Gubernur Pramono Sepakat MKB Jadi Mitra Strategis Pemprov Jakarta
Senin, 15 Desember 2025 - 19:39 WIB
loading...
MKB di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menggelar silaturahmi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pasca-Kongres Istimewa di Gedung Museum MH Thamrin, Senin (15/12/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Majelis Kaum Betawi (MKB) di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menggelar silaturahmi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pasca-Kongres Istimewa di Gedung Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).
Pramono mendukung penuh dan setuju dengan pandangan Fauzi Bowo atau Bang Foke yang menetapkan MKB sebagai organisasi tertinggi kaum Betawi yang berfungsi sebagai lembaga adat dan representasi resmi masyarakat Betawi.
Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Tanah Betawi
Dia menugaskan Bang Foke mengatur, menata, dan mengonsolidasikan MKB sesuai dengan nilai adat, kearifan lokal, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “MKB sejajar dengan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai mitra strategis dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi serta mengawal kepentingan masyarakat adat Betawi,” ujar Pramono.
"Sejak saya masuk Pemprov DKI, maka semua acara pemerintahan maupun yang melibatkan masyarakat luas tidak ada yang tanpa nuansa Betawi. Ini untuk mempertegas ciri khas Jakarta," sambungnya.
Dia ingin memajukan budaya Betawi dengan memperbanyak simbol yang ditampilkan. Pramono juga berjanji akan menerima dan menghormati hasil Kongres Istimewa 2025 yang diikrarkan MKB di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB dan Marullah Matali sebagai Ketua Wali Amanah MKB.
Fauzi Bowo menyampaikan terima kasih kepada Pramono yang berjanji akan memedomani hasil Kongres Istimewa dalam upaya memajukan seni dan budaya Betawi. "MKB ini merupakan satu-satunya lembaga resmi Betawi yang mewadahi 171 ormas Betawi. Dengan hadirnya MKB, sejumlah ormas Betawi yang sebelumnya sempat tidak akur kini mereka bisa rukun," ujar Bang Foke.
Marullah Matali selaku Ketua Wali Amanah menambahkan kerukunan lintas ormas Betawi kini semakin membaik. "Contohnya Haji Oding selaku Ketua Suku Betawi 1982 dan Bang Riano Achmad sebagai Ketua Bamus Betawi bisa duduk berdampingan di baris depan. Keduanya tampak akrab," ucapnya.
Haji Oding menambahkan ada 8 poin hasil Kongres Istimewa yang diikrarkan pada 18 Oktober 2025 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, salah satunya kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta persatuan kaum Betawi.
Pramono mendukung penuh dan setuju dengan pandangan Fauzi Bowo atau Bang Foke yang menetapkan MKB sebagai organisasi tertinggi kaum Betawi yang berfungsi sebagai lembaga adat dan representasi resmi masyarakat Betawi.
Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Tanah Betawi
Dia menugaskan Bang Foke mengatur, menata, dan mengonsolidasikan MKB sesuai dengan nilai adat, kearifan lokal, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “MKB sejajar dengan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai mitra strategis dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi serta mengawal kepentingan masyarakat adat Betawi,” ujar Pramono.
"Sejak saya masuk Pemprov DKI, maka semua acara pemerintahan maupun yang melibatkan masyarakat luas tidak ada yang tanpa nuansa Betawi. Ini untuk mempertegas ciri khas Jakarta," sambungnya.
Dia ingin memajukan budaya Betawi dengan memperbanyak simbol yang ditampilkan. Pramono juga berjanji akan menerima dan menghormati hasil Kongres Istimewa 2025 yang diikrarkan MKB di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB dan Marullah Matali sebagai Ketua Wali Amanah MKB.
Fauzi Bowo menyampaikan terima kasih kepada Pramono yang berjanji akan memedomani hasil Kongres Istimewa dalam upaya memajukan seni dan budaya Betawi. "MKB ini merupakan satu-satunya lembaga resmi Betawi yang mewadahi 171 ormas Betawi. Dengan hadirnya MKB, sejumlah ormas Betawi yang sebelumnya sempat tidak akur kini mereka bisa rukun," ujar Bang Foke.
Marullah Matali selaku Ketua Wali Amanah menambahkan kerukunan lintas ormas Betawi kini semakin membaik. "Contohnya Haji Oding selaku Ketua Suku Betawi 1982 dan Bang Riano Achmad sebagai Ketua Bamus Betawi bisa duduk berdampingan di baris depan. Keduanya tampak akrab," ucapnya.
Haji Oding menambahkan ada 8 poin hasil Kongres Istimewa yang diikrarkan pada 18 Oktober 2025 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, salah satunya kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta persatuan kaum Betawi.
(jon)
Lihat Juga :