Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Agam, Bambang Haryo Dorong Percepatan Pembangunan Huntara
Senin, 15 Desember 2025 - 07:30 WIB
loading...
Bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Agam, Sumbar terus mengalir. Di antaranya disalurkan oleh anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono. Foto/Ist
A
A
A
AGAM - Bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) terus mengalir. Kali ini, bantuan disalurkan oleh anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono. Bantuan yang disalurkan kali ini meliputi ribuan paket sembako.
Selain itu berupa bantuan perlengkapan sekolah, perlengkapan rumah tangga berupa gas dan kompor, serta perlengkapan ibu dan anak. Bantuan tersebut diserahkan kepada warga yang mengungsi di Pos Pengungsian Kecamatan Payalemba, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera, 1.016 Korban Meninggal Dunia dan 212 Masih Hilang
Penyaluran bantuan ini merupakan aksi lanjutan.Bambang Haryo Soekartono yang akrab disapa BHS sebelumnya bersama DLU Holding menyalurkan bantuan serupa kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang saat ini berada di pos pengungsian, dan setidaknya dapat meringankan beban di tengah situasi sulit pascabencana,” ujar BHS yang merupakan wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Senin (15/12/2025).
Penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari dorongan serta koordinasi dengan Andre Rosiade dan Ade Rezky Pratama, yang juga merupakan anggota DPR Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Sumatera Barat.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ungkapnya.
Baca juga: Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI-Polri Jadi Garda Terdepan
Selain menyalurkan bantuan, dia juga mendorong pemerintah pusat untuk mengambil langkah-langkah cepat dan strategis dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir. Meski demikian, dia mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah sejak awal dalam memberikan perhatian kepada para korban.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, serta Brimob yang telah bekerja keras di dapur umum untuk memastikan kebutuhan makanan para pengungsi tetap terpenuhi,” tuturnya.
Dia juga meminta pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk segera melakukan pemulihan kondisi wilayah terdampak, khususnya melalui percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Hunian tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga sambil menunggu realisasi hunian tetap (huntap) yang difasilitasi oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Dia menambahkan, penyaluran bantuan kemanusiaan ini juga akan didukung oleh Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), serta sejumlah pelaku industri lainnya yang berencana mengirimkan bantuan susulan ke Sumatera Barat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPR, dunia usaha, dan masyarakat, BHS berharap proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. Tak hanya menyalurkan bantuan, BHS juga mengecek langsung kesiapan sistem peringatan dini (early warning system) di wilayah terdampak yang ternyata belum ada.
Dia meminta pemerintah daerah segera menyiapkan early warning system, sehingga ketika terjadi bencana warga bisa siap siaga dan melakukan evakuasi plan serta menunjuk titik kumpul (meeting point) yang aman di wilayah tersebut.
“Simulasi kebencanaan harus secara rutin dilakukan agar tidak terjadi korban yang demikian banyak seperti saat ini dengan lebih dari 55 korban meninggal dan hilang serta 496 warga terpaksa mengungsi,” ucapnya.
Selain itu berupa bantuan perlengkapan sekolah, perlengkapan rumah tangga berupa gas dan kompor, serta perlengkapan ibu dan anak. Bantuan tersebut diserahkan kepada warga yang mengungsi di Pos Pengungsian Kecamatan Payalemba, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera, 1.016 Korban Meninggal Dunia dan 212 Masih Hilang
Penyaluran bantuan ini merupakan aksi lanjutan.Bambang Haryo Soekartono yang akrab disapa BHS sebelumnya bersama DLU Holding menyalurkan bantuan serupa kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang saat ini berada di pos pengungsian, dan setidaknya dapat meringankan beban di tengah situasi sulit pascabencana,” ujar BHS yang merupakan wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Senin (15/12/2025).
Penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari dorongan serta koordinasi dengan Andre Rosiade dan Ade Rezky Pratama, yang juga merupakan anggota DPR Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Sumatera Barat.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ungkapnya.
Baca juga: Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI-Polri Jadi Garda Terdepan
Selain menyalurkan bantuan, dia juga mendorong pemerintah pusat untuk mengambil langkah-langkah cepat dan strategis dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir. Meski demikian, dia mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah sejak awal dalam memberikan perhatian kepada para korban.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, serta Brimob yang telah bekerja keras di dapur umum untuk memastikan kebutuhan makanan para pengungsi tetap terpenuhi,” tuturnya.
Dia juga meminta pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk segera melakukan pemulihan kondisi wilayah terdampak, khususnya melalui percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Hunian tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga sambil menunggu realisasi hunian tetap (huntap) yang difasilitasi oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Dia menambahkan, penyaluran bantuan kemanusiaan ini juga akan didukung oleh Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), serta sejumlah pelaku industri lainnya yang berencana mengirimkan bantuan susulan ke Sumatera Barat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPR, dunia usaha, dan masyarakat, BHS berharap proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. Tak hanya menyalurkan bantuan, BHS juga mengecek langsung kesiapan sistem peringatan dini (early warning system) di wilayah terdampak yang ternyata belum ada.
Dia meminta pemerintah daerah segera menyiapkan early warning system, sehingga ketika terjadi bencana warga bisa siap siaga dan melakukan evakuasi plan serta menunjuk titik kumpul (meeting point) yang aman di wilayah tersebut.
“Simulasi kebencanaan harus secara rutin dilakukan agar tidak terjadi korban yang demikian banyak seperti saat ini dengan lebih dari 55 korban meninggal dan hilang serta 496 warga terpaksa mengungsi,” ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :