Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Kapolri: Ada Bekas Potongan Gergaji Mesin!
Kamis, 04 Desember 2025 - 22:14 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kayu gelondongan yang ikut terseret banjir Sumatera terdapat bekas potongan gergaji mesin atau chainsaw. Foto/YouTube SindoNews TV
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, kayu gelondongan yang ditemukan dalam bencana banjir Sumatera terdapat bekas potongan gergaji mesin atau chainsaw. Fakta baru itu terungkap berdasarkan temuan di lapangan.
"Ya, jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw ya. Itu yang akan kita dalami," kata Sigit usai bertemu dengan Menhut Raja Juli Antoni di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Kapolri Instruksikan Personel Gerak Cepat Usut Tuntas Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera
Sigit menegaskan, kepolisian bakal terjun ke lapangan bersama-sama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Penyelidikan bakal dilakukan dari hulu ke hilir.
"Tim sedang turun nanti bersama-sama dengan tim dari Kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai yang terdampak sampai dengan kita tarik ke hulu dan hilirnya. Saya kira itu," ujar Sigit.
Sigit mengungkapkan, personel Kepolisian bakal melakukan penyelidikan terkait kayu gelondongan itu di lokasi yang diduga memang terjadi pelanggaran.
"Khususnya di lokasi-lokasi yang memang kita dapati ada potensi-potensi yang harus kita tindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran," ujar Sigit.
Baca juga: Said Didu Soal Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera: Itu Serakahnomics, Hutan Lindung pun Diembat
Gerak cepat usut tuntas dari hulu ke hilir, kata Sigit merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait temuan tersebut.
Oleh karena itu, Sigit menyatakan, Polri bakal bersinergi dan kerja sama dengan Kementerian Kehutanan. Dalam hal ini, akan dibentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa yang muncul. Karena adanya temuan-temuan kayu yang diduga ada kaitannya dengan pelanggaran," tegas Sigit.
Menurut Sigit, satgas gabungan itu nantinya melakukan pendalaman bersama. Namun, dalam beberapa hari ini, jajaran kepolisian sudah terjun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.
"Beberapa hari ini kita sudah turunkan personel dan kita nanti akan gabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan dan bila perlu dengan satgas lain yang bisa bergabung termasuk PKH. Sehingga kerja tim bisa lebih cepat dan segera bisa kita infokan," papar Sigit.
Sebagai informasi, kayu gelondongan terlihat terseret aliran banjir di Sumatera Utara. Kayu-kayu tersebut mengalir kencang mengikuti derasnya arus banjir.
Hal itu diketahui dari sebuah unggahan video di media sosial yang diduga berasal dari wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumut. Warganet pun mengaitkan keberadaan kayu gelondongan tersebut dengan aktivitas illegal logging.
"Ya, jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw ya. Itu yang akan kita dalami," kata Sigit usai bertemu dengan Menhut Raja Juli Antoni di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Kapolri Instruksikan Personel Gerak Cepat Usut Tuntas Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera
Sigit menegaskan, kepolisian bakal terjun ke lapangan bersama-sama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Penyelidikan bakal dilakukan dari hulu ke hilir.
"Tim sedang turun nanti bersama-sama dengan tim dari Kehutanan untuk menyusuri dari daerah aliran sungai yang terdampak sampai dengan kita tarik ke hulu dan hilirnya. Saya kira itu," ujar Sigit.
Sigit mengungkapkan, personel Kepolisian bakal melakukan penyelidikan terkait kayu gelondongan itu di lokasi yang diduga memang terjadi pelanggaran.
"Khususnya di lokasi-lokasi yang memang kita dapati ada potensi-potensi yang harus kita tindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran," ujar Sigit.
Baca juga: Said Didu Soal Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera: Itu Serakahnomics, Hutan Lindung pun Diembat
Gerak cepat usut tuntas dari hulu ke hilir, kata Sigit merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait temuan tersebut.
Oleh karena itu, Sigit menyatakan, Polri bakal bersinergi dan kerja sama dengan Kementerian Kehutanan. Dalam hal ini, akan dibentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa yang muncul. Karena adanya temuan-temuan kayu yang diduga ada kaitannya dengan pelanggaran," tegas Sigit.
Menurut Sigit, satgas gabungan itu nantinya melakukan pendalaman bersama. Namun, dalam beberapa hari ini, jajaran kepolisian sudah terjun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.
"Beberapa hari ini kita sudah turunkan personel dan kita nanti akan gabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan dan bila perlu dengan satgas lain yang bisa bergabung termasuk PKH. Sehingga kerja tim bisa lebih cepat dan segera bisa kita infokan," papar Sigit.
Sebagai informasi, kayu gelondongan terlihat terseret aliran banjir di Sumatera Utara. Kayu-kayu tersebut mengalir kencang mengikuti derasnya arus banjir.
Hal itu diketahui dari sebuah unggahan video di media sosial yang diduga berasal dari wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumut. Warganet pun mengaitkan keberadaan kayu gelondongan tersebut dengan aktivitas illegal logging.
(shf)
Lihat Juga :