahkan, korban berinisial WAT tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Serda M bersama warga melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada kedua korban yang berakibat satu orang meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara Brimob, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat,” ujar dia.
Tunggul pun menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi ini. Dia juga menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Dia memastikan bahwa saat ini Serda M tengah menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer Kodaeral III
“Saat ini, Serda M sedang menjalani proses pemeriksaan intensif atas perbuatannya secara hukum militer. TNI AL menyayangkan terjadinya insiden ini dan menegaskan bahwa Proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional serta akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :