PDIP Berikan Bantuan Solar Cell dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Bencana
Kamis, 11 Desember 2025 - 23:54 WIB
loading...
Hujan lebat yang mengguyur Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, meninggalkan kerusakan berat. Rumah-rumah penduduk dipenuhi lumpur, suplai listrik terputus, dan sumber air bersih tak dapat diandalkan. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
NAGAN RAYA - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya , meninggalkan kerusakan berat. Rumah-rumah penduduk dipenuhi lumpur, suplai listrik terputus, dan sumber air bersih tak lagi dapat diandalkan.
Di tengah situasi itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Jamaluddin Idham turun langsung menyalurkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak.
Dia mengatakan prioritasnya adalah memastikan warga bisa kembali menjalani hidup dengan normal secepat mungkin. Setiap keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti.
“Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi tentang hadir bersama warga ketika mereka sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujar Jamaluddin, Kamis (11/12/2025).
Salah satu keluhan yang paling mendesak datang dari ketiadaan penerangan akibat pemadaman listrik sejak banjir melanda. Aktivitas warga lumpuh, sementara anak-anak dan lansia harus melewati malam dalam gelap total.
“Menyahuti kendala yang dihadapi masyarakat tentang kebutuhan lampu pada malam hari, kita menyalurkan solar cell atau lampu tenaga surya agar setidaknya malam di Beutong Ateuh tidak lagi sepenuhnya pekat,” katanya.
Selain kegelapan, endapan lumpur yang memenuhi rumah-rumah warga masih menjadi persoalan utama. Banyak penduduk belum dapat kembali menempati tempat tinggal mereka.
“Untuk itu, kita menyediakan tenda pengungsian sebagai tempat berteduh sementara bagi masyarakat yang kehilangan kenyamanan dan keamanan rumah sendiri,” tuturnya.
Krisis air bersih juga menjadi masalah serius. Sumur-sumur warga tercemar lumpur dan kotoran membuat pasokan air layak konsumsi sulit didapat. “Air merupakan kebutuhan vital. Kami menyalurkan alat penjernih air agar warga dapat segera memperoleh pasokan air bersih untuk kegiatan sehari-hari,” ujar Jamaluddin.
Di sisi lain, penyakit pascabanjir mulai merebak, terutama di kalangan anak-anak dan lansia. Warga dilaporkan mengalami demam, diare, dan infeksi kulit.
“Kita juga membuka layanan pengobatan gratis di lokasi agar penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin. Saya ingin masyarakat kita tidak ada yang sakit pascabencana banjir melanda,” katanya.
Layanan kesehatan yang digelar bekerja sama dengan Klinik Mantri Doy mendapat sambutan besar dari warga. Obat-obatan yang disediakan habis hanya dalam beberapa jam.
Warga bernama Amran menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Jamaluddin. Penerangan, tenda, air bersih, sampai pengobatan, semua itu sangat kami butuhkan sekarang. Bantuan ini benar-benar meringankan beban kami,” ujarnya.
Di tengah situasi itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Jamaluddin Idham turun langsung menyalurkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak.
Dia mengatakan prioritasnya adalah memastikan warga bisa kembali menjalani hidup dengan normal secepat mungkin. Setiap keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti.
“Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi tentang hadir bersama warga ketika mereka sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujar Jamaluddin, Kamis (11/12/2025).
Salah satu keluhan yang paling mendesak datang dari ketiadaan penerangan akibat pemadaman listrik sejak banjir melanda. Aktivitas warga lumpuh, sementara anak-anak dan lansia harus melewati malam dalam gelap total.
“Menyahuti kendala yang dihadapi masyarakat tentang kebutuhan lampu pada malam hari, kita menyalurkan solar cell atau lampu tenaga surya agar setidaknya malam di Beutong Ateuh tidak lagi sepenuhnya pekat,” katanya.
Selain kegelapan, endapan lumpur yang memenuhi rumah-rumah warga masih menjadi persoalan utama. Banyak penduduk belum dapat kembali menempati tempat tinggal mereka.
“Untuk itu, kita menyediakan tenda pengungsian sebagai tempat berteduh sementara bagi masyarakat yang kehilangan kenyamanan dan keamanan rumah sendiri,” tuturnya.
Krisis air bersih juga menjadi masalah serius. Sumur-sumur warga tercemar lumpur dan kotoran membuat pasokan air layak konsumsi sulit didapat. “Air merupakan kebutuhan vital. Kami menyalurkan alat penjernih air agar warga dapat segera memperoleh pasokan air bersih untuk kegiatan sehari-hari,” ujar Jamaluddin.
Di sisi lain, penyakit pascabanjir mulai merebak, terutama di kalangan anak-anak dan lansia. Warga dilaporkan mengalami demam, diare, dan infeksi kulit.
“Kita juga membuka layanan pengobatan gratis di lokasi agar penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin. Saya ingin masyarakat kita tidak ada yang sakit pascabencana banjir melanda,” katanya.
Layanan kesehatan yang digelar bekerja sama dengan Klinik Mantri Doy mendapat sambutan besar dari warga. Obat-obatan yang disediakan habis hanya dalam beberapa jam.
Warga bernama Amran menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Jamaluddin. Penerangan, tenda, air bersih, sampai pengobatan, semua itu sangat kami butuhkan sekarang. Bantuan ini benar-benar meringankan beban kami,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :