Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Rumah Berkah Gelar Indonesia Berzikir di Masjid At-Tin TMII
Minggu, 28 Desember 2025 - 11:50 WIB
loading...
Yayasan Rumah Berkah Nusantara berkolaborasi dengan Majelis Zikir Az-Zikra dan Masjid Agung At-Tin akan menggelar Indonesia Berzikir pada malam Tahun Baru. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Rumah Berkah Nusantara berkolaborasi dengan Majelis Zikir Az-Zikra dan Masjid Agung At-Tin akan menggelar Indonesia Berzikir pada malam Tahun Baru. Kegiatan muhasabah dan doa bersama yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Desember 2025, diselenggarakan di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Berzikir, Ustaz Syahruddin El Fikri, menjelaskan Indonesia Berzikir merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan spiritual yang digelar selama dua hari.
“Ada khitanan massal untuk anak yatim dan dhuafa, santunan yatim, bazar buku, bazar UMKM, donor darah, diskusi kuliner, diskusi parenting, belajar ngaji Al-Qur’an metode 30 menit, diskusi buku dan kepenulisan, hingga puncaknya Indonesia Berzikir,” ujar Syahruddin, Minggu (28/12/2025).
Baca juga: Pesan Menag Soal Kegiatan Akhir Tahun: Jangan Dihabiskan dengan Hura-hura
Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara menambahkan, sejumlah tokoh nasional telah menyatakan kesediaan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar serta Komisioner Baznas RI Noor Achmad.
Selain itu, Indonesia Berzikir juga akan dihadiri oleh KH. Manarul Hidayat (PBNU) KH. Cholil Nafis, Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa KH. Adrian Mafatihallah Kariem serta penampilan salah satu qari internasional yang akan menambah kekhidmatan acara.
Syahruddin yang juga dikenal sebagai jurnalis dan dai menegaskan, kegiatan ini bukan untuk menghakimi cara masyarakat merayakan tahun baru, melainkan menawarkan pilihan yang lebih reflektif dan bermakna.
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
“Kami hanya memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menyambut tahun baru dengan muhasabah dan berzikir, agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Syahruddin juga menyinggung kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai musibah. Menurut Syahruddin, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia seharusnya menggugah kepedulian bersama.
“Saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan uluran tangan. Alangkah bijaksananya jika dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dialihkan untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah,” lanjutnya.
Senada, Ketua Majelis Zikir Az-Zikra, KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf. Menurutnya, momentum pergantian tahun seharusnya diisi dengan kegiatan yang membawa kebaikan dan perbaikan diri.
“Sudahi kegiatan berhura-hura. Mari kita bermuhasabah dan mengisi tahun baru dengan berzikir, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta bershalawat kepada Nabi,” ajaknya.
Kiai Abdul Syukur menegaskan muhasabah merupakan sarana untuk memperbaiki kualitas diri dan kehidupan ke depan. “Kita semua sudah terlalu banyak berbuat dosa. Jangan sampai karena dosa dan kemaksiatan merajalela, kita lalai mengingat dan bahkan menjauh dari Allah. Mari kita mendekatkan diri kepada-Nya,” ucapnya.
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Berzikir, Ustaz Syahruddin El Fikri, menjelaskan Indonesia Berzikir merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial, edukatif, dan spiritual yang digelar selama dua hari.
“Ada khitanan massal untuk anak yatim dan dhuafa, santunan yatim, bazar buku, bazar UMKM, donor darah, diskusi kuliner, diskusi parenting, belajar ngaji Al-Qur’an metode 30 menit, diskusi buku dan kepenulisan, hingga puncaknya Indonesia Berzikir,” ujar Syahruddin, Minggu (28/12/2025).
Baca juga: Pesan Menag Soal Kegiatan Akhir Tahun: Jangan Dihabiskan dengan Hura-hura
Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara menambahkan, sejumlah tokoh nasional telah menyatakan kesediaan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar serta Komisioner Baznas RI Noor Achmad.
Selain itu, Indonesia Berzikir juga akan dihadiri oleh KH. Manarul Hidayat (PBNU) KH. Cholil Nafis, Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa KH. Adrian Mafatihallah Kariem serta penampilan salah satu qari internasional yang akan menambah kekhidmatan acara.
Syahruddin yang juga dikenal sebagai jurnalis dan dai menegaskan, kegiatan ini bukan untuk menghakimi cara masyarakat merayakan tahun baru, melainkan menawarkan pilihan yang lebih reflektif dan bermakna.
Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya
“Kami hanya memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menyambut tahun baru dengan muhasabah dan berzikir, agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Syahruddin juga menyinggung kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai musibah. Menurut Syahruddin, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia seharusnya menggugah kepedulian bersama.
“Saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan uluran tangan. Alangkah bijaksananya jika dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dialihkan untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah,” lanjutnya.
Senada, Ketua Majelis Zikir Az-Zikra, KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf. Menurutnya, momentum pergantian tahun seharusnya diisi dengan kegiatan yang membawa kebaikan dan perbaikan diri.
“Sudahi kegiatan berhura-hura. Mari kita bermuhasabah dan mengisi tahun baru dengan berzikir, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta bershalawat kepada Nabi,” ajaknya.
Kiai Abdul Syukur menegaskan muhasabah merupakan sarana untuk memperbaiki kualitas diri dan kehidupan ke depan. “Kita semua sudah terlalu banyak berbuat dosa. Jangan sampai karena dosa dan kemaksiatan merajalela, kita lalai mengingat dan bahkan menjauh dari Allah. Mari kita mendekatkan diri kepada-Nya,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :