Lahan Huntara di Sumut dan Aceh Jadi Solusi Sementara Warga Terdampak Banjir
Minggu, 21 Desember 2025 - 13:01 WIB
loading...
Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera yang wilayahnya terdampak bencana banjir menyampaikan apresiasi atas dukungan percepatan penanganan bencana. Foto/Istimewa
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera yang wilayahnya terdampak bencana banjir menyampaikan apresiasi atas dukungan percepatan penanganan bencana. Terutama, dalam penyediaan lokasi hunian sementara (huntara), yang menjadi kunci relokasi warga dari kawasan rawan banjir.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Aceh Tamiang, kepastian lokasi huntara menguat setelah areal perkebunan milik PTPN disiapkan untuk mendukung relokasi. Langkah ini dinilai membuka jalan bagi percepatan pemindahan warga dari permukiman lama yang rusak berat dan tak lagi layak huni atau bahkan hilang tersapu banjir beserta lumpur.
Di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, pemerintah daerah menetapkan relokasi sebagai solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini bermukim di bantaran Sungai Batang Toru. Kawasan tersebut rusak parah akibat banjir bandang dan dinilai berisiko tinggi jika kembali dihuni.
Baca juga: Operasi SAR Terus Berlanjut, BNPB Pastikan Tak Ada Korban Tertinggal di Bencana Sumatera
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, relokasi akan memanfaatkan lahan perkebunan PTPN IV yang berada di wilayah setempat. Luas lahan yang disiapkan lebih dari lima hektare dan diperkirakan dapat menampung sekitar 227 kepala keluarga.
“Insya Allah akan segera dibangun hunian bagi warga di daerah aliran Sungai Batang Toru yang sudah tidak layak lagi dihuni. Kami berharap proses administrasi dan teknis bisa berjalan cepat karena kebutuhan warga sangat mendesak,” ujar Gus Irawan dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (21/12/2025).
Gus Irawan juga mengapresiasi langkah cepat PTPN IV yang meminjamkan rumah karyawan yang kosong untuk ditempati sementara oleh warga terdampak.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Menurut Armia, koordinasi antara pemerintah daerah dan sejumlah pihak, termasuk perusahaan perkebunan negara, membuat distribusi bantuan pada masa tanggap darurat relatif berjalan lancar.
“PTPN IV termasuk yang paling awal masuk membantu masyarakat kami di Aceh Tamiang. Mereka bergerak cepat meskipun akses ke lokasi terdampak cukup sulit,” kata Armia.
Armia berharap pola kerja sama lintas lembaga ini dapat terus diperkuat hingga tahap pemulihan pascabencana benar-benar tuntas. Permintaan Pemkab Tamiang atas sebidang lahan yang dikelola oleh Regional VI PTPN IV, yang merupakan aset PTPN I, mendapat dukungan dari Danantara dan PTPN.
Kepala Badan Pengaturan BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria saat kunjungan ke Aceh Tamiang Jumat lalu menegaskan PTPN akan menyediakan lahan untuk hunian sementara sebagaimana yang diharapkan pemerintah setempat. Namun ia juga berpesan lokasi hunian tetap ke depan pun mesti segera ditentukan.
“Saat ini selain kebutuhan makanan, air bersih, dan pakaian, maka bantuan ke fasilitas umum seperti puskesmas dan rumah sakit harus menjadi fokus. Kemudian tidak hanya huntara, kita juga harus fokus ke lokasi hunian tetap. Segera dicari lokasinya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyatakan dukungan terhadap pemerintah daerah tidak berhenti pada penanganan darurat. Kesiapan areal relokasi untuk huntara juga dipercepat dan siap untuk pelaksanaan batu pertama dalam waktu dekat.
“Prioritas kami saat ini salah satunya adalah memastikan warga dapat segera menempati hunian sementara yang aman dan layak, sebelum nanti masuk dalam tahap penataan kawasan hunian tetap,” katanya.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Aceh Tamiang, kepastian lokasi huntara menguat setelah areal perkebunan milik PTPN disiapkan untuk mendukung relokasi. Langkah ini dinilai membuka jalan bagi percepatan pemindahan warga dari permukiman lama yang rusak berat dan tak lagi layak huni atau bahkan hilang tersapu banjir beserta lumpur.
Di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, pemerintah daerah menetapkan relokasi sebagai solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini bermukim di bantaran Sungai Batang Toru. Kawasan tersebut rusak parah akibat banjir bandang dan dinilai berisiko tinggi jika kembali dihuni.
Baca juga: Operasi SAR Terus Berlanjut, BNPB Pastikan Tak Ada Korban Tertinggal di Bencana Sumatera
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, relokasi akan memanfaatkan lahan perkebunan PTPN IV yang berada di wilayah setempat. Luas lahan yang disiapkan lebih dari lima hektare dan diperkirakan dapat menampung sekitar 227 kepala keluarga.
“Insya Allah akan segera dibangun hunian bagi warga di daerah aliran Sungai Batang Toru yang sudah tidak layak lagi dihuni. Kami berharap proses administrasi dan teknis bisa berjalan cepat karena kebutuhan warga sangat mendesak,” ujar Gus Irawan dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (21/12/2025).
Gus Irawan juga mengapresiasi langkah cepat PTPN IV yang meminjamkan rumah karyawan yang kosong untuk ditempati sementara oleh warga terdampak.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Menurut Armia, koordinasi antara pemerintah daerah dan sejumlah pihak, termasuk perusahaan perkebunan negara, membuat distribusi bantuan pada masa tanggap darurat relatif berjalan lancar.
“PTPN IV termasuk yang paling awal masuk membantu masyarakat kami di Aceh Tamiang. Mereka bergerak cepat meskipun akses ke lokasi terdampak cukup sulit,” kata Armia.
Armia berharap pola kerja sama lintas lembaga ini dapat terus diperkuat hingga tahap pemulihan pascabencana benar-benar tuntas. Permintaan Pemkab Tamiang atas sebidang lahan yang dikelola oleh Regional VI PTPN IV, yang merupakan aset PTPN I, mendapat dukungan dari Danantara dan PTPN.
Kepala Badan Pengaturan BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria saat kunjungan ke Aceh Tamiang Jumat lalu menegaskan PTPN akan menyediakan lahan untuk hunian sementara sebagaimana yang diharapkan pemerintah setempat. Namun ia juga berpesan lokasi hunian tetap ke depan pun mesti segera ditentukan.
“Saat ini selain kebutuhan makanan, air bersih, dan pakaian, maka bantuan ke fasilitas umum seperti puskesmas dan rumah sakit harus menjadi fokus. Kemudian tidak hanya huntara, kita juga harus fokus ke lokasi hunian tetap. Segera dicari lokasinya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyatakan dukungan terhadap pemerintah daerah tidak berhenti pada penanganan darurat. Kesiapan areal relokasi untuk huntara juga dipercepat dan siap untuk pelaksanaan batu pertama dalam waktu dekat.
“Prioritas kami saat ini salah satunya adalah memastikan warga dapat segera menempati hunian sementara yang aman dan layak, sebelum nanti masuk dalam tahap penataan kawasan hunian tetap,” katanya.
(rca)
Lihat Juga :