Penarik Lansia di Cirebon Harap Becak Listrik dari Prabowo Datangkan Banyak Penumpang
Kamis, 11 Desember 2025 - 22:18 WIB
loading...
Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto saat pembagian becak listrik di halaman Kantor Bupati Cirebon, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
A
A
A
CIREBON - Wajah Sayudi (67) tampak berbinar. Senyum kecil selalu muncul setiap kali pandangannya tertuju pada becak barunya. Dia berharap kehidupannya lebih baik setelah menerima becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, saya senang sekali. Terima kasih Pak Presiden Prabowo. Sekarang saya enggak capek lagi mengayuh,” ujar kakek asal Suranenggala ini saat pembagian becak listrik di halaman Kantor Bupati Cirebon, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Menhan Dorong Percepatan Produksi Becak Listrik oleh PT Len Industri
Sudah puluhan tahun Sayudi menggantungkan hidup dari becak kayuh. Di usianya kini, mengayuh becak bukan lagi sekadar pekerjaan, melainkan perjuangan fisik yang semakin berat dari tahun ke tahun. Karena itu, sore itu menjadi begitu berarti bagi Sayudi.
Dia menjadi salah satu penerima bantuan. Sayudi bercerita jika dulu saat masih muda bisa bekerja seharian penuh, kini tubuhnya tak lagi sekuat dulu.
“Kadang baru siang sudah pulang karena lelah. Baru dapat penumpang beberapa kali, tapi badan rasanya enggak kuat lagi,” katanya.
Pendapatannya selama ini berkisar Rp40 ribu-Rp50 ribu per hari. Jumlah yang menurutnya pas-pasan untuk kebutuhan keluarga. Karena itu, dia berharap kendaraan baru ini membawa perubahan.
Selain tenaga yang lebih ringan, tampilan becak listrik buatan PT LEN dan PT Pindad itu dianggap lebih menarik dan lebih layak dipakai bekerja. “(Becak) yang dulu sudah tua, sering rusak. Mudah-mudahan yang ini tambah banyak penumpangnya,” ucapnya.
Becak listrik yang diterima Sayudi merupakan bagian dari bantuan 100 unit yang disalurkan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Kabupaten Cirebon. Bantuan itu berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan ditujukan bagi pengayuh becak lanjut usia.
Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S Deyang mengatakan hingga November 2025, GSN telah menyalurkan lebih dari 2.300 becak listrik dan menargetkan total 5.000 unit pada akhir tahun.
Dia mendorong pemerintah daerah menyediakan titik pengisian daya agar para pengayuh dapat bekerja lebih nyaman, termasuk di area wisata agar becak listrik dapat berperan sebagai moda transportasi wisata.
“Ini bisa dikembangkan sebagai becak wisata. Spot charging akan sangat membantu para pengayuh,” kata Nanik.
“Alhamdulillah, saya senang sekali. Terima kasih Pak Presiden Prabowo. Sekarang saya enggak capek lagi mengayuh,” ujar kakek asal Suranenggala ini saat pembagian becak listrik di halaman Kantor Bupati Cirebon, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Menhan Dorong Percepatan Produksi Becak Listrik oleh PT Len Industri
Sudah puluhan tahun Sayudi menggantungkan hidup dari becak kayuh. Di usianya kini, mengayuh becak bukan lagi sekadar pekerjaan, melainkan perjuangan fisik yang semakin berat dari tahun ke tahun. Karena itu, sore itu menjadi begitu berarti bagi Sayudi.
Dia menjadi salah satu penerima bantuan. Sayudi bercerita jika dulu saat masih muda bisa bekerja seharian penuh, kini tubuhnya tak lagi sekuat dulu.
“Kadang baru siang sudah pulang karena lelah. Baru dapat penumpang beberapa kali, tapi badan rasanya enggak kuat lagi,” katanya.
Pendapatannya selama ini berkisar Rp40 ribu-Rp50 ribu per hari. Jumlah yang menurutnya pas-pasan untuk kebutuhan keluarga. Karena itu, dia berharap kendaraan baru ini membawa perubahan.
Selain tenaga yang lebih ringan, tampilan becak listrik buatan PT LEN dan PT Pindad itu dianggap lebih menarik dan lebih layak dipakai bekerja. “(Becak) yang dulu sudah tua, sering rusak. Mudah-mudahan yang ini tambah banyak penumpangnya,” ucapnya.
Becak listrik yang diterima Sayudi merupakan bagian dari bantuan 100 unit yang disalurkan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Kabupaten Cirebon. Bantuan itu berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan ditujukan bagi pengayuh becak lanjut usia.
Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S Deyang mengatakan hingga November 2025, GSN telah menyalurkan lebih dari 2.300 becak listrik dan menargetkan total 5.000 unit pada akhir tahun.
Dia mendorong pemerintah daerah menyediakan titik pengisian daya agar para pengayuh dapat bekerja lebih nyaman, termasuk di area wisata agar becak listrik dapat berperan sebagai moda transportasi wisata.
“Ini bisa dikembangkan sebagai becak wisata. Spot charging akan sangat membantu para pengayuh,” kata Nanik.
(jon)
Lihat Juga :