IIM Gandeng 4 Lembaga Sosial Kemanusiaan Bantu Korban Bencana di Sumatera
Senin, 22 Desember 2025 - 20:57 WIB
loading...
Bantuan untuk meringankan korban bencana banjir longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar diserahkan oleh IIM) bekerja sama dengan 4 yayasan sosial kemanusiaan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepedulian untuk membantu dan meringankan korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus berlangsung. Kali ini PT Insight Investments Management (IIM) bekerja sama dengan 4 yayasan sosial kemanusiaan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak bencana di beberapa wilayah di Sumatera.
Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan Yayasan Save The Children, Yayasan Human Initiative, dan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun, dan Yayasan Rumah Zakat yang melakukan asesmen kebutuhan langsung di lapangan.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 1.106 Orang Meninggal, 175 Warga Masih dalam Pencarian
Direktur PT IIM, Ria M Warganda menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi dan turut merasakan duka masyarakat yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, maupun sumber penghidupan. Ria menegaskan bahwa dukungan yang disalurkan merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu meringankan kebutuhan mendesak para bagi masyarakat yang terdampak.
“Melalui koordinasi erat dengan mitra kemanusiaan, kami memastikan setiap dukungan yang dikirim relevan dengan situasi terkini di wilayah bencana dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Ria, Senin (22/12/2025).
Bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap saji, dapur air, selimut, serta hygiene kit. Jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah pada tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yaitu, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan oleh mitra kemanusiaan.
Ria menegaskan bahwa peran lembaga kemanusiaan menjadi kunci untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. “Dengan pemantauan langsung dari para mitra, bantuan dapat disalurkan ke kelompok yang membutuhkan secara cepat dan tepat,” katanya.
Baca juga: Pemerintah Berikan Alat Bantu Penyandang Disabilitas Terdampak Banjir Bandang di Sibolga
Empat lembaga yang terlibat juga melakukan distribusi sesuai standar penanganan darurat, mulai dari penyediaan bantuan dasar, identifikasi kebutuhan lanjutan, hingga pembaruan situasi dari wilayah terdampak. Melalui mekanisme tersebut, bantuan dapat segera menjangkau kelompok yang membutuhkan dalam waktu cepat dan tepat sasaran.
“Kami memilih untuk bekerja sama dengan lembaga sosial tersebut karena masing-masing memiliki kapasitas dan mandat kemanusiaan yang saling melengkapi dalam situasi darurat,” jelas Ria.
Sementara itu, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), sebagai mitra filantropi Insight, berperan sebagai grant maker yang menyalurkan dana CSR Insight kepada Rumah Zakat. Melalui mandat ini, YIIM menjalankan fungsi strategis sebagai impact catalyst, memastikan bahwa dana yang dihimpun disalurkan kepada lembaga yang memiliki kompetensi operasional kuat di lapangan.
Human Initiative, sebagai organisasi kemanusiaan global menjalankan program penanganan bencana yang terstruktur melalui pilar-pilar programnya, termasuk intervensi untuk anak dan pengelolaan risiko bencana, yang memungkinkan asesmen situasi dilakukan secara komprehensif sesuai standar operasional global.
Sementara itu, keterlibatan Save the Children memastikan bahwa dukungan yang diberikan turut memperhatikan kondisi anak sebagai kelompok paling rentan, dengan fokus pada akses pendidikan, perlindungan, kesehatan, nutrisi, serta layanan air bersih dan sanitasi.
Sinergi dari keempat lembaga ini memungkinkan penyaluran bantuan dilakukan lebih terarah, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk keluarga dan anak-anak yang terdampak langsung oleh bencana.
Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan Yayasan Save The Children, Yayasan Human Initiative, dan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun, dan Yayasan Rumah Zakat yang melakukan asesmen kebutuhan langsung di lapangan.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 1.106 Orang Meninggal, 175 Warga Masih dalam Pencarian
Direktur PT IIM, Ria M Warganda menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi dan turut merasakan duka masyarakat yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, maupun sumber penghidupan. Ria menegaskan bahwa dukungan yang disalurkan merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu meringankan kebutuhan mendesak para bagi masyarakat yang terdampak.
“Melalui koordinasi erat dengan mitra kemanusiaan, kami memastikan setiap dukungan yang dikirim relevan dengan situasi terkini di wilayah bencana dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Ria, Senin (22/12/2025).
Bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap saji, dapur air, selimut, serta hygiene kit. Jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah pada tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yaitu, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan oleh mitra kemanusiaan.
Ria menegaskan bahwa peran lembaga kemanusiaan menjadi kunci untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. “Dengan pemantauan langsung dari para mitra, bantuan dapat disalurkan ke kelompok yang membutuhkan secara cepat dan tepat,” katanya.
Baca juga: Pemerintah Berikan Alat Bantu Penyandang Disabilitas Terdampak Banjir Bandang di Sibolga
Empat lembaga yang terlibat juga melakukan distribusi sesuai standar penanganan darurat, mulai dari penyediaan bantuan dasar, identifikasi kebutuhan lanjutan, hingga pembaruan situasi dari wilayah terdampak. Melalui mekanisme tersebut, bantuan dapat segera menjangkau kelompok yang membutuhkan dalam waktu cepat dan tepat sasaran.
“Kami memilih untuk bekerja sama dengan lembaga sosial tersebut karena masing-masing memiliki kapasitas dan mandat kemanusiaan yang saling melengkapi dalam situasi darurat,” jelas Ria.
Sementara itu, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), sebagai mitra filantropi Insight, berperan sebagai grant maker yang menyalurkan dana CSR Insight kepada Rumah Zakat. Melalui mandat ini, YIIM menjalankan fungsi strategis sebagai impact catalyst, memastikan bahwa dana yang dihimpun disalurkan kepada lembaga yang memiliki kompetensi operasional kuat di lapangan.
Human Initiative, sebagai organisasi kemanusiaan global menjalankan program penanganan bencana yang terstruktur melalui pilar-pilar programnya, termasuk intervensi untuk anak dan pengelolaan risiko bencana, yang memungkinkan asesmen situasi dilakukan secara komprehensif sesuai standar operasional global.
Sementara itu, keterlibatan Save the Children memastikan bahwa dukungan yang diberikan turut memperhatikan kondisi anak sebagai kelompok paling rentan, dengan fokus pada akses pendidikan, perlindungan, kesehatan, nutrisi, serta layanan air bersih dan sanitasi.
Sinergi dari keempat lembaga ini memungkinkan penyaluran bantuan dilakukan lebih terarah, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk keluarga dan anak-anak yang terdampak langsung oleh bencana.
(shf)
Lihat Juga :