Kesaksian Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel yang Terpaksa Beli Galon karena Air Tanah Tercemar
Selasa, 16 Desember 2025 - 16:27 WIB
loading...
Kondisi TPA Cipeucang di Jalan Nambo, Serpong, Tangsel dalam kondisi darurat. Gunungan sampah mengalami longsor sehingga harus ditutup sementara sejak pekan lalu. Foto: Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Kondisi TPA Cipeucang di Jalan Nambo, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kondisi darurat. Gunungan sampah mengalami longsor sehingga harus ditutup sementara sejak pekan lalu.
Longsoran sampah di TPA Cipeucang terjadi akibat overload. Berton-ton sampah membeludak memenuhi batas area permukiman warga. Bahkan hingga menutupi Kali Cirompong yang mengalir ke Sungai Cisadane.
Baca juga: Tangsel Darurat Sampah, Ramai Seruan Emak-emak Buang Sampah ke Kantor Wali Kota
Kondisi itu menyebabkan berbagai dampak seperti banjir di permukiman warga, bau busuk menyengat, serta tercemarnya akses air tanah untuk keperluan sehari-hari.
Warga yang tinggal di sekitar TPA Cipeucang, Amin (57), mengaku sangat tersiksa atas dampak itu. Sampai saat ini belum ada bantuan maupun kompensasi berarti dari pihak terkait maupun pemerintah.
"Kalau hujan besar, banjir sudah pasti ke mana-mana. Belum lagi kita juga terpaksa tiap hari beli air galon karena air tanah sudah tercemar semua," ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Tak tahan dengan situasi itu, belasan warga lainnya memilih mengungsi meninggalkan rumah. Meski ada beberapa warga yang terpaksa bertahan karena tak memiliki cukup uang untuk menyewa kontrakan.
"Kalau saya sudah ngungsi dari awal pas longsor, habis udah nggak bisa ngapa-ngapain rumah sekeliling penuh tumpahan sampah semua," kata Unang (29), warga Kampung Curug.
Longsor TPA Cipeucang kini masih ditangani dengan menata gunungan sampah melalui metode terasering hingga dewatering. Proses itu mengharuskan TPA Cipeucang ditutup sementara hingga waktu tak menentu.
Longsoran sampah di TPA Cipeucang terjadi akibat overload. Berton-ton sampah membeludak memenuhi batas area permukiman warga. Bahkan hingga menutupi Kali Cirompong yang mengalir ke Sungai Cisadane.
Baca juga: Tangsel Darurat Sampah, Ramai Seruan Emak-emak Buang Sampah ke Kantor Wali Kota
Kondisi itu menyebabkan berbagai dampak seperti banjir di permukiman warga, bau busuk menyengat, serta tercemarnya akses air tanah untuk keperluan sehari-hari.
Warga yang tinggal di sekitar TPA Cipeucang, Amin (57), mengaku sangat tersiksa atas dampak itu. Sampai saat ini belum ada bantuan maupun kompensasi berarti dari pihak terkait maupun pemerintah.
"Kalau hujan besar, banjir sudah pasti ke mana-mana. Belum lagi kita juga terpaksa tiap hari beli air galon karena air tanah sudah tercemar semua," ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Tak tahan dengan situasi itu, belasan warga lainnya memilih mengungsi meninggalkan rumah. Meski ada beberapa warga yang terpaksa bertahan karena tak memiliki cukup uang untuk menyewa kontrakan.
"Kalau saya sudah ngungsi dari awal pas longsor, habis udah nggak bisa ngapa-ngapain rumah sekeliling penuh tumpahan sampah semua," kata Unang (29), warga Kampung Curug.
Longsor TPA Cipeucang kini masih ditangani dengan menata gunungan sampah melalui metode terasering hingga dewatering. Proses itu mengharuskan TPA Cipeucang ditutup sementara hingga waktu tak menentu.
(jon)
Lihat Juga :