Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Sumbar-Sumut, Pengamat Sarankan Tiru BRR Era SBY

Senin, 15 Desember 2025 - 13:43 WIB
loading...
Soal Rehabilitasi dan...
Muhammad Syarkawi Rauf. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah disarankan meniru apa yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat tsunami menerjang Aceh dan Nias pada 2004. Saran tersebut disampaikan pengamat ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Muhammad Syarkawi Rauf .

Menurut Syarkawi, jika ingin masyarakat bergotong royong membiayai proses pemulihan di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) setelah bencana banjir bandang dan longsor, perlu ada lembaga yang mengoordinasikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Lembaga itu harus benar-benar dipercaya.

"Ya paling tidak selevel dengan BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) zaman dulu era Pak SBY di Aceh itu, sehingga kepercayaan publik lokal dan internasional sangat kuat," kata Syarkawi saat syuting siniar atau podcast To The Point Aja , dikutip Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Lembah Anai di Antara Galodo, Natuurmonument, dan Rimbo Gadang

Syarkawi mengatakan, BRR Aceh-Nias saat itu dipimpin Kuntoro Mangkusubroto yang kredibitasnya tak diragukan lagi. "Ya paling tidak menirulah apa yang dilakukan Pak SBY, sehingga ini benar-benar trustable," ujarnya.

Baca Juga: Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Agam, Bambang Haryo Dorong Percepatan Pembangunan Huntara

Sebelumnya, Guru Besar Geologi Lingkungan dan Kebencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa Indonesia pernah memiliki model efektif melalui BRR NAD–Nias pascatsunami 2004, yang secara khusus dibentuk untuk mempercepat rekonstruksi karena bekerja dengan mandat dan kewenangan terintegrasi.

"Dengan skala kerusakan sebesar ini, mekanisme rutin tampaknya tidak lagi memadai. Kita memerlukan lembaga lintas sektor yang mampu bekerja terpadu dan cepat," jelasnya.

Ia merekomendasikan pemerintah segera menyusun kajian komprehensif bersama kementerian teknis, BNPB, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas kebencanaan. Kajian ini harus memasukkan faktor perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan proyeksi bahaya hidrometeorologi, sehingga kebutuhan rekonstruksi dan rehabilitasi dapat dirumuskan secara tepat dan holistik. "Pemulihan harus disiapkan untuk menghadapi kejadian ekstrem yang berpotensi berulang," tegas Dwikorita.



Ia menutup dengan menekankan bahwa pembentukan lembaga (badan) khusus bukan sekadar keputusan administratif, melainkan langkah strategis agar negara hadir sepenuhnya dalam membangun kembali Sumut, Sumbar, dan Aceh di tengah perubahan iklim yang semakin meningkatkan risiko bencana.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Sumatera: 19.312 Huntara dan 357 Huntap Sudah Dibangun
JICT Bangun Infrastruktur...
JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Daerah Terdampak Banjir Aceh–Sumut
Kaposwil Safrizal: 480...
Kaposwil Safrizal: 480 Lokasi Terdampak Lumpur Banjir di Aceh Sudah Dibersihkan
Ratusan Keluarga Korban...
Ratusan Keluarga Korban Banjir Bandang di Aceh dan Sumut Terima Bantuan Pangan
Tunda Mimpi Punya Sepeda,...
Tunda Mimpi Punya Sepeda, Bocah di Merauke Sumbangkan Tabungan untuk Korban Bencana
Prabowo, Megawati Hadiri...
Prabowo, Megawati Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, SBY dan Jokowi Tak Terlihat
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Gaza Butuh Rp1.223 Triliun...
Gaza Butuh Rp1.223 Triliun selama 10 Tahun Lagi untuk Pemulihan dan Rekonstruksi
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved