Fokus Pembangunan SDM, Anggota DPRD Syukri Ashal: Akses Jadi Ujian Pemerataan Pendidikan di Boven Digoel
Selasa, 16 Desember 2025 - 16:20 WIB
loading...
Anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel Komisi B, Muhammad Syukri Ashal mengatakan, akses sungai dan rawa jadi ujian pemerataan pendidikan di Boven Digoel. Foto/SindoNews
A
A
A
PAPUA - Kondisi geografis di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menjadi ujian nyata bagi pemerataan layanan pendidikan negeri. Akses yang sebagian besar mengandalkan jalur sungai dan rawa berdampak pada kehadiran guru di sekolah-sekolah pedalaman.
Anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel Komisi B, Muhammad Syukri Ashal, mengatakan tantangan tersebut harus dijawab dengan kebijakan afirmatif, bukan pendekatan administratif semata.
Syukri menyebutkan, sekitar 60% wilayah kabupaten ini tidak dapat diakses dengan kendaraan darat dan mesti Melali sungai dan rawa. Kondisi ini membuat mobilitas guru menjadi persoalan krusial. Dalam kondisi tertentu, perjalanan ke sekolah membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Baca juga: Partai Perindo Papua Selatan Apresiasi MK Tolak Gugatan Hasil PSU Pilkada, Hendrikus Mahuze: Mari Bersama Bangun Boven Digoel!
“Kalau kita ingin pendidikan merata, maka kebijakan juga harus berani menyesuaikan dengan kondisi wilayah,” ujar Syukri.
Wakil rakyat dari Partai Perindo ini lantas mendorong 3 usulan solusi strategis. Pertama, insentif khusus dan jaminan fasilitas dasar bagi guru di wilayah sulit. Kedua, pengembangan layanan pendidikan alternatif berbasis wilayah.
Ketiga, penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi Papua Selatan, dan perencanaan pembangunan daerah.
Baca juga: Boven Digoel, Kabupaten Pertama di Papua Selatan Capai UHC
Syukri yang merupakan Ketua Komisi B Bidang Keuangan & Perekonomian ini menegaskan, DPRD siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif.
Syukri juga menambahkan, Partai Perindo optimistis kepemimpinan Rony Omba dan Marlinus mampu membawa kemajuan signifikan bagi Boven Digoel, yang termasuk sebagai daerah perbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Syukri juga menyatakan Partai Perindo mendukung upaya pemkab memajukan sektor pendidikan secara bertahap dan terukur. Syukri juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah terpencil.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau ini kita benahi bersama, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel Komisi B, Muhammad Syukri Ashal, mengatakan tantangan tersebut harus dijawab dengan kebijakan afirmatif, bukan pendekatan administratif semata.
Syukri menyebutkan, sekitar 60% wilayah kabupaten ini tidak dapat diakses dengan kendaraan darat dan mesti Melali sungai dan rawa. Kondisi ini membuat mobilitas guru menjadi persoalan krusial. Dalam kondisi tertentu, perjalanan ke sekolah membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Baca juga: Partai Perindo Papua Selatan Apresiasi MK Tolak Gugatan Hasil PSU Pilkada, Hendrikus Mahuze: Mari Bersama Bangun Boven Digoel!
“Kalau kita ingin pendidikan merata, maka kebijakan juga harus berani menyesuaikan dengan kondisi wilayah,” ujar Syukri.
Wakil rakyat dari Partai Perindo ini lantas mendorong 3 usulan solusi strategis. Pertama, insentif khusus dan jaminan fasilitas dasar bagi guru di wilayah sulit. Kedua, pengembangan layanan pendidikan alternatif berbasis wilayah.
Ketiga, penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi Papua Selatan, dan perencanaan pembangunan daerah.
Baca juga: Boven Digoel, Kabupaten Pertama di Papua Selatan Capai UHC
Syukri yang merupakan Ketua Komisi B Bidang Keuangan & Perekonomian ini menegaskan, DPRD siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif.
Syukri juga menambahkan, Partai Perindo optimistis kepemimpinan Rony Omba dan Marlinus mampu membawa kemajuan signifikan bagi Boven Digoel, yang termasuk sebagai daerah perbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Syukri juga menyatakan Partai Perindo mendukung upaya pemkab memajukan sektor pendidikan secara bertahap dan terukur. Syukri juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di wilayah terpencil.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau ini kita benahi bersama, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :