Tembus Sungai dan Perbukitan, Tim Medis Unhas Jangkau Wilayah Terisolasi di Aceh Tengah
Selasa, 23 Desember 2025 - 20:01 WIB
loading...
Tim Medis Unhas berhasil menembus wilayah terisolasi di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Foto/Ist
A
A
A
ACEH TENGAH - Tim Medis Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menembus wilayah terisolasi di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor melanda daerah tersebut. Selama delapan hari penugasan, tim menjadi relawan medis pertama yang menjangkau sejumlah desa terpencil yang sebelumnya belum tersentuh layanan kesehatan.
Ketua Tim Medis Unhas dr. Muhammad Phetrus Johan menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dikoordinasikan oleh LPPM Unhas dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca juga: Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
“Untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam, termasuk di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau. Kami menyadari bahwa di balik angka dan laporan kerusakan, ada warga yang menahan sakit, anak-anak yang mengalami trauma, dan keluarga yang bertahan dalam keterbatasan," ucap Phetrus dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).
Dia menyampaikan bahwa tim Medis Unhas yang berjumlah sembilan orang, yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dan mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran. Tim kata dia tiba di Aceh Tengah pada 16 Desember 2025.
Di Desa Jamat dan wilayah sekitarnya, tim harus menempuh perjalanan darat hingga tujuh jam melalui jalur rusak dan berlumpur. Wilayah ini dilaporkan tidak mendapatkan layanan kesehatan selama hampir tiga pekan pascabencana.
Warga menghadapi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, gangguan pencernaan, hingga nyeri otot akibat aktivitas berat dan kondisi lingkungan yang buruk. Krisis air bersih turut memperparah situasi kesehatan masyarakat.
Baca juga: BMKG: Curah Hujan Tinggi Diprediksi Kembali Melanda Aceh-Sumbar di 2026
Perjalanan yang lebih ekstrem ditemui saat tim menjangkau Desa Reje Payung dan Desa Linge. Kedua desa tersebut terisolasi total, tanpa akses kendaraan bermotor.
Untuk mencapai Desa Reje Payung, tim harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan tali dan melewati medan berat. Tim Medis Unhas tercatat sebagai relawan medis pertama yang berhasil masuk ke wilayah tersebut pascabencana.
Tim Medis Unhas juga menjangkau Desa Kalasegi dan Bamil Nosar Kecamatan Bintang, Desa Gunung Suku Kecamatan Lut Tawar, serta Desa Bergang-Karang Ampar Kecamatan Ketol.
Di Desa Bergang, tim harus berjalan kaki sejauh enam kilometer melintasi perbukitan terjal dan menyeberangi sungai setinggi enam meter melalui jembatan bambu darurat. Di desa ini, tim membuka enam pos layanan kesehatan dan melayani 144 warga, menjadi relawan kesehatan pertama dari luar Aceh yang mencapai wilayah tersebut.
Selain pelayanan medis, tim juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan di Desa Rusip, Kecamatan Silih Nara, untuk membantu pemulihan psikososial masyarakat yang masih diliputi trauma akibat bencana.
"Fokus kami tidak hanya pada pelayanan medis dasar, tetapi juga pada pemetaan masalah kesehatan pascabencana serta pemberian dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan," ujarnya.
Tim Medis Unhas juga menyerahkan bantuan obat-obatan, bahan habis pakai medis, serta alat inovasi pendukung seperti water purifier, perangkat komunikasi, dan sistem internet satelit kepada Dinas Kesehatan Aceh Tengah dan RSUD Datu Beru.
"Kami berharap kehadiran tim dapat sedikit meringankan beban masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” harapnya.
Ketua Tim Medis Unhas dr. Muhammad Phetrus Johan menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dikoordinasikan oleh LPPM Unhas dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca juga: Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
“Untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam, termasuk di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau. Kami menyadari bahwa di balik angka dan laporan kerusakan, ada warga yang menahan sakit, anak-anak yang mengalami trauma, dan keluarga yang bertahan dalam keterbatasan," ucap Phetrus dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).
Dia menyampaikan bahwa tim Medis Unhas yang berjumlah sembilan orang, yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dan mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran. Tim kata dia tiba di Aceh Tengah pada 16 Desember 2025.
Di Desa Jamat dan wilayah sekitarnya, tim harus menempuh perjalanan darat hingga tujuh jam melalui jalur rusak dan berlumpur. Wilayah ini dilaporkan tidak mendapatkan layanan kesehatan selama hampir tiga pekan pascabencana.
Warga menghadapi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, gangguan pencernaan, hingga nyeri otot akibat aktivitas berat dan kondisi lingkungan yang buruk. Krisis air bersih turut memperparah situasi kesehatan masyarakat.
Baca juga: BMKG: Curah Hujan Tinggi Diprediksi Kembali Melanda Aceh-Sumbar di 2026
Perjalanan yang lebih ekstrem ditemui saat tim menjangkau Desa Reje Payung dan Desa Linge. Kedua desa tersebut terisolasi total, tanpa akses kendaraan bermotor.
Untuk mencapai Desa Reje Payung, tim harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan tali dan melewati medan berat. Tim Medis Unhas tercatat sebagai relawan medis pertama yang berhasil masuk ke wilayah tersebut pascabencana.
Tim Medis Unhas juga menjangkau Desa Kalasegi dan Bamil Nosar Kecamatan Bintang, Desa Gunung Suku Kecamatan Lut Tawar, serta Desa Bergang-Karang Ampar Kecamatan Ketol.
Di Desa Bergang, tim harus berjalan kaki sejauh enam kilometer melintasi perbukitan terjal dan menyeberangi sungai setinggi enam meter melalui jembatan bambu darurat. Di desa ini, tim membuka enam pos layanan kesehatan dan melayani 144 warga, menjadi relawan kesehatan pertama dari luar Aceh yang mencapai wilayah tersebut.
Selain pelayanan medis, tim juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan di Desa Rusip, Kecamatan Silih Nara, untuk membantu pemulihan psikososial masyarakat yang masih diliputi trauma akibat bencana.
"Fokus kami tidak hanya pada pelayanan medis dasar, tetapi juga pada pemetaan masalah kesehatan pascabencana serta pemberian dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan," ujarnya.
Tim Medis Unhas juga menyerahkan bantuan obat-obatan, bahan habis pakai medis, serta alat inovasi pendukung seperti water purifier, perangkat komunikasi, dan sistem internet satelit kepada Dinas Kesehatan Aceh Tengah dan RSUD Datu Beru.
"Kami berharap kehadiran tim dapat sedikit meringankan beban masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” harapnya.
(shf)
Lihat Juga :