Pemulihan Aceh Tamiang Dipercepat: Akses Dibuka, Bantuan Dikirim Lewat Sungai dan Airdrop

Rabu, 03 Desember 2025 - 08:06 WIB
loading...
Pemulihan Aceh Tamiang...
Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang, Aceh. Seluruh unsur negara bergerak secara terpadu tanpa henti. Foto/Ist
A A A
ACEH TAMIANG - Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana alam banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang, Aceh. Seluruh unsur negara, dari pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, hingga relawan, bergerak secara terpadu untuk memastikan akses terbuka, bantuan tiba tepat waktu, dan pencarian korban terus dilakukan tanpa henti.

Jalur lintas nasional yang menghubungkan Aceh Tamiang dengan Sumatra Utara (Sumut) yang sebelumnya lumpuh total akibat banjir dan longsor kini perlahan kembali dapat dilalui.



Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi memastikan bahwa kendaraan berat sudah mulai melewati kawasan Seumadam, salah satu titik paling terdampak. Meski masih terdapat sisa lumpur dan genangan air, akses kini terbuka untuk mempercepat mobilisasi logistik dan alat berat.

“Alhamdulillah jalan nasional wilayah Aceh Tamiang–Sumut sudah normal dan sudah bisa dilewati truk besar,” ujar Armia dikutip Rabu (3/12/2025).

Tim gabungan tetap melanjutkan pencarian korban, dengan jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi sebanyak 22 orang.

Baca juga: Jalur Darat Terputus, Kota Langsa Terima Bantuan 1,5 Ton via Helikopter

Bantuan Tiba dari Jalur Darat, Air dan Udara


Bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mulai berdatangan dan didistribusikan melalui jalur sungai dan udara karena sejumlah jembatan masih terputus. Pemkab Aceh Tamiang telah mengirim bantuan ke delapan desa terisolir di Kecamatan Sekerak menggunakan sampan. Di Desa Sekumur, yang rumah penduduknya hanyut karena banjir, bantuan untuk 1.000 warga telah disalurkan.

"Ada satu kampung rumah hanyut karena banjir, Desa Sekumur. Itu sudah kita drop untuk 1.000 masyarakat di sana. Kita drop pakai sampan, umumnya masyarakat di pinggiran sungai itukan rumahnya dari papan, jadi hanyut karena banjir," kata Armia.

Untuk mempercepat jangkauan, Pemkab Aceh Tamiang telah mengajukan penyiagaan helikopter tambahan dari Mabes Polri.

Baca juga: Akses Darat Aceh Tamiang Mulai Terbuka, Truk BBM dan Alat Berat Dikerahkan

Polri Lakukan Airdrop untuk Wilayah Terisolasi


Kapolri memerintahkan penggunaan metode airdrop untuk mengatasi medan ekstrem yang membuat helikopter tidak dapat mendarat. Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa Kapolri menginstruksikan agar tidak ada hambatan dalam penyaluran bantuan.

“Bapak Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan. Jika helikopter tidak bisa landing karena medan terdampak bencana, maka airdrop menjadi pilihan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan tepat waktu,” ujarnya.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, juga menempuh perjalanan ekstrem selama lima hari, melewati jalur yang terputus, tertutup lumpur, hingga harus menyeberang dengan perahu, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan kehadiran Polri dirasakan langsung oleh warga.

“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini. Dan mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

BNPB: Pembukaan Jalan hingga Airdrop di Titik Terpencil


Tim BNPB melaporkan bahwa jalur Medan–Aceh Tamiang mulai dapat dilalui kendaraan roda empat walau dengan kecepatan terbatas. Diperkirakan pada Rabu (3/12) jalur sudah dapat dibuka 100 persen. Alat berat Dinas Pekerjaan Umum masih bekerja menyingkirkan material longsor yang tersisa.

Selain itu, BNPB telah mengirimkan tim pendampingan ke seluruh titik terdampak, dipimpin oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Bantuan logistik disalurkan melalui jalur laut dari Banda Aceh ke Langsa, serta melalui airdrop menggunakan helikopter di titik-titik terisolasi seperti Babo dan Perupuk.

Bantuan tahap ini meliputi makanan siap saji, hygiene kit, sembako, selimut, matras, dan alat kebersihan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Satgas PRR dan DPR Tegaskan...
Satgas PRR dan DPR Tegaskan 37 Lokasi di Aceh Tamiang Siap Dibangun Huntap
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Rekomendasi
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Berita Terkini
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Infografis
12 Tahun Rela Terobos...
12 Tahun Rela Terobos Sungai dan Hutan Demi Layani Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved