MyFundAction Dirikan Dapur Umum, Salurkan 2.718 Porsi Makanan di Tapsel
Kamis, 11 Desember 2025 - 23:36 WIB
loading...
Tim respons cepat MyFundAction berada di lokasi terdampak sejak awal Desember 2025 untuk membantu warga yang kesulitan mengakses bantuan dasar. MyFundAction memfokuskan aksinya di Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel). Foto: Ist
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara masih menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga. Di tengah penanganan masif yang dilakukan pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 969 jiwa per 10 Desember 2025, dengan 338 korban jiwa berasal dari Sumatera Utara. Angka korban hilang di provinsi tersebut juga melonjak menjadi 138 orang.
Di tengah kondisi kritis ini, kelompok relawan dan masyarakat sipil turut bergerak. Tim respon cepat MyFundAction, misalnya, telah berada di lokasi terdampak sejak awal Desember untuk membantu warga yang kesulitan mengakses bantuan dasar.
MyFundAction memfokuskan aksinya di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yang menjadi salah satu daerah terdampak parah. Di lokasi tersebut, tim mendirikan Dapur Umum yang beroperasi penuh sejak 6 hingga 8 Desember 2025.
Project Coordinator for Disaster Isfi mengatakan dalam tiga hari operasional, dapur umum MyFundAction berhasil memproduksi dan menyalurkan total 2.718 porsi makanan hangat kepada 302 jiwa. Bantuan ini mencakup kebutuhan anak-anak, lansia, dan ibu rumah tangga.
Selain makanan, tim juga membagikan 60 paket daging siap saji bagi warga yang berada di pengungsian atau yang memilih bertahan di rumah masing-masing sebagai bentuk dukungan nutrisi di masa darurat.
"Pada fase awal bencana, makanan hangat adalah kebutuhan paling krusial. Banyak keluarga tidak bisa memasak karena dapur mereka terendam atau aliran listrik terputus,” ujar Isfi, Rabu, 10 Desember 2025.
Dapur umum ini juga berfungsi sebagai pusat logistik sebelum relawan menyalurkan bantuan ke dusun-dusun dengan akses sulit akibat banjir.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Selatan dipicu oleh curah hujan tinggi, namun organisasi masyarakat sipil juga menilai kerusakan ekologis dan degradasi hutan di wilayah hulu menjadi faktor utama kerentanan. Sementara itu, sejumlah fasilitas umum di Tapsel lumpuh total, membuat bantuan pangan menjadi prioritas utama.
Menanggapi besarnya skala bencana di Sumatera, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk perbaikan infrastruktur dan bantuan bagi korban. "Tadi kita laporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol, tapi kami akan segera memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi," ujar Prabowo.
Di sisi lain, Kepala BNPB Suharyanto bahkan sempat menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan karena menilai skala bencana di Tapsel tidak sebesar yang diperkirakan. “Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” kata Suharyanto saat mengunjungi lokasi menunjukkan kompleksitas penanganan bencana di lapangan.
MyFundAction dalam aksinya bekerja sama dengan Asar Humanity, BPBD Tapanuli Selatan, aparat desa, dan komunitas lokal untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Selain distribusi makanan, tim juga melakukan asesmen kebutuhan lanjutan seperti selimut, hygiene kit, dan dukungan pemulihan bagi keluarga rentan.
Menurut Isfi, aksi ini menegaskan komitmen MyFundAction untuk berupaya hadir dalam situasi bencana di Indonesia, memberikan dukungan fisik dan juga mental bagi para korban terdampak. Harapannya hal ini dapat memperkuat solidaritas dan mendukung pemulihan warga terdampak banjir agar mereka dapat segera kembali bangkit dan melewati masa sulit.
Di tengah kondisi kritis ini, kelompok relawan dan masyarakat sipil turut bergerak. Tim respon cepat MyFundAction, misalnya, telah berada di lokasi terdampak sejak awal Desember untuk membantu warga yang kesulitan mengakses bantuan dasar.
MyFundAction memfokuskan aksinya di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yang menjadi salah satu daerah terdampak parah. Di lokasi tersebut, tim mendirikan Dapur Umum yang beroperasi penuh sejak 6 hingga 8 Desember 2025.
Project Coordinator for Disaster Isfi mengatakan dalam tiga hari operasional, dapur umum MyFundAction berhasil memproduksi dan menyalurkan total 2.718 porsi makanan hangat kepada 302 jiwa. Bantuan ini mencakup kebutuhan anak-anak, lansia, dan ibu rumah tangga.
Selain makanan, tim juga membagikan 60 paket daging siap saji bagi warga yang berada di pengungsian atau yang memilih bertahan di rumah masing-masing sebagai bentuk dukungan nutrisi di masa darurat.
"Pada fase awal bencana, makanan hangat adalah kebutuhan paling krusial. Banyak keluarga tidak bisa memasak karena dapur mereka terendam atau aliran listrik terputus,” ujar Isfi, Rabu, 10 Desember 2025.
Dapur umum ini juga berfungsi sebagai pusat logistik sebelum relawan menyalurkan bantuan ke dusun-dusun dengan akses sulit akibat banjir.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Selatan dipicu oleh curah hujan tinggi, namun organisasi masyarakat sipil juga menilai kerusakan ekologis dan degradasi hutan di wilayah hulu menjadi faktor utama kerentanan. Sementara itu, sejumlah fasilitas umum di Tapsel lumpuh total, membuat bantuan pangan menjadi prioritas utama.
Menanggapi besarnya skala bencana di Sumatera, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk perbaikan infrastruktur dan bantuan bagi korban. "Tadi kita laporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol, tapi kami akan segera memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi," ujar Prabowo.
Di sisi lain, Kepala BNPB Suharyanto bahkan sempat menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan karena menilai skala bencana di Tapsel tidak sebesar yang diperkirakan. “Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” kata Suharyanto saat mengunjungi lokasi menunjukkan kompleksitas penanganan bencana di lapangan.
MyFundAction dalam aksinya bekerja sama dengan Asar Humanity, BPBD Tapanuli Selatan, aparat desa, dan komunitas lokal untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Selain distribusi makanan, tim juga melakukan asesmen kebutuhan lanjutan seperti selimut, hygiene kit, dan dukungan pemulihan bagi keluarga rentan.
Menurut Isfi, aksi ini menegaskan komitmen MyFundAction untuk berupaya hadir dalam situasi bencana di Indonesia, memberikan dukungan fisik dan juga mental bagi para korban terdampak. Harapannya hal ini dapat memperkuat solidaritas dan mendukung pemulihan warga terdampak banjir agar mereka dapat segera kembali bangkit dan melewati masa sulit.
(jon)
Lihat Juga :