Pelaku Ledakan SMAN 72 Sudah Diperiksa, Polisi Dalami Ini
Rabu, 03 Desember 2025 - 09:19 WIB
loading...
SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Polisi sudah memeriksa anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F atau pelaku ledakan SMAN 72 , Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kondisi F sudah membaik.
“Kondisinya sudah membaik dan sudah dapat untuk dimintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip, Rabu (3/12/2025).
Pemeriksaan terhadap F dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025. Penyidik menghadirkan berbagai pendamping, mulai dari keluarga, Balai Pemasyarakatan (Bapas), hingga Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).
Baca juga: Polisi Sudah Periksa ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
Tujuannya, memastikan pemeriksaan sesuai prosedur sekaligus menjaga kondisi mental pelaku yang masih di bawah umur. “Keterlibatan mereka diperlukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan memperhatikan kondisi psikologis pelaku,” ujar Budi.
Polisi kini mulai mengarah pada motif peledakan. Pendalaman mencakup cara pelaku merakit bahan peledak, sumber peralatan, hingga latar belakang yang mendorong F melakukan tindakan berbahaya tersebut. “Iya, pastinya yang didalami soal kasus ledakan,” ucap Budi.
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda.
Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kondisinya sudah membaik dan sudah dapat untuk dimintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip, Rabu (3/12/2025).
Pemeriksaan terhadap F dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025. Penyidik menghadirkan berbagai pendamping, mulai dari keluarga, Balai Pemasyarakatan (Bapas), hingga Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).
Baca juga: Polisi Sudah Periksa ABH Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
Tujuannya, memastikan pemeriksaan sesuai prosedur sekaligus menjaga kondisi mental pelaku yang masih di bawah umur. “Keterlibatan mereka diperlukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan memperhatikan kondisi psikologis pelaku,” ujar Budi.
Polisi kini mulai mengarah pada motif peledakan. Pendalaman mencakup cara pelaku merakit bahan peledak, sumber peralatan, hingga latar belakang yang mendorong F melakukan tindakan berbahaya tersebut. “Iya, pastinya yang didalami soal kasus ledakan,” ucap Budi.
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda.
Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
(rca)
Lihat Juga :