Kemendukbangga/BKKBN Kerahkan TPK Atasi Trauma Keluarga Terdampak Bencana Sumatera

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:28 WIB
loading...
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN mengerahkan Tim TPK untuk mengatasi trauma keluarga terdampak bencana di tiga provinsi. Foto/SindoNews
A A A
ACEH - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera sejak akhir November 2025 telah meninggalkan dampak fisik dan psikologis yang mendalam bagi masyarakat. Sebanyak 1.140 orang meninggal sementara ratusan ribu keluarga kehilangan rumah, mata pencaharian.

Selain kehilangan harta benda, sejumlah keluarga tercerai berai sehingga menimbulkan trauma yang membekas pada para korban. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang berfokus pada ketahanan keluarga, tidak tinggal diam dengan kondisi yang dapat mengancam stabilitas psikologis keluarga yang terdampak bencana. Kemendukbangga/BKKBN telah mengerahkan jajaran dan jejaring yang ada di lapangan untuk mengatasi problematika sistemik ini.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material. Pihaknya mengingatkan untuk terus meluruskan niat dalam upaya pemberian bantuan termasuk trauma healing, yang disebutnya sebagai bagian dari menjaga kepastian masa depan keluarga.

Baca juga: BNPB: Huntara untuk Warga Aceh Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadan

“Menurut saya ini bukan masalah penting dan tidak penting, tetapi semangatnya adalah memastikan keluarga yang pernah kena bencana, ada yang, mohon maaf, kehilangan keluarganya, ada yang meninggal dunia, kehilangan hartanya, bahkan mungkin kehilangan tanahnya. Bahkan ada yang hari ini belum ketemu keluarganya. Saya kira kita memahami suasana kebatinan itu dan tentu kita ikut prihatin,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

Orang nomor satu di Kemendukbangga/BKKBN ini menegaskan jika tiga kelompok rentan yang menerima tekanan psikologis, juga merupakan elemen penting dalam siklus hidup yang begitu diperhatikan oleh kementeriannya.

“Maka, kita hadir untuk memastikan anak-anak jangan mengalami trauma. Perempuan jangan mengalami trauma. Lansia juga jangan mengalami trauma. Karena siapapun, anak-anak ini bagian dari masa depan kita.”

Baca juga: 25 Mayjen TNI Dimutasi Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya

Menurut Wihaji, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dihadapkan pada situasi cukup kompleks pada upaya pemulihan trauma pasca bencana ini. Di satu sisi ada sebagian TPK yang juga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, namun di sisi lain sebagai relawan keluarga, kiprah TPK bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) juga menjadi bukti negara hadir pada rehabilitasi psikologis pasca trauma.


Menteri Wihaji menginstruksikan kepada Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, BKKBN Sumatera Utara dan BKKBN Sumatera Barat untuk mendata dan membantu TPK yang terkena bencana serta menggerakkan para TPK yang lebih aman dari bencana untuk memberikan uluran tangan memulihkan psikis korban bencana di sekitarnya.

TPK pula yang paling mengerti, perlakuan seperti apa yang cocok diterapkan untuk mengurangi luka batin masyarakat di wilayahnya.

“Tentu kita akan menyesuaikan. Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, tentu traumanya juga beda-beda, kelasnya juga beda-beda, peristiwanya juga beda-beda. Artinya metode trauma healing disesuaikan dengan sebab dan lokasi serta budaya di masing-masing tempat,” ucapnya.

Dalam praktiknya, Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh melaksanakan trauma healing melalui permainan sederhana, bernyanyi, dan aktivitas yang ramah anak, sambil melibatkan para kader, remaja Generasi Berencana (Genre) dan anggota keluarga. Salah satu aspek paling penting dari komitmen Kemendukbangga/BKKBN adalah jaminan bahwa pemulihan bukan sekadar respons jangka pendek.

Wihaji memberikan pernyataan tegas pendampingan trauma ini akan terus berlanjut. “Trauma tidak bisa dibatasi waktu, selama membutuhkan kehadiran dari pemerintah khususnya Kemendukbangga/BKKBN, maka kita wajib hadir memberikan jalan keluar.”

Sebagai informasi penguat, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Sumatera Barat mencatat 40 dari 61 anak di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, mengalami gangguan tidur pascabencana. Tak hanya gangguan tidur, pada screening lanjutan yang melibatkan 55 anak berusia 3-18 tahun di lokasi yang sama, menunjukkan 49 anak atau 89 persen termasuk dalam kategori Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

IDAI menilai temuan ini mengidentifikasi tingginya beban psikologis anak yang terdampak bencana. Inilah mengapa kekhawatiran menteri atas kondisi psikis keluarga dan anak di lokasi bencana harus diperhatikan khusus. Menjadikan keluarga sebagai pusat pemulihan trauma dengan pendampingan TPK dan lintas sektor merupakan langkah paling logis yang bisa ditempuh saat ini.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kaposwil Safrizal: 480...
Kaposwil Safrizal: 480 Lokasi Terdampak Lumpur Banjir di Aceh Sudah Dibersihkan
Ratusan Keluarga Korban...
Ratusan Keluarga Korban Banjir Bandang di Aceh dan Sumut Terima Bantuan Pangan
Satgas Rehab-Rekon Aceh...
Satgas Rehab-Rekon Aceh Ajak Warga Bersihkan Daerah Bencana lewat Padat Karya Tunai
Mendagri: 38 Daerah...
Mendagri: 38 Daerah Bangkit dari Bencana Sumatera, 11 Wilayah Masih Butuh Perhatian
Bantu Korban Bencana...
Bantu Korban Bencana Sumatera, Tokio Marine Group Donasikan USD50.000 kepada PMI
Satgas PRR Serahkan...
Satgas PRR Serahkan Bantuan Presiden untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Pidie
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Mensesneg Pastikan Dalami...
Mensesneg Pastikan Dalami Dugaan Penebangan Hutan Picu Banjir di Guci Tegal
Banjir Bandang Tapanuli...
Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Kayu Gelondongan Menumpuk di Sungai
Rekomendasi
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved