Modifikasi Cuaca Dikebut, Ribuan Kilo NaCl Ditabur di Langit Sumatera Utara
Kamis, 11 Desember 2025 - 07:54 WIB
loading...
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menggunakan pesawat PK-YNA telah menyelesaikan tiga sorti penerbangan di atas langit Sumatera Utara, Rabu (10/12/2025). Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
MEDAN - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menggunakan pesawat PK-YNA telah menyelesaikan tiga sorti penerbangandi atas langit Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025). OMC ini dilaksanakan dalam rangka operasi pengamanan cuaca di wilayah Sumatera Utara.
"Pada rangkaian misi tersebut, telah digunakan bahan semai NaCl sebanyak 3.200 kilogram untuk mendukung upaya modifikasi cuaca di area yang menjadi prioritas," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 969 Orang Meninggal Dunia, 252 Jiwa Hilang
Secara akumulatif, selama dua hari pelaksanaan operasi sejak (9/12/2025) hingga (10/12/2025), PK-YNA telah menuntaskan enam sorti penerbangan.
Total bahan semai yang telah digunakan mencapai 4.000 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO. Seluruh kegiatan berlangsung sesuai prosedur dan dalam kondisi operasional yang aman.
Saat ini, tim tengah mempersiapkan pelaksanaan sortie ke-4 dengan sasaran wilayah perairan barat Tapanuli Tengah. Pada misi lanjutan ini, akan digunakan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.
"Persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan operasi berjalan lancar dan efektif dalam mendukung pengamanan wilayah tersebut," kata Aam sapaan Abdul Muhari.
Baca juga: Pemulihan Infrastruktur Sumut Dikebut, 171 Titik Longsor Tertangani
BMKG Sumatera Utara juga mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Rabu, (10/12/2025) pukul 12.50 WIB. Berdasarkan pemantauan, berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Kondisi ini diperkirakan meluas hingga perairan Danau Toba serta wilayah lain seperti Karo, Deli Serdang, Dairi, Mandailing Natal, Nias, Samosir, dan Kota Padangsidimpuan.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap risiko banjir, longsor, dan gangguan transportasi, serta memantau informasi cuaca terkini dari otoritas terkait," imbaunya.
Sementara itu, Aam mengatakan bahwa BNPB terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, BBPJN, TNI/Polri, dan BMKG untuk mempercepat penanganan darurat, memastikan pemulihan akses berjalan optimal, dan menjamin keamanan masyarakat di wilayah terdampak.
"Dukungan tambahan siap dimobilisasi apabila situasi lapangan memerlukan penguatan lebih lanjut," jelasnya.
"Pada rangkaian misi tersebut, telah digunakan bahan semai NaCl sebanyak 3.200 kilogram untuk mendukung upaya modifikasi cuaca di area yang menjadi prioritas," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 969 Orang Meninggal Dunia, 252 Jiwa Hilang
Secara akumulatif, selama dua hari pelaksanaan operasi sejak (9/12/2025) hingga (10/12/2025), PK-YNA telah menuntaskan enam sorti penerbangan.
Total bahan semai yang telah digunakan mencapai 4.000 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO. Seluruh kegiatan berlangsung sesuai prosedur dan dalam kondisi operasional yang aman.
Saat ini, tim tengah mempersiapkan pelaksanaan sortie ke-4 dengan sasaran wilayah perairan barat Tapanuli Tengah. Pada misi lanjutan ini, akan digunakan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.
"Persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan operasi berjalan lancar dan efektif dalam mendukung pengamanan wilayah tersebut," kata Aam sapaan Abdul Muhari.
Baca juga: Pemulihan Infrastruktur Sumut Dikebut, 171 Titik Longsor Tertangani
BMKG Sumatera Utara juga mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Rabu, (10/12/2025) pukul 12.50 WIB. Berdasarkan pemantauan, berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Kondisi ini diperkirakan meluas hingga perairan Danau Toba serta wilayah lain seperti Karo, Deli Serdang, Dairi, Mandailing Natal, Nias, Samosir, dan Kota Padangsidimpuan.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap risiko banjir, longsor, dan gangguan transportasi, serta memantau informasi cuaca terkini dari otoritas terkait," imbaunya.
Sementara itu, Aam mengatakan bahwa BNPB terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, BBPJN, TNI/Polri, dan BMKG untuk mempercepat penanganan darurat, memastikan pemulihan akses berjalan optimal, dan menjamin keamanan masyarakat di wilayah terdampak.
"Dukungan tambahan siap dimobilisasi apabila situasi lapangan memerlukan penguatan lebih lanjut," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :