Ungkap Upaya Sabotase Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera, KSAD: Ini Biadab!
Senin, 29 Desember 2025 - 13:08 WIB
loading...
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap adanya upaya sabotase jembatan bailey yang dibangun TNI di lokasi terdampak bencana Sumatera. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap adanya upaya sabotase jembatan bailey yang dibangun TNI di lokasi terdampak bencana Sumatera.
"Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha menyabotase jembatan bailey kita," kata Maruli saat konferensi persnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Upaya tersebut terjadi sekitar dua hari lalu. Maruli mengungkap jembatan bailey yang sudah terbangun, ternyata ada yang mencoba untuk mencopot baut-baut konstruksi jembatan tersebut. "Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini, terus terang saja," ujarnya dengan nada geram.
Baca juga: Sebagian Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Beralih ke Fase Transisi Rehabilitasi
Maruli menyayangkan upaya yang dilakukan dengan maksud menyudutkan pemerintah itu justru dilakukan dengan cara mengorbankan nyawa rakyat yang sedang dalam kondisi sulit.
"Masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan. Saya semalam tidak bisa tidur, saya memikirkan ini. Karena saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," tuturnya.
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
Maruli juga menepis isu liar yang menyebutkan kejadian ini adalah sebuah bentuk pengkondisian untuk maksud tertentu. "Kalau pengkondisian membuat masyarakat mati, bukan pengkondisian namanya itu, itu biadab namanya," tegasnya.
"Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha menyabotase jembatan bailey kita," kata Maruli saat konferensi persnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Upaya tersebut terjadi sekitar dua hari lalu. Maruli mengungkap jembatan bailey yang sudah terbangun, ternyata ada yang mencoba untuk mencopot baut-baut konstruksi jembatan tersebut. "Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini, terus terang saja," ujarnya dengan nada geram.
Baca juga: Sebagian Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Beralih ke Fase Transisi Rehabilitasi
Maruli menyayangkan upaya yang dilakukan dengan maksud menyudutkan pemerintah itu justru dilakukan dengan cara mengorbankan nyawa rakyat yang sedang dalam kondisi sulit.
"Masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan. Saya semalam tidak bisa tidur, saya memikirkan ini. Karena saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," tuturnya.
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
Maruli juga menepis isu liar yang menyebutkan kejadian ini adalah sebuah bentuk pengkondisian untuk maksud tertentu. "Kalau pengkondisian membuat masyarakat mati, bukan pengkondisian namanya itu, itu biadab namanya," tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :