Ekspedisi Patriot IPB: Inovasi Agroforestri Fondasi Pertanian Transmigrasi Tambora

Rabu, 03 Desember 2025 - 18:34 WIB
loading...
Ekspedisi Patriot IPB:...
Tim Ekspedisi Patriot IPB University menyebut pentingnya inovasi agroforestri sebagai fondasi pembangunan pertanian bagi transmigran di Tambora, Bima, NTB. Foto/istimewa
A A A
NTB - Tim Ekspedisi Patriot IPB University menyebut pentingnya inovasi agroforestri sebagai fondasi pembangunan pertanian bagi transmigran di Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu merupakan hasil dari temuan dan riset yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot IPB University selama empat bulan.

Pentingnya inovasi agroforestri tersebut dibahas dalam diseminasi hasil penelitian dilaksanakan Tim Ekspedisi Patriot IPB University di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Kabupaten Bima pada Senin, 1 Desember 2025. Kegiatan diseminasi ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan temuan lapang, analisis komoditas unggulan, serta arah pengembangan kawasan Transmigrasi Tambora.

Asisten Bupati Iwan Setiawan mewakili Bupati Kabupaten Bima memberikan apresiasi atas kerja tim selama empat bulan melakukan penelitian langsung di lapangan.

Baca juga: Mentan Amran Pamer Produksi Beras Nasional di Depan DPR, Sentuh 34,77 Juta Ton

“Pemerintah daerah menekankan hasil kajian ini diharapkan tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga transmigran dan mengoptimalkan potensi kawasan,” katanya, Rabu (3/12/2025).

Senada, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bima Aris Munandar menjelaskan Ekspedisi Patriot merupakan program nasional untuk menghasilkan peta potensi dan permasalahan kawasan berbasis data ilmiah. Menurut Airs, Tambora membutuhkan perencanaan pembangunan yang berbasis riset sehingga rekomendasi dari tim IPB dapat menjadi dasar penting bagi kebijakan daerah ke depan.

Baca juga: Kisah Emil, Anak Transmigran Bisa Masuk UGM Tanpa Tes dan Kuliah Gratis

Ketua Tim IPB University Muh Faturokhman memaparkan pendekatan riset mengenai pengembangan komoditas unggulan, khususnya penerapan sistem agroforestri jagung, jambu mete di lahan satu hektare milik transmigran. Pendekatan agroforestri dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat monokultur jagung, serta membuka peluang hilirisasi mete sebagai produk bernilai tambah tinggi.

“Model ini ditujukan sebagai alternatif berkelanjutan bagi masyarakat transmigran untuk memperkuat pendapatan rumah tangga,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis mengenai rancangan pengembangan komoditas, tantangan lapangan, dan strategi hilirisasi dari tim IPB serta UI. Diskusi interaktif dengan perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Pertanian, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menghasilkan banyak masukan yang akan digunakan untuk penyempurnaan laporan akhir sebelum diserahkan kepada Kementerian Transmigrasi.

Diseminasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) bagi Kawasan Transmigrasi Tambora. Melalui inovasi agroforestri dan penguatan industri hilir, diharapkan kawasan ini dapat berkembang sebagai model pertanian berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
IPB Dorong Pemanfaatan...
IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Partisipasi Eiger di...
Partisipasi Eiger di IPB Career Days 2026 Buka Peluang Karier Industri Ekowisata
Bangun Ekonomi Lokal,...
Bangun Ekonomi Lokal, Asprindo Persiapkan Kampung Industri Kedua di Sukoharjo
Modernisasi Pertanian...
Modernisasi Pertanian Nagekeo, Anggota DPRD Kosmas Lawa Bagho Serahkan Hand Tractor untuk Petani
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Rekomendasi
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya...
Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya yang Kalahkan Rudal Patriot AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved