Operasi SAR Terus Berlanjut, BNPB Pastikan Tak Ada Korban Tertinggal di Bencana Sumatera
Minggu, 21 Desember 2025 - 09:45 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara terbatas. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) bersama tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara terbatas namun optimal pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Upaya itu sebagai komitmen pemerintah agar tidak ada korban tertinggal akibat bencana tersebut.
Operasi SAR di Provinsi Aceh dilaksanakan di enam kabupaten, sementara di Sumut dilakukan di empat sektor dan di Sumbar lima sektor. “Untuk Aceh, operasi SAR masih dioptimalkan di enam kabupaten guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di kawasan permukiman maupun wilayah terdampak,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Selain pencarian, proses identifikasi korban juga terus diintensifkan. Menurut Abdul Muhari, identifikasi by name by address menjadi penting untuk memastikan pemenuhan hak-hak ahli waris, termasuk yang berkaitan dengan hunian sementara dan hunian tetap.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Menghantui Sumatera, BMKG Minta Warga Waspadai Risiko Listrik
BNPB juga kembali memutakhirkan data situasi dan penanganan pascabencana banjir dan longsor tersebut. Hingga Jumat, 20 Desember, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.090 jiwa.
Jumlah tersebut bertambah 19 korban dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 1.071 korban meninggal dunia. “Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam atas seluruh korban. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujar Abdul Muhari.
Sementara itu, data korban hilang berdasarkan rekapitulasi tiga posko tercatat bertambah satu orang. Data tersebut masih bersifat dinamis karena terus diperbarui dari tingkat kelurahan hingga RT, RW, dusun, kampung, dan gampong.
Jumlah pengungsi per hari ini tercatat sebanyak 510.528 jiwa, atau berkurang sekitar 16 ribu orang. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan area terdampak. Meski demikian, kebutuhan permakanan pengungsi masih dipenuhi melalui dapur umum.
Dalam hal distribusi logistik, BNPB melaporkan penyaluran bantuan terus berlangsung di ketiga provinsi terdampak. Di Provinsi Aceh, hingga pukul 15.00 WIB, logistik yang tersalurkan mencapai 25,8 ton, terdiri dari 16 sorti udara seberat 22,6 ton dan satu sorti darat seberat 3,3 ton.
Di Provinsi Sumut, bantuan logistik yang disalurkan hari ini mencapai 7,17 ton, terdiri dari empat sorti darat seberat 5,3 ton dan empat sorti udara seberat 1,8 ton.
Sementara itu, di Provinsi Sumbar, hingga pukul 09.00 WIB, logistik yang tersalurkan mencapai 14,7 ton, terdiri dari dua sorti udara seberat 1,6 ton dan sembilan perjalanan darat seberat 13,13 ton.
Operasi SAR di Provinsi Aceh dilaksanakan di enam kabupaten, sementara di Sumut dilakukan di empat sektor dan di Sumbar lima sektor. “Untuk Aceh, operasi SAR masih dioptimalkan di enam kabupaten guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di kawasan permukiman maupun wilayah terdampak,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Selain pencarian, proses identifikasi korban juga terus diintensifkan. Menurut Abdul Muhari, identifikasi by name by address menjadi penting untuk memastikan pemenuhan hak-hak ahli waris, termasuk yang berkaitan dengan hunian sementara dan hunian tetap.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Menghantui Sumatera, BMKG Minta Warga Waspadai Risiko Listrik
BNPB juga kembali memutakhirkan data situasi dan penanganan pascabencana banjir dan longsor tersebut. Hingga Jumat, 20 Desember, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.090 jiwa.
Jumlah tersebut bertambah 19 korban dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 1.071 korban meninggal dunia. “Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam atas seluruh korban. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujar Abdul Muhari.
Sementara itu, data korban hilang berdasarkan rekapitulasi tiga posko tercatat bertambah satu orang. Data tersebut masih bersifat dinamis karena terus diperbarui dari tingkat kelurahan hingga RT, RW, dusun, kampung, dan gampong.
Jumlah pengungsi per hari ini tercatat sebanyak 510.528 jiwa, atau berkurang sekitar 16 ribu orang. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan area terdampak. Meski demikian, kebutuhan permakanan pengungsi masih dipenuhi melalui dapur umum.
Dalam hal distribusi logistik, BNPB melaporkan penyaluran bantuan terus berlangsung di ketiga provinsi terdampak. Di Provinsi Aceh, hingga pukul 15.00 WIB, logistik yang tersalurkan mencapai 25,8 ton, terdiri dari 16 sorti udara seberat 22,6 ton dan satu sorti darat seberat 3,3 ton.
Di Provinsi Sumut, bantuan logistik yang disalurkan hari ini mencapai 7,17 ton, terdiri dari empat sorti darat seberat 5,3 ton dan empat sorti udara seberat 1,8 ton.
Sementara itu, di Provinsi Sumbar, hingga pukul 09.00 WIB, logistik yang tersalurkan mencapai 14,7 ton, terdiri dari dua sorti udara seberat 1,6 ton dan sembilan perjalanan darat seberat 13,13 ton.
(rca)
Lihat Juga :