Bantuan Sembako hingga Alat Berat Dikirim Hutama Karya ke Wilayah Terdampak Banjir Sumbar
Sabtu, 06 Desember 2025 - 17:57 WIB
loading...
Hutama Karya menyalurkan sejumlah bantuan logistik hingga alat berat bagi warga terdampak bencana alam hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di Sumbar. Foto/Ist
A
A
A
PADANG - Hutama Karya melalui program HK Peduli menyalurkan sejumlah bantuan bagi warga terdampak bencana alam hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan diberikan dalam bentuk logistik berupa paket sembako, beberapa kebutuhan keseharian para pengungsi.
Selain itu bantuan alat berat untuk membuka akses terdampak, serta pendirian posko bantuan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan.
Baca juga: Polri Sebut 185 Jenazah Korban Banjir di Sumatera Barat Telah Teridentifikasi
Bantuan difokuskan di Kecamatan Nanggalo (Kota Padang), Kecamatan Batipuh dan Lembah Anai (Kabupaten Tanah Datar), Kampuang Tangah, Talao Mundam, Nagari Katapiang, dan Nagari Sicincin (Padang Pariaman serta Agam).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menyampaikan keterlibatan pihaknya merupakan upaya penguatan ketahanan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak. Dalam situasi darurat seperti ini, Hutama secara intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dukungan yang dibawa berkontribusi nyata terhadap percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Sesuai dengan arahan Danantara agar BUMN cepat hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Mardiansyah dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Update Korban Banjir-Longsor Sumbar, Polri: 210 Orang Tewas dan 214 Warga Hilang
Mardiansyah menambahkan, pihaknya mulai hadir ke Sumatera Barat sejak kejadian bencana untuk mendukung penanganan awal bencana hidrometeorologi di beberapa titik terdampak. Tahap awal difokuskan pada survei kondisi lapangan, penyaluran bantuan logistik dasar, serta dukungan penanganan material longsor di kawasan yang akses jalannya terganggu.
Berdasarkan data yang dipublikasikan BPBD Sumbar pada Rabu, 3 Desember 2025, bencana hidrometeorologi di wilayah ini mengakibatkan 23.316 orang mengungsi. Selain itu, tercatat 112 orang luka-luka, 116 orang hilang, dan 194 orang meninggal dunia. Terkait kerusakan permukiman, terdapat 1.018 rumah rusak berat, 1.787 rumah terdampak sedang, dan 372 rumah terdampak ringan.
Data tersebut menjadi acuan dalam menetapkan prioritas penyaluran bantuan di tiga titik utama Sumatera Barat. Lokasi dengan jumlah pengungsi tinggi dan kerusakan infrastruktur signifikan ditempatkan sebagai sasaran awal, sebelum dilakukan penyesuaian bentuk dukungan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Sejumlah warga yang menerima bantuan dari Hutama Karya menuturkan bahwa paket sembako yang diterimanya sangat membantu memenuhi kebutuhan makan keluarga di masa sulit. Warga berharap dukungan berupa alat berat dan genset yang disiapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang.
Selain itu bantuan alat berat untuk membuka akses terdampak, serta pendirian posko bantuan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan.
Baca juga: Polri Sebut 185 Jenazah Korban Banjir di Sumatera Barat Telah Teridentifikasi
Bantuan difokuskan di Kecamatan Nanggalo (Kota Padang), Kecamatan Batipuh dan Lembah Anai (Kabupaten Tanah Datar), Kampuang Tangah, Talao Mundam, Nagari Katapiang, dan Nagari Sicincin (Padang Pariaman serta Agam).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menyampaikan keterlibatan pihaknya merupakan upaya penguatan ketahanan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak. Dalam situasi darurat seperti ini, Hutama secara intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dukungan yang dibawa berkontribusi nyata terhadap percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Sesuai dengan arahan Danantara agar BUMN cepat hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Mardiansyah dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Update Korban Banjir-Longsor Sumbar, Polri: 210 Orang Tewas dan 214 Warga Hilang
Mardiansyah menambahkan, pihaknya mulai hadir ke Sumatera Barat sejak kejadian bencana untuk mendukung penanganan awal bencana hidrometeorologi di beberapa titik terdampak. Tahap awal difokuskan pada survei kondisi lapangan, penyaluran bantuan logistik dasar, serta dukungan penanganan material longsor di kawasan yang akses jalannya terganggu.
Berdasarkan data yang dipublikasikan BPBD Sumbar pada Rabu, 3 Desember 2025, bencana hidrometeorologi di wilayah ini mengakibatkan 23.316 orang mengungsi. Selain itu, tercatat 112 orang luka-luka, 116 orang hilang, dan 194 orang meninggal dunia. Terkait kerusakan permukiman, terdapat 1.018 rumah rusak berat, 1.787 rumah terdampak sedang, dan 372 rumah terdampak ringan.
Data tersebut menjadi acuan dalam menetapkan prioritas penyaluran bantuan di tiga titik utama Sumatera Barat. Lokasi dengan jumlah pengungsi tinggi dan kerusakan infrastruktur signifikan ditempatkan sebagai sasaran awal, sebelum dilakukan penyesuaian bentuk dukungan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Sejumlah warga yang menerima bantuan dari Hutama Karya menuturkan bahwa paket sembako yang diterimanya sangat membantu memenuhi kebutuhan makan keluarga di masa sulit. Warga berharap dukungan berupa alat berat dan genset yang disiapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang.
(shf)
Lihat Juga :