Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Bali, KEK Buleleng Segera Dibangun
Senin, 08 Desember 2025 - 15:01 WIB
loading...
Sosialisasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pejarakan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali mendapat sambutan positif dari masyarakat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sosialisasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pejarakan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pembangunan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali .
Pembangunan KEK Pejarakan didukung pemerintah pusat melalui rekomendasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Nomor: B/3055/27/05/53/DJPOT tanggal 17 Juli 2025, dengan Kementerian Pertahanan sebagai Leading Sector, serta didukung beberapa kementerian terkait lainnya.
Proyek ini juga memperoleh dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali, termasuk Gubernur Bali beserta seluruh jajarannya. Sosialisasi yang digelar PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Holding Company ini dihadiri sekitar 750 undangan baik dari pusat, daerah, tokoh adat, masyarakat lokal, dan perwakilan investor internasional.
Baca juga: Purbaya Resmikan BDK Renon dan Tinjau Rusun Pegawai Kemenkeu di Denpasar
Direktur Utama PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Ambarawati Kenconowungu menegaskan pembangunan KEK berpegang teguh pada filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar harmoni Parhyangan, Palemahan, dan Pawongan.
“Proyek ini akan membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat setempat melalui pertanian, perkebunan, sektor pendidikan, budaya, serta destinasi wisata berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat Bali hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.
KEK Pejarakan dirancang menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas strategis, termasuk Bandara Internasional dan Pelabuhan kapal pesiar internasional Zona komersial dan fasilitas pendukung ekonomi masyarakat, Pusat pendidikan dan kebudayaan.
Baca juga: Digelar Sepekan, Penjor Festival 2025 di GWK Cultural Park Sukses Besar
Proyek KEK Pejarakan merupakan proyek milik masyarakat Bali, diperkuat oleh kepemilikan saham terbesar oleh dua yayasan besar yakni, Yayasan Bali Dresta Dwipa Jaya, mewakili seluruh kabupaten se-Bali dan Yayasan Bhumi Bali Bagus, terdiri dari Puri-puri se Bali.
Hadir pula perwakilan investor dari China Miss Li Fen-Fang, dan investor Kerajaan Saudi Arabia melalui Agung Supriyanto dan Faisal Ghabra (Development Era Pioneer Co.).
Kepala Desa Pejarakan I Made Astawa menyampaikan warganya siap mendukung proyek KEK selama memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan ekonomi dan masa depan generasi Bali.
“Sepanjang mampu meningkatkan taraf ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, kami siap mendukung penuh proyek strategis ini,” ujarnya.
Marsda TNI (Purn) I Nyoman Trisantosa berharap pembangunan KEK Pejarakan dapat menjadi warisan ekonomi masa depan, memberikan manfaat nyata bagi bangsa, daerah, dan generasi mendatang, serta menempatkan Bali Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
“Masyarakat menyetujui dan mendukung penuh rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus –wijaya Laksmi” yang sepenuhnya didukung resmi oleh pemerintah pusat melalui Kemhan sebagai leading sector dan kementerian terkait lainnya termasuk Kementerian Perhubungan,” katanya.
Menurut dia, dalam waktu dekat bersama dengan Universitas Pertanahan (Unhan) akan dilakukan survey lahan guna penetapan lokasi Bandara Internasional dan Pelabuhan Laut Internasional (TUKS).
Pembangunan KEK Pejarakan didukung pemerintah pusat melalui rekomendasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Nomor: B/3055/27/05/53/DJPOT tanggal 17 Juli 2025, dengan Kementerian Pertahanan sebagai Leading Sector, serta didukung beberapa kementerian terkait lainnya.
Proyek ini juga memperoleh dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali, termasuk Gubernur Bali beserta seluruh jajarannya. Sosialisasi yang digelar PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Holding Company ini dihadiri sekitar 750 undangan baik dari pusat, daerah, tokoh adat, masyarakat lokal, dan perwakilan investor internasional.
Baca juga: Purbaya Resmikan BDK Renon dan Tinjau Rusun Pegawai Kemenkeu di Denpasar
Direktur Utama PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Ambarawati Kenconowungu menegaskan pembangunan KEK berpegang teguh pada filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar harmoni Parhyangan, Palemahan, dan Pawongan.
“Proyek ini akan membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat setempat melalui pertanian, perkebunan, sektor pendidikan, budaya, serta destinasi wisata berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat Bali hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.
KEK Pejarakan dirancang menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas strategis, termasuk Bandara Internasional dan Pelabuhan kapal pesiar internasional Zona komersial dan fasilitas pendukung ekonomi masyarakat, Pusat pendidikan dan kebudayaan.
Baca juga: Digelar Sepekan, Penjor Festival 2025 di GWK Cultural Park Sukses Besar
Proyek KEK Pejarakan merupakan proyek milik masyarakat Bali, diperkuat oleh kepemilikan saham terbesar oleh dua yayasan besar yakni, Yayasan Bali Dresta Dwipa Jaya, mewakili seluruh kabupaten se-Bali dan Yayasan Bhumi Bali Bagus, terdiri dari Puri-puri se Bali.
Hadir pula perwakilan investor dari China Miss Li Fen-Fang, dan investor Kerajaan Saudi Arabia melalui Agung Supriyanto dan Faisal Ghabra (Development Era Pioneer Co.).
Kepala Desa Pejarakan I Made Astawa menyampaikan warganya siap mendukung proyek KEK selama memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan ekonomi dan masa depan generasi Bali.
“Sepanjang mampu meningkatkan taraf ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, kami siap mendukung penuh proyek strategis ini,” ujarnya.
Marsda TNI (Purn) I Nyoman Trisantosa berharap pembangunan KEK Pejarakan dapat menjadi warisan ekonomi masa depan, memberikan manfaat nyata bagi bangsa, daerah, dan generasi mendatang, serta menempatkan Bali Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
“Masyarakat menyetujui dan mendukung penuh rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus –wijaya Laksmi” yang sepenuhnya didukung resmi oleh pemerintah pusat melalui Kemhan sebagai leading sector dan kementerian terkait lainnya termasuk Kementerian Perhubungan,” katanya.
Menurut dia, dalam waktu dekat bersama dengan Universitas Pertanahan (Unhan) akan dilakukan survey lahan guna penetapan lokasi Bandara Internasional dan Pelabuhan Laut Internasional (TUKS).
(cip)
Lihat Juga :