Partai Perindo Hadir di Sumbar, Fokus Bantuan Kemanusiaan dan Huntara bagi Warga Terdampak
Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan warga, terutama keluarga berpenghasilan harian, lansia, dan anak-anak, yang hingga kini masih membutuhkan dukungan serius.
Sejalan dengan data BNPB dan BPBD Sumatera Barat, hingga akhir Desember 2025 tercatat 261 korban meninggal dunia, puluhan warga masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 100.000 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan infrastruktur.
Pada fase pemulihan awal ini, Partai Perindo membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga dengan menyalurkan bantuan berupa beras, air mineral, ikan kaleng serta bahan pangan lainnya. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan pendampingan penuh tim Perindo di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Selain bantuan logistik, Perindo menekankan pentingnya percepatan penyediaan hunian sementara (huntara) yang aman dan layak. Banyak warga kehilangan tempat tinggal atau belum dapat kembali ke rumah mereka, sehingga terpaksa bertahan di lokasi yang tidak memadai dan berisiko terhadap keselamatan serta kesehatan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat diperkirakan membutuhkan waktu 2–3 bulan, seiring perbaikan infrastruktur, penyediaan huntara, serta pembangunan hunian tetap (huntap). Pemerintah pusat merencanakan penyediaan lebih dari 2.500, termasuk dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang menyiapkan 600 unit huntara layak.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi kemanusiaan, dalam penyediaan hunian sementara yang aman dan layak," ujar Sri Gusni Febriasari, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo sekaligus Kepala Unit Pelayanan Masyarakat DPP Partai Perindo.
Hunian sementara atau huntara, imbuhnya, sangat krusial agar warga terdampak memiliki tempat tinggal yang manusiawi sambil menunggu pemulihan rumah permanen. Tanpa itu, risiko kesehatan dan keselamatan warga akan semakin besar.
Senada, Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Barat, Ii Supriyatna menegaskan bahwa Perindo berkomitmen hadir sejak fase tanggap darurat hingga tahap pemulihan, dengan fokus pada penyediaan huntara dan persiapan hunian tetap.
Sejalan dengan data BNPB dan BPBD Sumatera Barat, hingga akhir Desember 2025 tercatat 261 korban meninggal dunia, puluhan warga masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 100.000 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan infrastruktur.
Pada fase pemulihan awal ini, Partai Perindo membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga dengan menyalurkan bantuan berupa beras, air mineral, ikan kaleng serta bahan pangan lainnya. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan pendampingan penuh tim Perindo di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Selain bantuan logistik, Perindo menekankan pentingnya percepatan penyediaan hunian sementara (huntara) yang aman dan layak. Banyak warga kehilangan tempat tinggal atau belum dapat kembali ke rumah mereka, sehingga terpaksa bertahan di lokasi yang tidak memadai dan berisiko terhadap keselamatan serta kesehatan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat diperkirakan membutuhkan waktu 2–3 bulan, seiring perbaikan infrastruktur, penyediaan huntara, serta pembangunan hunian tetap (huntap). Pemerintah pusat merencanakan penyediaan lebih dari 2.500, termasuk dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang menyiapkan 600 unit huntara layak.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi kemanusiaan, dalam penyediaan hunian sementara yang aman dan layak," ujar Sri Gusni Febriasari, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo sekaligus Kepala Unit Pelayanan Masyarakat DPP Partai Perindo.
Hunian sementara atau huntara, imbuhnya, sangat krusial agar warga terdampak memiliki tempat tinggal yang manusiawi sambil menunggu pemulihan rumah permanen. Tanpa itu, risiko kesehatan dan keselamatan warga akan semakin besar.
Senada, Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Barat, Ii Supriyatna menegaskan bahwa Perindo berkomitmen hadir sejak fase tanggap darurat hingga tahap pemulihan, dengan fokus pada penyediaan huntara dan persiapan hunian tetap.
Lihat Juga :