Forum Zakat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Rabu, 03 Desember 2025 - 21:48 WIB
loading...
Forum Zakat (FOZ) salurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Foto/istimewa
A
A
A
SUMATERA - Forum Zakat (FOZ) salurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan tersebut merupakan bukti kepedulian FOZ terhadap korban bencana alam di Sumatera.
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ), Wildhan Dewayana memaparkan, setiap lembaga zakat memiliki tim relawan untuk fase emergency response. Dalam setiap kejadian bencana, di tahap awal, FOZ terus mendorong seluruh anggotanya untuk bergerak cepat.
“Sambil bergerak, kita menguatkan dua hal, pertama komunikasi dan harmonisasi aktivitas. Supaya kemudian dari situ kita memiliki data siapa melakukan apa, di mana, dan hasilnya seperti apa,” ujar Wildhan dalam acara Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Forum 2025 & Road to Zakat Impact Summit 2026 di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Baca juga: Imbas Banjir, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ditargetkan Bisa Digunakan Lagi 16 Desember
Setelah itu, secara bertahap FOZ akan menyiapkan rencana-rencana kolaboratif dengan aksi kolaborasi. “Dengan seiring dengan masuknya data dan pemetaan yang lebih lengkap gitu ya, itu terus kita lakukan,” ujar Wildhan lagi.
FOZ juga berkoordinasi penuh dengan Kementerian Agama, Kemenko PMK, BNPB, dan lembaga terkait lainnya. Gelaran OPZ Forum 2025 dihadiri oleh 130 perwakilan pimpinan OPZ yang juga anggota Forum Zakat (FOZ).
Wildhan menyampaikan, secara akumulatif hingga Senin 1 Desember 2025 malam, bersama-sama dengan pihak Kemenag, Baznas RI, POROS, FOZ, secara simbolis telah terkumpul komitmen bantuan program kolaborasi tahap 1 sebesar Rp155 Miliar, dengan lebih dari Rp31,6 Miliar berasal dari anggota FOZ.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 770 Orang Meninggal, 463 Masih Hilang
“Ini adalah bukti persaudaraan. Komitmen ini pun telah disaksikan langsung oleh Bapak Menteri Agama. Ini adalah pesan tegas bahwa ketika satu bagian tubuh bangsa ini sakit, Gerakan Zakat adalah tangan yang pertama kali mengusap dan mengobati. Bismillah,” ucap Wildhan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur menegaskan, beberapa Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah membangun dapur umum di sejumlah titik lokasi bencana banjir dan longsor Sumatera.
“Meskipun belum kolab, LAZ sudah terjun langsung ke sana, membuka dapur umum dan memastikan titik-titik lokasi untuk posko,” ujarnya.
Dalam momentum OPZ Forum 2025 & Road to Zakat Impact Summit 2026, Prof Waryono mengatakan, jika LAZ hanya berjalan sendiri-sendiri maka belum kuat. Sehingga perlu ada kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan para korban yang tidak bisa hanya dipenuhi oleh satu LAZ.
Mengenai titik-titik dapur umum yang telah dibuka, ia mengatakan, semua LAZ telah memberikan data seperti salah satunya dari Baznas.
“Kemarin di (pertemuan) zoom saya juga bilang, kalau ada posko di sini (satu titik tertentu) berapa jangkauan akses posko itu. Kalau terlalu jauh, apalagi transportasinya kan berat tuh, perlu dibuka di tempat lain,” papar dia.
Sementara kondisi di Aceh Tamiang yang saat ini dikabarkan masih terisolasi, Waryono membenarkan hal itu. “Aksesnya betul-betul susah, karena sebelum ini saya sempat ke sana. Semula lancar. Saya nggak bisa bayangkan karena di pinggir jalan itu nggak masalah ya. Rupanya yang jauh dari pinggir jalan yang bermasalah,” ucap dia.
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ), Wildhan Dewayana memaparkan, setiap lembaga zakat memiliki tim relawan untuk fase emergency response. Dalam setiap kejadian bencana, di tahap awal, FOZ terus mendorong seluruh anggotanya untuk bergerak cepat.
“Sambil bergerak, kita menguatkan dua hal, pertama komunikasi dan harmonisasi aktivitas. Supaya kemudian dari situ kita memiliki data siapa melakukan apa, di mana, dan hasilnya seperti apa,” ujar Wildhan dalam acara Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Forum 2025 & Road to Zakat Impact Summit 2026 di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Baca juga: Imbas Banjir, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ditargetkan Bisa Digunakan Lagi 16 Desember
Setelah itu, secara bertahap FOZ akan menyiapkan rencana-rencana kolaboratif dengan aksi kolaborasi. “Dengan seiring dengan masuknya data dan pemetaan yang lebih lengkap gitu ya, itu terus kita lakukan,” ujar Wildhan lagi.
FOZ juga berkoordinasi penuh dengan Kementerian Agama, Kemenko PMK, BNPB, dan lembaga terkait lainnya. Gelaran OPZ Forum 2025 dihadiri oleh 130 perwakilan pimpinan OPZ yang juga anggota Forum Zakat (FOZ).
Wildhan menyampaikan, secara akumulatif hingga Senin 1 Desember 2025 malam, bersama-sama dengan pihak Kemenag, Baznas RI, POROS, FOZ, secara simbolis telah terkumpul komitmen bantuan program kolaborasi tahap 1 sebesar Rp155 Miliar, dengan lebih dari Rp31,6 Miliar berasal dari anggota FOZ.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 770 Orang Meninggal, 463 Masih Hilang
“Ini adalah bukti persaudaraan. Komitmen ini pun telah disaksikan langsung oleh Bapak Menteri Agama. Ini adalah pesan tegas bahwa ketika satu bagian tubuh bangsa ini sakit, Gerakan Zakat adalah tangan yang pertama kali mengusap dan mengobati. Bismillah,” ucap Wildhan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur menegaskan, beberapa Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah membangun dapur umum di sejumlah titik lokasi bencana banjir dan longsor Sumatera.
“Meskipun belum kolab, LAZ sudah terjun langsung ke sana, membuka dapur umum dan memastikan titik-titik lokasi untuk posko,” ujarnya.
Dalam momentum OPZ Forum 2025 & Road to Zakat Impact Summit 2026, Prof Waryono mengatakan, jika LAZ hanya berjalan sendiri-sendiri maka belum kuat. Sehingga perlu ada kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan para korban yang tidak bisa hanya dipenuhi oleh satu LAZ.
Mengenai titik-titik dapur umum yang telah dibuka, ia mengatakan, semua LAZ telah memberikan data seperti salah satunya dari Baznas.
“Kemarin di (pertemuan) zoom saya juga bilang, kalau ada posko di sini (satu titik tertentu) berapa jangkauan akses posko itu. Kalau terlalu jauh, apalagi transportasinya kan berat tuh, perlu dibuka di tempat lain,” papar dia.
Sementara kondisi di Aceh Tamiang yang saat ini dikabarkan masih terisolasi, Waryono membenarkan hal itu. “Aksesnya betul-betul susah, karena sebelum ini saya sempat ke sana. Semula lancar. Saya nggak bisa bayangkan karena di pinggir jalan itu nggak masalah ya. Rupanya yang jauh dari pinggir jalan yang bermasalah,” ucap dia.
(cip)
Lihat Juga :