Pemerintah Siapkan 80 Hunian Sementara untuk Pengungsi di Kota Padang
Minggu, 14 Desember 2025 - 23:42 WIB
loading...
Pemerintah terus melakukan percepatan penanganan pascabencana banjir dengan menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak yang masih mengungsi di Kota Padang, Sumatera Barat. Foto: BNPB
A
A
A
PADANG - Pemerintah terus melakukan percepatan penanganan pascabencana banjir dengan menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak yang masih mengungsi di Kota Padang, Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan agar pengungsi bisa menempati tempat tinggal yang aman, layak, dan sehat selama masa pemulihan.
"Penyediaan hunian sementara melalui koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang, dengan dukungan lintas kementerian/lembaga terkait," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: Penyaluran Bantuan Bencana di Langkat Dioptimalkan, Hunian Sementara Mulai Disiapkan
Saat ini terdapat 80 huntara di Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Huntara ini diperuntukkan bagi warga terdampak dari 4 kecamatan.
"Rincian pengungsi yang berasal dari Kecamatan Koto Tangah sebanyak 31 unit, Kecamatan Kuranji 11 unit, Kecamatan Pauh 36 unit, dan Kecamatan Nanggalo 1 unit," katanya.
Huntara disiapkan sebagai solusi sementara seiring menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
"Hunian sementara yang disiapkan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti akses air bersih, sanitasi, listrik, serta sarana pendukung lainnya guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi," ucap Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
Pemerintah juga memastikan penataan lingkungan huntara memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penghuni, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Selain penyediaan hunian, pemerintah tetap melanjutkan pendampingan kepada warga terdampak melalui pemenuhan kebutuhan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial.
"Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak bencana," ujarnya.
"Penyediaan hunian sementara melalui koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang, dengan dukungan lintas kementerian/lembaga terkait," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: Penyaluran Bantuan Bencana di Langkat Dioptimalkan, Hunian Sementara Mulai Disiapkan
Saat ini terdapat 80 huntara di Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Huntara ini diperuntukkan bagi warga terdampak dari 4 kecamatan.
"Rincian pengungsi yang berasal dari Kecamatan Koto Tangah sebanyak 31 unit, Kecamatan Kuranji 11 unit, Kecamatan Pauh 36 unit, dan Kecamatan Nanggalo 1 unit," katanya.
Huntara disiapkan sebagai solusi sementara seiring menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
"Hunian sementara yang disiapkan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti akses air bersih, sanitasi, listrik, serta sarana pendukung lainnya guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi," ucap Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.
Pemerintah juga memastikan penataan lingkungan huntara memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penghuni, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Selain penyediaan hunian, pemerintah tetap melanjutkan pendampingan kepada warga terdampak melalui pemenuhan kebutuhan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial.
"Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak bencana," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :