Perindo Leadership Course, Tingkatkan Wawasan Kader Daerah Tentang Legislasi Pro Rakyat
Selasa, 02 Desember 2025 - 17:35 WIB
loading...
Kader Perindo dari berbagai daerah mengikuti Perindo Leadership Course di DPRD DKI Jakarta. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pelatihan kepemimpinan yang digelar Partai Perindo di DPRD DKI Jakarta memberikan wawasan strategis bagi kader dari berbagai daerah. Pelatihan yang dipimpin langsung anggota DPRD DKI Jakarta Haji Dina memberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi anggota dewan.
Hal itu dikatakan Iskandar, peserta Perindo Leadership Course dari Sumatera Utara (Sumut). Menurut Iskandar ada tiga hal utama yang menjadi insight bagi dirinya dan peserta lainnya. Yaitu soal pemahaman tugas dan fungsi anggota DPRD.
“Yang pertama, kami mendapatkan pemahaman tentang tugas, fungsi, dan tanggung jawab anggota DPRD di DKI Jakarta,” ujarnya.
Baca juga: Pesan Sekjen ke Anggota Legislatif dari Partai Perindo: Harus Berdampak bagi Masyarakat
Kemudian terkait pentingnya peran-peran kerakyatan seorang legislator. Iskandar menilai kinerja anggota dewan sangat dipengaruhi oleh bagaimana mereka hadir dan dirasakan masyarakat. “Peran kerakyatan itu sangat mempengaruhi persepsi dan kinerja seorang legislator,” katanya.
Terakhir adalah pemahaman mengenai hubungan antara tugas anggota dewan dan kontribusinya terhadap partai. Menurut Iskandar, hal ini menjadi masukan penting bagi kader di daerah. “Bagaimana memfungsikan anggota dewan dari Partai Perindo agar berperan dan memberikan dampak positif bagi partai. Itu sangat berguna bagi kami di wilayah,” ungkapnya.
Terkait materi kebijakan pro rakyat yang disampaikan dalam pelatihan, Iskandar menilai kebutuhan paling mendesak tetap berada pada pelayanan dasar. Di antaranya pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan pokok.
Untuk itu Iskandar menegaskan, legislator harus mampu menangkap aspirasi masyarakat di sektor-sektor tersebut. Tujuannya agar rakyat benar-benar bisa merasakan memiliki wakil rakyat yang memperjuangkan hak mereka. “Sehingga masyarakat merasakan ada wakil rakyatnya yang benar-benar memperjuangkan mereka,” tutupnya.
Baca juga: 139 Perwira Tinggi Naik Pangkat, Ada Pangdivif 3 Kostrad hingga Waasops Panglima TNI
Sebagai informasi, Perindo Leadership Course ini diikuti kader Perindo dari berbagai daerah di Indonesia. Anggota DPRD DKI Jakarta,Haji Dina memimpin langsung PLC ini dan memberi edukasi soal agenda legislasi pro rakyat yang menjadi prioritas dewan saat ini.
Adapun kebijakan yang dibahas mulai dari perbaikan kebijakan pendidikan hingga penguatan posko perlindungan perempuan dan anak. Haji Dina menegaskan arah kebijakan yang tengah digarap DPRD DKI Jakarta sejalan dengan instruksi Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu agenda yang sedang berjalan adalah Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan yang saat ini tengah mengkaji ulang sejumlah peraturan daerah (perda) agar lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
“Kita sedang mengkaji Perda yang berdampak pada masyarakat. Di Dinas Pendidikan sedang berjalan Pansus Pendidikan untuk melihat apa saja regulasi yang harus disesuaikan dengan kondisi hari ini,” jelasnya.
Beberapa kebijakan pro rakyat yang dievaluasi tersebut mencakup perlindungan murid, perlindungan guru, hingga pemerataan bantuan sosial.
Hal itu dikatakan Iskandar, peserta Perindo Leadership Course dari Sumatera Utara (Sumut). Menurut Iskandar ada tiga hal utama yang menjadi insight bagi dirinya dan peserta lainnya. Yaitu soal pemahaman tugas dan fungsi anggota DPRD.
“Yang pertama, kami mendapatkan pemahaman tentang tugas, fungsi, dan tanggung jawab anggota DPRD di DKI Jakarta,” ujarnya.
Baca juga: Pesan Sekjen ke Anggota Legislatif dari Partai Perindo: Harus Berdampak bagi Masyarakat
Kemudian terkait pentingnya peran-peran kerakyatan seorang legislator. Iskandar menilai kinerja anggota dewan sangat dipengaruhi oleh bagaimana mereka hadir dan dirasakan masyarakat. “Peran kerakyatan itu sangat mempengaruhi persepsi dan kinerja seorang legislator,” katanya.
Terakhir adalah pemahaman mengenai hubungan antara tugas anggota dewan dan kontribusinya terhadap partai. Menurut Iskandar, hal ini menjadi masukan penting bagi kader di daerah. “Bagaimana memfungsikan anggota dewan dari Partai Perindo agar berperan dan memberikan dampak positif bagi partai. Itu sangat berguna bagi kami di wilayah,” ungkapnya.
Terkait materi kebijakan pro rakyat yang disampaikan dalam pelatihan, Iskandar menilai kebutuhan paling mendesak tetap berada pada pelayanan dasar. Di antaranya pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan pokok.
Untuk itu Iskandar menegaskan, legislator harus mampu menangkap aspirasi masyarakat di sektor-sektor tersebut. Tujuannya agar rakyat benar-benar bisa merasakan memiliki wakil rakyat yang memperjuangkan hak mereka. “Sehingga masyarakat merasakan ada wakil rakyatnya yang benar-benar memperjuangkan mereka,” tutupnya.
Baca juga: 139 Perwira Tinggi Naik Pangkat, Ada Pangdivif 3 Kostrad hingga Waasops Panglima TNI
Sebagai informasi, Perindo Leadership Course ini diikuti kader Perindo dari berbagai daerah di Indonesia. Anggota DPRD DKI Jakarta,Haji Dina memimpin langsung PLC ini dan memberi edukasi soal agenda legislasi pro rakyat yang menjadi prioritas dewan saat ini.
Adapun kebijakan yang dibahas mulai dari perbaikan kebijakan pendidikan hingga penguatan posko perlindungan perempuan dan anak. Haji Dina menegaskan arah kebijakan yang tengah digarap DPRD DKI Jakarta sejalan dengan instruksi Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu agenda yang sedang berjalan adalah Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan yang saat ini tengah mengkaji ulang sejumlah peraturan daerah (perda) agar lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
“Kita sedang mengkaji Perda yang berdampak pada masyarakat. Di Dinas Pendidikan sedang berjalan Pansus Pendidikan untuk melihat apa saja regulasi yang harus disesuaikan dengan kondisi hari ini,” jelasnya.
Beberapa kebijakan pro rakyat yang dievaluasi tersebut mencakup perlindungan murid, perlindungan guru, hingga pemerataan bantuan sosial.
(cip)
Lihat Juga :