Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Selasa, 16 Desember 2025 - 09:42 WIB
loading...
Tim dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya melakukan pemberdayaan koperasi di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Garum Blitar. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BLITAR - Tim dosen Universitas Dr Soetomo ( Unitomo ) Surabaya melakukan pemberdayaan koperasi di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Garum Blitar. Pemberdayaan ini melalui penerapan manajemen tata kelola koperasi dan kewirausahaan serta pembukuan sederhana berbasis excel.
"Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mendapat pendanaan dari DIPA Unitomo Tahun Anggaran 2025. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan manajemen usaha koperasi pesantren," kata Ketua Tim Pelaksana, Prof Sukesi, Selasa (16/12/2025). Baca juga: Dosen Ubaya dan Unitomo Gelar Pengmas Pembuatan Minuman Instan Berbasis Toga
Sukesi menambahkan, program pemberdayaan ini tak hanya berhenti pada pelatihan dan pendampingan. "Program ini juga dapat meningkatkan pendapatan bagi koperasi pondok pesantren dan dapat menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang berasal dari santri, ustad dan ustadzah dari Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud. Selain itu juga memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar pondok," ujarnya.
Sukesi menjelaskan, pelatihan dan pendampingan difokuskan pada keberlanjutan usaha dan manajemen usaha yang mendukung kemajuan koperasi. Tim juga menyerahkan satu unit mesin perajang untuk merajang empon-empon yag menjadi bahan baku minuman segar yang diproduksi Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud.
Selain Sukesi, dua dosen lain terlibat dalam program ini yaitu Sayekti Suindyah D dan Bambang Raditya P. Program ini juga mengikutsertakan mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pelatihan dan pendampingan produksi ekstrak minuman segar kunyit asam, manajemen koperasi, pembukuan dengan excel, penerapan teknologi hijau, untuk santri dan pengelola koperasi Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud.
Apresiasi atas pelaksanaan program ini disampaikan Ukhti Fattah, pengasuh Ponpes Ibnu Mas’ud. Menurutnya, program ini dapat meningkatkan kemajuan koperasi dan menciptakan lapangan usaha bagi santri dan alumni. "Kami ucapkan terima kasih kepada Tim PKM Unitomo yang telah memberikan bantuan mesin perajang empon-empon yang sangat bermanfaat untuk memproduksi minuman segar yang berbahan baku empon-empon," ujarnya. Baca juga: Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Kolaborasi perguruan tinggi, pondok pesantren dan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Blitar ini diharapkan menjadi model koperasi tangguh dan mandiri yang berkelanjutan. Koperasi tangguh yang memadukan kearifan lokal dengan tekonologi dan kewirausahaan Santri, serta dapat menjadi bagian dari One Ponpes One Produk (OPOP) yang sedang dikembangkan di Jawa Timur.
"Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mendapat pendanaan dari DIPA Unitomo Tahun Anggaran 2025. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan manajemen usaha koperasi pesantren," kata Ketua Tim Pelaksana, Prof Sukesi, Selasa (16/12/2025). Baca juga: Dosen Ubaya dan Unitomo Gelar Pengmas Pembuatan Minuman Instan Berbasis Toga
Sukesi menambahkan, program pemberdayaan ini tak hanya berhenti pada pelatihan dan pendampingan. "Program ini juga dapat meningkatkan pendapatan bagi koperasi pondok pesantren dan dapat menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang berasal dari santri, ustad dan ustadzah dari Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud. Selain itu juga memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar pondok," ujarnya.
Sukesi menjelaskan, pelatihan dan pendampingan difokuskan pada keberlanjutan usaha dan manajemen usaha yang mendukung kemajuan koperasi. Tim juga menyerahkan satu unit mesin perajang untuk merajang empon-empon yag menjadi bahan baku minuman segar yang diproduksi Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud.
Selain Sukesi, dua dosen lain terlibat dalam program ini yaitu Sayekti Suindyah D dan Bambang Raditya P. Program ini juga mengikutsertakan mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pelatihan dan pendampingan produksi ekstrak minuman segar kunyit asam, manajemen koperasi, pembukuan dengan excel, penerapan teknologi hijau, untuk santri dan pengelola koperasi Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud.
Apresiasi atas pelaksanaan program ini disampaikan Ukhti Fattah, pengasuh Ponpes Ibnu Mas’ud. Menurutnya, program ini dapat meningkatkan kemajuan koperasi dan menciptakan lapangan usaha bagi santri dan alumni. "Kami ucapkan terima kasih kepada Tim PKM Unitomo yang telah memberikan bantuan mesin perajang empon-empon yang sangat bermanfaat untuk memproduksi minuman segar yang berbahan baku empon-empon," ujarnya. Baca juga: Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Kolaborasi perguruan tinggi, pondok pesantren dan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Blitar ini diharapkan menjadi model koperasi tangguh dan mandiri yang berkelanjutan. Koperasi tangguh yang memadukan kearifan lokal dengan tekonologi dan kewirausahaan Santri, serta dapat menjadi bagian dari One Ponpes One Produk (OPOP) yang sedang dikembangkan di Jawa Timur.
(poe)
Lihat Juga :