Sandi Rahmat Mandela: GM FKPPI Tidak Absen dalam Penanganan Bencana Alam di Aceh
Senin, 15 Desember 2025 - 21:03 WIB
loading...
GM FKPPI kembali menunjukkan komitmen dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Foto/Istimewa
A
A
A
ACEH - GM FKPPI kembali menunjukkan komitmen dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Meski dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan, bantuan akhirnya berhasil disalurkan kepada warga terdampak di Kabupaten Bireuen pada 9-10 Desember 2025.
Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh menyebabkan lumpuhnya jaringan listrik, terbatasnya akses logistik, serta melonjaknya harga dan kelangkaan bahan pokok. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat dan keterbatasan akses jalan turut memperlambat proses distribusi bantuan.
Namun, melalui koordinasi intensif dan dukungan Kodam Iskandar Muda, GM FKPPI Aceh berhasil memperoleh logistik dari Gudang Bulog dan memastikan bantuan dapat sampai ke lokasi terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa 1 ton beras dan 200 karton air mineral, yang didistribusikan melalui jalur darat ke Posko Utama Bencana Alam Kabupaten Bireuen.
Baca juga: Sandi Mandela Tegaskan GM FKPPI Hadir untuk Negeri: 11 Rumah Huntara Dibangun bagi Korban Bencana Sumbar
Serah terima bantuan dilakukan secara resmi kepada Bupati Bireuen Mukhlis bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, sebagai bagian dari mekanisme penyaluran terpadu bagi para pengungsi.
Ketua Umum GM FKPPI Sandi Rahmat Mandela menyampaikan bahwa kondisi di Aceh menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi situasi darurat yang penuh keterbatasan.
“Kita memahami bahwa medan bencana tidak selalu ideal. Ada keterbatasan listrik, logistik, dan akses. Namun justru di situlah kehadiran GM FKPPI diuji. Selama masyarakat membutuhkan, kita harus tetap bergerak dan mencari jalan agar bantuan sampai,” ujar Sandi, Senin (15/12/2025).
Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin oleh Ketua PD I GM FKPPI Aceh Muhammad Tegar Cakra Donya didampingi Sekretaris PD I GM FKPPI Aceh Jhon Edwin F. Tambunan, beserta jajaran pengurus daerah. Tegar menjelaskan bahwa proses distribusi dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan, ketepatan sasaran, dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Situasi di lapangan cukup menantang, namun kami berupaya memastikan bantuan tetap tersalurkan dengan baik. Fokus kami adalah kebutuhan dasar masyarakat terdampak agar mereka dapat bertahan di masa tanggap darurat ini,” kata Tegar.
Sekretaris Jenderal GM FKPPI Stalino, mengapresiasi kerja keras GM FKPPI Aceh yang tetap menjalankan misi kemanusiaan meskipun menghadapi hambatan signifikan.
“Apa yang dilakukan GM FKPPI Aceh mencerminkan semangat pengabdian dan disiplin organisasi. Dalam kondisi serba terbatas, mereka tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara efektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Ketua Umum GM FKPPI menegaskan bahwa aksi di Aceh merupakan bagian dari rangkaian respon nasional organisasi terhadap bencana alam di berbagai daerah.
“GM FKPPI tidak bekerja untuk seremonial. Kita bekerja untuk memastikan rakyat merasakan kehadiran dan kepedulian. Aceh adalah pengingat bahwa solidaritas harus terus dijaga, di mana pun dan dalam kondisi apa pun,” tegas Sandi.
Dengan tersalurkannya bantuan ini, GM FKPPI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh menyebabkan lumpuhnya jaringan listrik, terbatasnya akses logistik, serta melonjaknya harga dan kelangkaan bahan pokok. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat dan keterbatasan akses jalan turut memperlambat proses distribusi bantuan.
Namun, melalui koordinasi intensif dan dukungan Kodam Iskandar Muda, GM FKPPI Aceh berhasil memperoleh logistik dari Gudang Bulog dan memastikan bantuan dapat sampai ke lokasi terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa 1 ton beras dan 200 karton air mineral, yang didistribusikan melalui jalur darat ke Posko Utama Bencana Alam Kabupaten Bireuen.
Baca juga: Sandi Mandela Tegaskan GM FKPPI Hadir untuk Negeri: 11 Rumah Huntara Dibangun bagi Korban Bencana Sumbar
Serah terima bantuan dilakukan secara resmi kepada Bupati Bireuen Mukhlis bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, sebagai bagian dari mekanisme penyaluran terpadu bagi para pengungsi.
Ketua Umum GM FKPPI Sandi Rahmat Mandela menyampaikan bahwa kondisi di Aceh menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi situasi darurat yang penuh keterbatasan.
“Kita memahami bahwa medan bencana tidak selalu ideal. Ada keterbatasan listrik, logistik, dan akses. Namun justru di situlah kehadiran GM FKPPI diuji. Selama masyarakat membutuhkan, kita harus tetap bergerak dan mencari jalan agar bantuan sampai,” ujar Sandi, Senin (15/12/2025).
Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin oleh Ketua PD I GM FKPPI Aceh Muhammad Tegar Cakra Donya didampingi Sekretaris PD I GM FKPPI Aceh Jhon Edwin F. Tambunan, beserta jajaran pengurus daerah. Tegar menjelaskan bahwa proses distribusi dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan, ketepatan sasaran, dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Situasi di lapangan cukup menantang, namun kami berupaya memastikan bantuan tetap tersalurkan dengan baik. Fokus kami adalah kebutuhan dasar masyarakat terdampak agar mereka dapat bertahan di masa tanggap darurat ini,” kata Tegar.
Sekretaris Jenderal GM FKPPI Stalino, mengapresiasi kerja keras GM FKPPI Aceh yang tetap menjalankan misi kemanusiaan meskipun menghadapi hambatan signifikan.
“Apa yang dilakukan GM FKPPI Aceh mencerminkan semangat pengabdian dan disiplin organisasi. Dalam kondisi serba terbatas, mereka tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara efektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Ketua Umum GM FKPPI menegaskan bahwa aksi di Aceh merupakan bagian dari rangkaian respon nasional organisasi terhadap bencana alam di berbagai daerah.
“GM FKPPI tidak bekerja untuk seremonial. Kita bekerja untuk memastikan rakyat merasakan kehadiran dan kepedulian. Aceh adalah pengingat bahwa solidaritas harus terus dijaga, di mana pun dan dalam kondisi apa pun,” tegas Sandi.
Dengan tersalurkannya bantuan ini, GM FKPPI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
(rca)
Lihat Juga :